BENGKALIS – Masyarakat Kabupaten Bengkalis diimbau untuk lebih
berhati-hati dan tidak mudah percaya terhadap beredarnya video yang menampilkan
sosok Bupati Bengkalis, Hj. Kasmarni, diduga hasil rekayasa teknologi
kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Video
berdurasi sekitar 40 detik tersebut memperlihatkan sosok yang menyerupai Bupati
Kasmarni mengenakan pakaian batik bermotif cokelat lengkap dengan atribut
Korpri dan tanda jabatan bupati. Dalam video tersebut, suara yang menyerupai
Bupati Kasmarni menyampaikan informasi kepada seorang perempuan bernama
Sukinah, warga Kelapapati, Kecamatan Bengkalis, terkait penukaran uang koin
lama dengan nilai mencapai Rp10 miliar.
Kepala
Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Kabupaten
Bengkalis, Agus Sofyan, memastikan bahwa video tersebut bukan berasal dari
Bupati Bengkalis, Hj. Kasmarni, melainkan hasil rekayasa menggunakan teknologi
AI.
Agus
meminta masyarakat agar tidak langsung mempercayai informasi yang disampaikan
melalui video tersebut, terlebih jika disertai permintaan sejumlah uang dengan
dalih pembayaran pajak atau biaya administrasi.
“Dapat
saya pastikan bahwa video adalah versi AI, bukan berasal dari Bupati Bengkalis
Ibu Kasmarni. Untuk itu, bagi siapa pun yang menerima video tersebut, jangan
langsung percaya. Apalagi sampai harus mengeluarkan uang jutaan rupiah,” ungkap
Agus.
Dalam
video rekayasa tersebut, sosok yang menyerupai Bupati Kasmarni menyampaikan
bahwa seorang kolektor bernama Jhon LBF bersama timnya akan datang ke Bengkalis
untuk menukarkan uang koin lama milik Sukinah dengan uang senilai lebih dari
Rp10 miliar.
Namun,
dalam narasi video tersebut, Sukinah diminta terlebih dahulu membayar pajak
daerah sebesar Rp10 juta. Bahkan, disebutkan bahwa kedatangan kolektor tidak
dapat dilanjutkan apabila biaya tersebut belum diselesaikan.
Modus
inilah yang patut diwaspadai masyarakat karena berpotensi menjadi upaya
penipuan dengan memanfaatkan identitas dan suara pejabat daerah melalui
teknologi AI.
Terungkapnya
video tersebut bermula pada Rabu, 4 November 2026, sekitar pukul 15.25 WIB.
Seorang perempuan bernama Sukinah mendatangi Kantor Bupati Bengkalis, tepatnya
Bagian Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Bengkalis, untuk memastikan kebenaran
informasi yang diterimanya melalui layanan WhatsApp.
Sukinah
yang tampak kebingungan berupaya menemui Bupati Kasmarni karena merasa
mendapatkan informasi langsung dari sosok yang menyerupai kepala daerah
tersebut mengenai uang koin lama yang dimilikinya.
Pegawai
Bagian Umum Setda Bengkalis, Yeni, menjelaskan bahwa Sukinah datang dengan
harapan dapat bertemu langsung dengan Bupati Kasmarni untuk menanyakan
kebenaran video yang diterimanya.
“Waktu
itu Ibu Sukinah ingin sekali bertemu Bupati Kasmarni. Beliau menceritakan baru
saja menerima kiriman video melalui layanan WhatsApp dari Bupati Bengkalis
terkait koin uang lama yang akan ditukar dengan Rp10 miliar dari seorang
bernama Jhon,” ujar Yeni.
Sukinah
mengaku antara percaya dan tidak percaya dengan informasi tersebut. Namun,
karena merasa memiliki uang koin lama yang merupakan celengan anaknya, ia mulai
berharap informasi tersebut benar adanya.
Di
sisi lain, Sukinah juga merasa bingung karena dalam video tersebut dirinya
diminta membayar pajak daerah sebesar Rp10 juta sebelum menerima uang hasil
penukaran koin lama tersebut.
Setelah
mendengarkan penjelasan Sukinah, Yeni kemudian memberikan pemahaman bahwa video
yang mengatasnamakan Bupati Bengkalis tersebut tidak benar dan merupakan hasil
rekayasa teknologi AI. Ia juga mengingatkan Sukinah agar tidak menanggapi
apabila pihak pengirim kembali menghubunginya dan meminta sejumlah uang.
Tidak
hanya menerima video AI yang mengatasnamakan Bupati Bengkalis, Sukinah ternyata
juga menunjukkan video serupa yang menampilkan sosok Presiden Republik
Indonesia, Prabowo Subianto, dengan isi pesan yang sama.
Atas
kejadian tersebut, Diskominfotik Kabupaten Bengkalis kembali mengingatkan
masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan
digital yang memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan.
Masyarakat
diminta selalu melakukan verifikasi terhadap setiap informasi yang
mengatasnamakan pejabat pemerintah, khususnya apabila disertai janji
mendapatkan uang dalam jumlah besar dengan syarat membayar pajak, biaya
administrasi, atau pungutan lainnya.
Apabila
menerima video, pesan, maupun panggilan mencurigakan, masyarakat diharapkan
tidak terburu-buru memberikan uang, data pribadi, maupun informasi penting
lainnya. Pastikan kebenaran informasi melalui saluran komunikasi resmi
Pemerintah Kabupaten Bengkalis.
Bijak bermedia digital, jangan mudah percaya, dan waspada terhadap penipuan yang memanfaatkan teknologi AI.#DISKOMINFOTIK
]]>
JAKARTA - Pemerintah Kabupaten Bengkalis serius memperjuangkan pembangunan Sekolah
Nasional Terintegrasi (SNT). Tak sekadar mengusulkan, Pemkab Bengkalis bahkan
telah menyiapkan lahan seluas kurang lebih 15 hektare di Desa Petani, Kecamatan
Bathin Solapan, sebagai bentuk kesiapan daerah mendukung program strategis
pemerintah pusat tersebut.
Usulan itu disampaikan langsung Bupati Bengkalis,
Hj. Kasmarni, saat melakukan audiensi dengan jajaran Kementerian Pendidikan
Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) di Jakarta, Rabu, 4 November 2026.
Dalam pertemuan tersebut, Kasmarni menegaskan bahwa
pembangunan SNT di Kabupaten Bengkalis diharapkan menjadi langkah strategis
untuk memperluas akses sekaligus meningkatkan pemerataan kualitas pendidikan,
terutama bagi generasi muda di Negeri Junjungan.
"Kami berharap Kabupaten Bengkalis dapat
menjadi salah satu daerah yang dipertimbangkan untuk pembangunan Sekolah
Nasional Terintegrasi. Sebagai bentuk keseriusan, pemerintah daerah telah
menyiapkan lahan seluas kurang lebih 15 hektare di Desa Petani, Kecamatan
Bathin Solapan. Kami berharap kesiapan ini menjadi pertimbangan bagi Bapak
Dirjen dan jajaran Kemendikdasmen," ujar Kasmarni.
Menurutnya, kesiapan lahan tersebut merupakan wujud
komitmen Pemerintah Kabupaten Bengkalis dalam mendukung program prioritas
pemerintah pusat. Kehadiran SNT nantinya diharapkan tidak hanya menghadirkan
fasilitas pendidikan yang lebih representatif, tetapi juga menjadi salah satu
solusi untuk memperkuat pemerataan dan meningkatkan mutu pendidikan di daerah.
Selain memperjuangkan pembangunan SNT, dalam
audiensi tersebut Kasmarni juga menyampaikan apresiasi atas dukungan
Kemendikdasmen melalui program revitalisasi satuan pendidikan yang telah
direalisasikan di Kabupaten Bengkalis.
Tercatat sebanyak 39 satuan pendidikan jenjang
Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), 10 Sekolah Dasar (SD), dan 18 Sekolah
Menengah Pertama (SMP) telah mendapatkan program revitalisasi.
Kasmarni menilai, dukungan tersebut sangat berarti
dalam mendorong peningkatan kualitas layanan pendidikan, khususnya melalui
pembenahan sarana dan prasarana sekolah.
"Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi
kepada Kemendikdasmen atas perhatian dan dukungan yang telah diberikan kepada
Kabupaten Bengkalis. Revitalisasi terhadap 39 PAUD, 10 SD, dan 18 SMP ini tentu
sangat berarti bagi dunia pendidikan kami," ungkapnya.
Namun, ia berharap dukungan tersebut tidak berhenti
sampai di situ. Pemkab Bengkalis menginginkan agar program revitalisasi dapat
terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak satuan pendidikan, sehingga semakin
banyak peserta didik yang dapat menikmati fasilitas belajar yang aman, nyaman,
dan berkualitas.
"Kami ingin anak-anak di Kabupaten Bengkalis
memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan terbaik. Karena itu,
sinergi dengan pemerintah pusat harus terus diperkuat agar berbagai program
peningkatan mutu pendidikan dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh
masyarakat," tambah Kasmarni.
Audiensi tersebut turut dihadiri Direktur Jenderal
Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan
Informal, Gogot Suharwoto; Direktur Sekolah Terintegrasi, Nandana Aditya
Bhaswara; serta Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Riau,
Dr. Nilam Suri.
Pertemuan itu juga diikuti enam kepala daerah
lainnya di Provinsi Riau, yakni Bupati Indragiri Hulu, Pelalawan, Kuantan
Singingi, Rokan Hulu, Kampar, dan Kepulauan Meranti.
Melalui audiensi tersebut, Pemkab Bengkalis
berharap usulan pembangunan SNT mendapat perhatian dan dukungan Kemendikdasmen.
Dengan kesiapan lahan yang telah disiapkan, pemerintah daerah optimistis
peluang menghadirkan fasilitas pendidikan terintegrasi di Kabupaten Bengkalis
semakin terbuka.
Turut mendampingi Bupati Bengkalis, Sekretaris
Daerah Kabupaten Bengkalis dr. Ersan Saputra TH, Kepala Dinas Pendidikan Hadi
Prasetyo, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Supardi, Kepala Dinas
Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Ismail, serta sejumlah Pejabat Pimpinan Tinggi
Pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bengkalis.
]]>
Jakarta- Kementerian Komunikasi dan Digital perkuat pemanfaatan teknologi
digital dalam sektor perikanan untuk mendukung upaya mewujudkan swasembada
pangan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
Melalui penerapan teknologi Internet of Things
(IoT) dan kecerdasan artifisial (AI), pemerintah berhasil membantu petambak
meningkatkan produktivitas budidaya ikan sekaligus memperkuat daya saing hasil
perikanan Indonesia.
Menkomdigi Meutya Hafid menyampaikan digitalisasi
sektor pertanian dan perikanan menjadi bagian penting dalam mendukung agenda
ketahanan pangan nasional. Menurutnya, potensi produksi petani dan petambak
Indonesia perlu diperkuat dengan pemanfaatan teknologi agar mampu memenuhi
kebutuhan pangan sekaligus bersaing di pasar global.
“Kami hadir menjalankan arahan Bapak Presiden
Prabowo Subianto yang sejak awal konsisten menyampaikan salah satu Asta Cita
terkait ketahanan pangan. Karena itu, kami ingin memastikan teknologi digital
dan kecerdasan artifisial dapat dimanfaatkan langsung oleh petani dan petambak
untuk meningkatkan produktivitas,” tegas Meutya dalam kegiatan Teknologi
Digital AIoT Tepat untuk Petani dan Pembudidaya di Kabupaten Lamongan, Jawa
Timur, Selasa (3/11/2026).
Meutya menjelaskan, Kemkomdigi mendorong
pemanfaatan konektivitas digital untuk kegiatan produktif, termasuk
pengembangan sektor perikanan. Upaya tersebut diwujudkan melalui kolaborasi
dengan startup dan inovator teknologi lokal yang mengembangkan perangkat serta
aplikasi untuk membantu petambak mengelola budidaya secara lebih modern.
"Seperti di Kabupaten Lamongan hari ini,
penerapan teknologi IoT pada tambak ikan kerapu memungkinkan pembudidaya
memantau kadar oksigen, pH, dan salinitas air. Teknologi ini membantu menjaga
kondisi lingkungan budidaya, mendukung pertumbuhan ikan, serta mengurangi
tingkat kematian. Pemantauan juga dapat dilakukan melalui aplikasi sehingga
pengelolaan tambak menjadi lebih mudah," jelasnya.
Hasil penerapan teknologi selama sekitar lima bulan
menunjukkan perkembangan positif. Penggunaan teknologi pada budidaya ikan
kerapu tercatat mampu menghemat penggunaan pakan hingga 20 persen, meningkatkan
survival rate ikan sebesar 16 persen, serta mendorong peningkatan produktivitas
budidaya lebih dari 24 persen.
Meutya menegaskan, pengembangan teknologi akan
terus dilakukan agar manfaatnya semakin optimal bagi petambak. Integrasi IoT
dengan AI nantinya memungkinkan lebih banyak indikator budidaya dipantau
sehingga pengelolaan produksi dapat dilakukan secara semakin efisien.
“Dengan artificial intelligence digabungkan
dengan teknologi yang sekarang sudah dimiliki, indikator-indikatornya akan
lebih banyak lagi yang bisa dimonitor dan insyaallah efisiensinya semakin
bertambah,” ujarnya.
Selain menghadirkan teknologi, Kemkomdigi
memberikan edukasi dan pendampingan kepada petambak agar mampu menggunakan
perangkat digital secara optimal.
"Program ini melibatkan startup lokal dan
menjadi upaya membangun ekosistem inovasi digital sekaligus memperluas
pemanfaatan teknologi untuk mendukung ketahanan pangan di daerah,"
tandasnya.#DISKOMINFOTIK
]]>
BENGKALIS - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP)
Kabupaten Bengkalis menjaring dua belas anak punk yang memaksa meminta uang
kepada masyarakat di seputaran taman air mancur Bengkalis.
Langkah ini diambil usai petugas Satpol PP
Kabupaten Bengkalis menerima laporan masyarakat yang merasa terganggu dengan
aktivitas mereka di sejumlah titik keramaian diseputaran Taman Air Mancur
Bengkalis.
"Lokasi di seputaran Taman Air Mancur
Bengkalis adanya 12 anak punk yang kita amankan karena menyebabkan masyarakat
terganggu," kata Kepala Bidang (Kabid) Ketenteraman dan Ketertiban Umum
dan Penegak Peraturan Daerah Satpol PP Kabupaten Bengkalis Darmansyah, Selasa 3
November 2026.
Menurutnya, penertiban anak punk tersebut karena
sebelumnya ada aduan dari masyarakat, bahwa beberapa anak punk memaksa meminta
sejumlah uang di warung makan sekitar dan terjadinya perkelahian anak punk
dengan warga masyarakat sehingga demi kenyamanan mereka ditertibkan.
"Begitu menerima aduan dari masyarakat, Satpol
PP langsung menindaklanjuti ke lokasi, dan melakukan koordinasi bersama Polsek
Bengkalis, anak punk kami angkut untuk selanjutnya dilakukan pendataan di
Kantor Satpol PP Kabupaten Bengkalis," terangnya.
Ia juga menjelaskan, dua belas anak punk tersebut
bukan merupakan warga Kabupaten Bengkalis, terlebih beberapa waktu sebelumnya
ada beberapa dari mereka merupakan anak punk yang pernah diamankan petugas
Satpol PP.
Sementara itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja
Kabupaten Bengkalis, Alfakhrurrazy mengatakan, Satpol PP Kabupaten Bengkalis
sebagai penyelenggara ketentraman dan ketertiban umum masyarakat pada
prinsipnya menghimbau seluruh masyarakat untuk menghormati setiap orang yang
berada di tempat umum dan tidak mengganggu ketentraman dan ketertiban umum.
Namun, apabila mereka melakukan aktivitas atau
tindakan lain yang berpotensi mengganggu ketenteraman dan ketertiban umum, maka
hal tersebut dapat menjadi dasar bagi Satpol PP Kabupaten Bengkalis untuk
melakukan penindakan.
"Ini kaitannya dengan Peraturan Daerah (Perda)
Kabupaten Bengkalis Nomor 1 Tahun 2016 tentang Ketenteraman dan Ketertiban
Umum. Satpol PP akan merespons cepat laporan dari masyarakat, demi menciptakan
lingkungan yang kondusif,"ungkapnya.
Razy menegaskan, jajarannya tidak akan berhenti
hanya sampai di sini. Patroli yang menyisir tempat-tempat keramaian dan tempat
umum akan terus ditingkatkan sebagai bentuk komitmen Satpol PP dalam menjaga
kenyamanan warga Kabupaten Bengkalis.
"Tindakan seperti ini tentu menjadi komitmen
kami agar Kabupaten Bengkalis terjaga ketentraman dan ketertibannya,"
tuturnya.#DISKOMINFOTIK.
keberlangsungan generasi
mendatang.#DISKOMINFOTIK
BENGKALIS – Wakil Direktur I Politeknik Negeri
Bengkalis (Polbeng), Ir. Romadhoni, secara resmi membuka Seminar Nasional
Penanaman Mangrove yang ditaja oleh Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Laksamana
Polbeng, Minggu 01 November 2026, bertempat di Aula Teknik Informatika (TI)
Politeknik Negeri Bengkalis.
Seminar nasional yang mengangkat tema “Penanaman
Mangrove sebagai Aksi Nyata dalam Mewujudkan Ekosistem Pesisir yang
Berkelanjutan” tersebut menjadi wadah edukasi dan diskusi dalam meningkatkan
kepedulian generasi muda terhadap pentingnya menjaga kelestarian lingkungan,
khususnya ekosistem mangrove di wilayah pesisir Kabupaten Bengkalis.
Dalam sambutannya, sekaligus membuka kegiatan,
Wakil Direktur I Polbeng, Ir. Romadhoni, mengapresiasi inisiatif Mapala
Laksamana yang telah menghadirkan ruang edukasi mengenai pentingnya pelestarian
mangrove. Menurutnya, keterlibatan mahasiswa melalui kegiatan lingkungan
merupakan bentuk kepedulian sekaligus kontribusi nyata dalam menjaga
keseimbangan ekosistem pesisir.
Seminar tersebut menghadirkan dua narasumber yang
kompeten di bidangnya. Narasumber pertama, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan
Daerah (Bappeda) Kabupaten Bengkalis, Rinto, menyampaikan materi bertajuk
“Kebijakan Pemerintah dalam Pengelolaan dan Pelestarian Ekosistem Mangrove.”
Dalam pemaparannya, Rinto menjelaskan bahwa
pengelolaan sumber daya alam harus dilakukan secara bertanggung jawab dengan
memperhatikan keseimbangan aspek ekologis, ekonomi, dan sosial. Pemanfaatan
alam saat ini, menurutnya, harus tetap menjaga hak hidup generasi mendatang,
memastikan daya dukung lingkungan terpelihara, serta memberikan manfaat ekonomi
yang berkelanjutan bagi masyarakat.
Ia juga memaparkan bahwa pengelolaan sumber daya
alam yang bertanggung jawab merupakan salah satu arah kebijakan dalam
mewujudkan program Bengkalis Lestari. Program tersebut bertujuan mendorong
pemanfaatan sumber daya alam sesuai kemampuan dan daya dukung lingkungan,
meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memastikan kelestarian lingkungan
tetap mampu menopang kehidupan generasi sekarang dan mendatang.
Hal tersebut sejalan dengan visi pembangunan
Kabupaten Bengkalis, yakni Bermarwah, Maju, Sejahtera, dan Unggul di Indonesia.
Lebih lanjut, Rinto mengungkapkan bahwa Kabupaten
Bengkalis memiliki tantangan cukup besar dalam menjaga kawasan pesisir.
Berdasarkan data tahun 2024, luas eksisting mangrove di Kabupaten Bengkalis
mencapai 27.044,6 hektare, sementara rata-rata abrasi pantai dapat mencapai 14
meter per tahun.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Pemerintah
Kabupaten Bengkalis telah mengarahkan sejumlah agenda pengelolaan mangrove dan
perlindungan pesisir. Pada tahun 2026, kebijakan difokuskan pada pengendalian
abrasi dan pengelolaan wilayah pesisir, termasuk penyusunan masterplan
perlindungan pesisir dan mangrove.
Selanjutnya, pada periode 2026–2030, agenda
diarahkan pada rehabilitasi dan restorasi mangrove dengan melibatkan
masyarakat, mitra pembangunan, serta perguruan tinggi. Kolaborasi berbagai
pihak tersebut diharapkan mampu memperkuat upaya perlindungan kawasan pesisir
secara berkelanjutan.
Sementara itu, narasumber kedua, Khaidir Air, dari
Koalisi Air Rakyat, menyampaikan materi bertajuk “Dari Aksi Konservasi ke
Pemberdayaan Masyarakat.” Dalam pemaparannya, ia menekankan bahwa pelestarian
mangrove tidak cukup hanya dilakukan melalui kegiatan penanaman, tetapi juga
harus disertai penguatan kapasitas dan pemberdayaan masyarakat pesisir.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi faktor
penting agar upaya konservasi tidak berhenti pada kegiatan seremonial,
melainkan mampu memberikan manfaat ekologis, sosial, dan ekonomi dalam jangka
panjang.
Kegiatan tersebut turut mendapat dukungan dari
Pembina Mapala Laksamana Polbeng, Khairul Saleh, yang terus mendorong mahasiswa
agar berperan aktif dalam kegiatan pelestarian lingkungan serta membangun
kepedulian sosial melalui organisasi kemahasiswaan.
Ketua Mapala Laksamana Polbeng, Andy Muhammad
Rifki, menyampaikan bahwa seminar nasional ini merupakan bagian dari komitmen
organisasi dalam meningkatkan wawasan dan kepedulian mahasiswa terhadap
berbagai persoalan lingkungan, khususnya keberadaan ekosistem mangrove di
wilayah pesisir.
Sementara itu, Ketua Pelaksana kegiatan, M. Ridoan,
berharap seminar tersebut tidak hanya menjadi forum berbagi pengetahuan dan
bertukar gagasan, tetapi juga mampu membangun kesadaran serta semangat kolektif
untuk melakukan aksi nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir.
Seminar nasional ini diikuti sebanyak 100 peserta
yang berasal dari berbagai unsur, di antaranya 45 pengurus dan anggota Mapala
Laksamana Polbeng, lima orang Mapala Bestari IAIN Datuk Laksemana, 15 orang
perwakilan organisasi mahasiswa Polbeng, delapan orang siswa sekolah menengah
atas (SMA), serta delapan orang dari kelompok pengelola. Kegiatan ini juga
dihadiri perwakilan Basarnas Bengkalis.
Sebagai bentuk implementasi dari materi dan diskusi
yang telah dilaksanakan, rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan aksi
penanaman mangrove di Kawasan Konservasi Mangrove Paghet Seghaghah, Desa
Kelapapati, Kecamatan Bengkalis.
Melalui kegiatan ini, Mapala Laksamana Polbeng
berharap terbangun sinergi antara pemerintah, akademisi, organisasi lingkungan,
mahasiswa, dan masyarakat dalam mendukung konservasi mangrove. Dengan demikian,
kepedulian terhadap lingkungan dapat diwujudkan melalui gerakan penanaman,
pemeliharaan, rehabilitasi, serta pemberdayaan masyarakat pesisir.
Mangrove bukan sekadar tanaman pelindung pantai,
melainkan benteng kehidupan, sumber penghidupan masyarakat, sekaligus warisan
lingkungan yang harus dijaga demi keberlangsungan generasi
mendatang.#DISKOMINFOTIK
·
Siaran Pers
·
Nomor: 400.14.4.3/496/KOM.IKP
· Selasa, 3 November 2026
Kementerian Pariwisata Gelar Sosialisasi Strategi Promosi Event Daerah, Dorong Potensi Wisata Daerah Mendunia
BENGKALIS – Kementerian Pariwisata Republik Indonesia melalui
Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggara Kegiatan (Events) menggelar
Sosialisasi Strategi Promosi Event Daerah di Era Digital, Selasa, 3 November
2026 di aula hotel Twin Bengkalis.
Kegiatan
yang dilaksanakan menjadi salah satu upaya Kementerian Pariwisata dalam
mendorong pengembangan dan promosi potensi pariwisata daerah melalui
pemanfaatan teknologi digital, sehingga berbagai event dan kekayaan budaya
daerah semakin dikenal di tingkat nasional maupun internasional.
Bupati Bengkalis diwakili Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan
dan Sumber Daya Manusia (SDM), Johansyah Syafri, menyampaikan bahwa persaingan
antar daerah dalam menarik kunjungan wisatawan saat ini semakin kompetitif.
Menurutnya,
promosi pariwisata tidak lagi cukup hanya mengandalkan baliho, brosur maupun
kegiatan seremonial. Namun, diperlukan event yang menarik, memiliki identitas
kuat, serta dipromosikan secara kreatif melalui berbagai platform digital.
"Kita hidup di era ketika sebuah destinasi dapat dikenal luas melalui satu konten digital, sebuah tradisi dapat menarik perhatian lintas generasi, dan sebuah event lokal dapat menjangkau masyarakat hingga tingkat nasional bahkan internasional," ungkapnya.
Ia
menjelaskan, pemanfaatan teknologi digital harus dilakukan dengan kreativitas,
strategi dan konsistensi. Promosi event juga tidak boleh hanya dilakukan
menjelang hari pelaksanaan, tetapi harus dirancang sejak awal, diperkuat selama
kegiatan berlangsung, dan dilanjutkan setelah kegiatan selesai.
Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Bengkalis mendorong pemanfaatan
media sosial, video kreatif, narasi budaya, kolaborasi komunitas serta jaringan
promosi digital guna menjangkau calon wisatawan secara lebih luas dan tepat
sasaran.
Johansyah juga menegaskan bahwa digitalisasi bukan sekadar
mengunggah foto dan video, melainkan bagaimana membangun cerita, menciptakan
ketertarikan, menjangkau pasar, serta mendorong masyarakat untuk datang
berkunjung.
Menurutnya, kekayaan budaya Melayu dan keunikan Kabupaten
Bengkalis harus menjadi identitas sekaligus pembeda yang mampu menarik
perhatian wisatawan.
"Kami
menyadari bahwa pengembangan pariwisata tidak dapat dilakukan oleh pemerintah
sendiri. Diperlukan sinergi dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, mulai
dari perangkat daerah, pelaku usaha dan UMKM, komunitas budaya, generasi muda
hingga insan kreatif," tambahnya.
Sementara itu, Anggota DPR RI Hendri Munief menyampaikan perhatian dan komitmennya dalam mendorong peningkatan sektor pariwisata, khususnya melalui pemanfaatan ruang digital.
Menurutnya,
konten digital memiliki kemampuan menjangkau masyarakat hingga tingkat nasional
bahkan internasional. Dengan demikian, berbagai potensi yang dimiliki Kabupaten
Bengkalis dapat diperkenalkan lebih luas sehingga semakin dikenal dan diminati
masyarakat.
Ia berharap melalui sosialisasi strategi promosi pariwisata tersebut dapat lahir berbagai gagasan baru dan inovasi dalam mengembangkan potensi daerah, sekaligus menghadirkan perubahan positif bagi kemajuan sektor pariwisata Bengkalis.
Senada
dengan itu, Zahraini yang juga merupakan Anggota DPRD Kabupaten Bengkalis
Daerah Pemilihan (Dapil) Bengkalis - Bantan menyampaikan bahwa kegiatan yang
diselenggarakan Kementerian Pariwisata ini merupakan salah satu langkah
strategis untuk mempromosikan Kabupaten Bengkalis ke luar daerah.
Ia berharap kegiatan seperti ini tidak hanya dilaksanakan satu kali, tetapi dapat terus dilakukan secara berkesinambungan dan berkelanjutan sehingga promosi potensi daerah semakin maksimal.
Menurutnya,
upaya tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya tarik wisata, mendorong
pertumbuhan ekonomi masyarakat serta memberikan kontribusi terhadap peningkatan
Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Dengan promosi yang kreatif, inovatif dan berkelanjutan, Kabupaten Bengkalis semakin dikenal luas, menjadi daerah tujuan wisata yang diminati, serta mampu mewujudkan Bengkalis yang Bermarwah, Maju dan Sejahtera serta Unggul di Indonesia.#DISKOMINFOTIK
]]>·
Siaran Pers
·
Nomor: 400.14.4.3/495/KOM.IKP
· Senin, 2 November 2026
Wamen Nezar Patria: Saatnya Startup Aceh Menciptakan AI Berbasis Bahasa Lokal
Jakarta- Aceh berpeluang mengambil peran dalam industri
kecerdasan artifisial (AI) melalui pengembangan teknologi berbasis bahasa dan
kebutuhan masyarakat lokal.
Wakil
Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria mengajak anak muda, perguruan
tinggi, dan startup Aceh mengembangkan _Large Language Model_ (LLM) berbahasa
Aceh melalui Garuda Spark Innovation Hub agar daerah tidak sekadar menjadi
pasar, tetapi ikut melahirkan inovasi AI yang dapat bersaing di tingkat
nasional.
“Saya
mendambakan ada _large language model_ bahasa Aceh. Bisa ya kita bikin ya
bahasa Aceh? Karena itu sangat penting karena kita punya keunikan sendiri,”
ujarnya dalam Seminar Terbuka bertema Aceh dalam Peta AI Nasional:
Infrastruktur, Talenta, dan Ekosistem di Kampus Universitas Islam Negeri (UIN)
Ar-Raniry, Banda Aceh, Senin (2/11/2026).
Menurut
Wamen Nezar, pengembangan AI berbasis bahasa lokal membuka peluang kolaborasi
antara bidang linguistik dan ilmu komputer. Bahasa tidak hanya menjadi sarana
komunikasi, tetapi juga mencerminkan struktur berpikir dan cara masyarakat
memahami dunia. Karena itu, pengembangan model bahasa Aceh dapat menjadi
langkah penting untuk menghadirkan teknologi yang lebih sesuai dengan
karakteristik dan kebutuhan masyarakat setempat.
“Linguistik
dipadukan dengan _computer science._ Hari ini inilah yang kemudian membuat
_artificial intelligence_ makin dekat dengan cara berpikir manusia,” jelasnya.
Untuk
mendukung pengembangan tersebut, Kementerian Komunikasi dan Digital berencana
membuka Garuda Spark Innovation Hub di Banda Aceh melalui kerja sama dengan
pemerintah kota.
Fasilitas
ini disiapkan sebagai pusat pelatihan, inovasi, dan pengembangan startup yang
ingin mengadopsi teknologi AI dalam berbagai sektor.
Wamen
Nezar menjelaskan keberadaan Garuda Spark diharapkan dapat membantu anak muda
Aceh mengembangkan solusi teknologi untuk menjawab persoalan masyarakat, mulai
dari layanan kesehatan, pertanian, perikanan, hingga pendidikan.
Dengan
demikian, pemanfaatan AI tidak berhenti pada penggunaan aplikasi yang sudah
tersedia, tetapi berkembang menjadi kemampuan menciptakan produk dan layanan
digital sendiri.
“Insyaallah
akan kita buka bekerja sama dengan Wali Kota Banda Aceh. Kementerian Komdigi
melalui Direktorat Jenderal Ekosistem Digital akan membuka Garuda Spark di
Aceh,” ungkapnya.
Ia
menilai Aceh memiliki modal sumber daya manusia dan ekosistem pendidikan yang
dapat mendukung pengembangan AI. Keberadaan perguruan tinggi serta antusiasme
sivitas akademika dalam mengadopsi teknologi menjadi peluang untuk memperkuat
posisi Aceh dalam peta pengembangan AI nasional. Namun, peluang tersebut perlu
diikuti dengan peningkatan keterampilan digital.
Wamen
Nezar mengungkapkan bahwa Indonesia membutuhkan sekitar sembilan juta talenta
digital hingga 2030, sementara kemampuan penyediaannya saat ini baru sekitar
empat juta. Kesenjangan tersebut menjadi tantangan sekaligus kesempatan bagi
generasi muda untuk memasuki bidang pekerjaan baru yang berkembang seiring
kemajuan teknologi.
Menurutnya,
kebutuhan talenta digital tidak terbatas pada lulusan bidang teknik atau
komputer. Mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu, termasuk bahasa dan
linguistik, memiliki kesempatan berkontribusi dalam pengembangan AI sepanjang
mampu menguasai keterampilan teknologi yang dibutuhkan.
Pengembangan
model bahasa Aceh menjadi salah satu peluang konkret untuk menunjukkan bahwa
daerah dapat berkontribusi dalam industri AI nasional melalui keunggulan dan
kekhasan lokal.
“Saya
ingin melihat _startup-startup_ Aceh bisa berada di top 10 pentas nasional. Dan
itu harus dihasilkan oleh rekan-rekan semua, anak-anak muda Aceh,”
pungkasnya.#DISKOMINFOTIK
·
Siaran Pers
·
Nomor: 400.14.4.3/494/KOM.IKP
· Senin, 2 November 2026
Wamen Nezar Patria: Startup Aceh Harus Ubah Posisi Selat Malaka Jadi Peluang Pasar Global
Jakarta- Posisi strategis Aceh di Selat Malaka membuka peluang bagi startup lokal untuk
menembus pasar Asia Tenggara.
Wakil
Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria mengajak generasi muda memanfaatkan
teknologi digital untuk mengembangkan bisnis berbasis potensi daerah yang mampu
menjangkau pasar Malaysia, Singapura, hingga Thailand.
“Aceh
punya potensi yang besar bukan hanya di tingkat nasional. Karena posisi kita
ada di Selat Malaka, kita punya peluang yang cukup besar untuk bisa berbisnis
lintas negara,” ujarnya dalam acara Aceh Startup Day 2026 di Banda Aceh, Senin
(2/11/2026).
Menurut
Wamen Nezar, letak geografis Aceh yang berhadapan langsung dengan jalur
perdagangan internasional merupakan keunggulan yang perlu dimanfaatkan untuk
memperluas pasar produk dan layanan digital.
Kedekatan
dengan negara-negara Asia Tenggara memberikan peluang bagi startup Aceh untuk mengembangkan aplikasi dan
model bisnis yang dapat digunakan masyarakat lintas negara.
“Rekan-rekan
generasi muda Aceh, kita gunakan kesempatan ini agar kita outward looking. Kita melihat keluar, kita coba
buat aplikasi-aplikasi yang berbasis di Aceh tapi juga dipakai oleh
negara-negara tetangga,” tegasnya.
Wamen
Nezar menjelaskan peluang tersebut dapat dikembangkan dengan mengoptimalkan
potensi ekonomi daerah, terutama sektor pertanian, perikanan, dan usaha mikro,
kecil, dan menengah (UMKM).
Ketiga
sektor tersebut memiliki ruang besar untuk meningkatkan produktivitas dan
memperluas jangkauan pasar melalui inovasi teknologi digital. Ia mencontohkan
potensi perikanan di sepanjang pesisir utara dan timur Aceh yang berbatasan
dengan Selat Malaka.
Menurutnya,
startup dapat menghadirkan solusi teknologi untuk meningkatkan efisiensi
produksi, memperbaiki rantai pasok, serta memperluas akses pemasaran hasil
perikanan. Peluang serupa juga terbuka bagi komoditas unggulan Aceh seperti
kopi Gayo, cokelat, dan nilam.
Wamen
Nezar menilai teknologi digital dapat membantu pelaku usaha memperkuat
identitas produk, meningkatkan nilai tambah, dan menjangkau konsumen
internasional tanpa bergantung sepenuhnya pada pola pemasaran konvensional.
“Jadi
kita gunakan kesempatan ini bagaimana bisa memasarkan kopi Gayo itu bukan cuma
ada di Banda Aceh, kota seribu kedai kopi, tapi bagaimana dia bisa kita
pindahkan ke lanskap digital,” ungkapnya.
Wamen
Untuk mendukung pengembangan startup tersebut, Kementerian Komunikasi dan
Digital menyiapkan penguatan ekosistem inovasi melalui Garuda Spark Innovation
Hub.
Wamen
Nezar menyampaikan bahwa Banda Aceh diusulkan menjadi salah satu dari 10 kota
pengembangan Garuda Spark di Indonesia.
Program
tersebut diharapkan dapat mempertemukan komunitas startup lokal dengan jaringan
inovasi nasional, sekaligus membuka akses terhadap pendampingan bisnis,
pengembangan teknologi, dan sumber daya yang diperlukan untuk memperbesar skala
usaha.
Lebih
lanjut, Wamen Nezar mengingatkan bahwa besarnya populasi generasi muda Aceh
menjadi modal penting untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi digital.
Dengan
sekitar 51 persen penduduk berasal dari kelompok generasi Z dan milenial, Aceh
memiliki potensi sumber daya manusia yang besar untuk menciptakan inovasi
berbasis kebutuhan masyarakat.
Ia
menegaskan bahwa kreativitas dan keberanian mengambil langkah menjadi modal
penting agar potensi daerah dapat berkembang menjadi kekuatan ekonomi yang
mampu bersaing di pasar global.
“Yang paling penting adalah kita harus mulai, itu yang paling penting. Kita harus mulai dan biarkan dia bertumbuh dan berkembang,” pungkasnya.#DISKOMINFOTIK
]]>BANTAN - Desa Mentayan adalah sebuah desa yang terletak di
Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis. Desa tersebut dibentuk melalui ketentuan
dalam Pasal 24 ayat (1) Peraturan Daerah Kabupaten Bengkalis Nomor 9 Tahun 2012
tentang Pembentukan Desa Mentayan Kecamatan Bantan dan dikenal sebagai desa
penghasil beras terbesar di Kecamatan Bantan.
Pada
tahun 1950, beberapa nelayan yang berasal dari Pulau Sumatera, Kabupaten Siak,
Kecamatan Bukit Batu dan Bengkalis sering bersandar di Sungai Liong karena
bentuk morfologi sungai yang panjang sehingga para nelayan ini sering bersandar
dan menetap sementara di wilayah daratan yang berada di dekat sungai tersebut.
Terdapat
beberapa nelayan yang kemudian membuka lahan untuk dijadikan sebagai tempat
tinggal karena merasa nyaman dan berangsur membuka lahan perkebunan untuk
bercocok tanam. Pada masa itu, mereka mendapati bahwa wilayah tersebut sangat
cocok untuk ditanami padi ladang. Hal tersebut terbukti benar, sehingga sampai
saat ini wilayah tersebut dikenal sebagai sentra penghasil beras tersebar di
Kecamatan Bantan.
Seiring
berjalannya waktu, profesi para nelayan ini bertukar menjadi petani dan pelaut
yang menyebrang ke Malaysia dan disebut semokel karena sifatnya yang
menyelundup sehingga terdapat perintah untuk mematikan rokok agar tidak
diketahui oleh pihak yang berwenang. Semokel di Kecamatan Bantan sendiri
mencapai puncaknya pada tahun 1970-an, yakni dengan banyaknya pengiriman tenaga
kerja Indonesia (TKI) ilegal.
Sementara
itu, para nelayan yang bertukar profesi menjadi petani ini kemudian membuka
ladang yang melewati tepian Sungai Liong. Pada saat proses pembukaan
berlangsung, para nelayan yang kemudian menjadi petani tersebut menemukan
beberapa gentong atau yang disebut sebagai tempayan.
Pembukaan
di tepian Sungai Liong yang dilaksanakan oleh suku Melayu kemudian disebut
sebagai Tempayan sehingga menjadi julukan bagi wilayah tersebut yang sebutannya
lalu berubah menjadi Mentayan. Pada saat pendiriannya, Mentayan hanya merupakan
sebuah lingkungan rukun tetangga (RT) yang berada di bawah kepemimpinan Desa
Selat Baru.
Menurut
tetua yang menjabat sebagai salah satu kepala desa, yakni Bakrie, Mentayan
terdiri atas tiga parit, yakni Parit Sumo yang terletak di tepian Pantai Papal,
Parit Lamijo yang terletak di bagian tengah dan Parit Kabeb yang terletak di
antara sudut selatan Parit Mangun dan Ikhsan.
Ketika
wilayah Desa Selat Baru mengalami pemekaran, maka Mentayan berubah menjadi
rukun keluarga (RK) atau rukun warga (RW) yang kemudian membentuk Dusun IV
Mentayan seiring dengan berjalannya waktu.
Pada
18 Desember 2013, dusun ini disarankan menjadi sebuah desa dengan penggabungan
satu RW di Dusun Belas. Setelah berjuang selama tiga tahun, pemekaran tersebut
kemudian terealisasikan melalui keputusan menteri desa dengan bantuan dari para
warga Forum Desa Pemekaran Se-Kabupaten Bengkalis serta kerja sama dari pihak
terkait.
Pada
28 Agustus 2017, Desa Mentayan resmi menerima status sebagai desa definitif.
Desa tersebut memiliki luas wilayah sebesar luas wilayah 1.100 hektare (ha)
dengan intensitas curah hujan selama lima bulan, suhu harian sekitar 23 hingga
30 celsius (23°C - 30°C) dan kondisi bentang wilayah yang datar. Luas wilayah
yang ada di Desa Mentayan terbagi dalam beberapa penggunaan, yaitu untuk
fasilitas umum, pemukiman, pertanian, kegiatan ekonomi dan lain-lain.
Luas
wilayah di desa tersebut yang digunakan untuk perumahan berjumlah sekitar 70
hingga 80 ha, untuk fasilitas jalan berjumlah sekitar 41 km, untuk pemakaman
umum sebesar 1,5 ha, untuk aktivitas pertanian sekitar 200 ha, untuk hutan
mangrove sekitar 30 ha, untuk wilayah pasang surut sekitar 44 ha dan untuk
fasilitas umum sekitar 5 ha.
Wilayah
Desa Mentayan terdiri atas tiga dusun, enam RW dan 16 RT dengan jumlah penduduk
sebanyak 1210 orang, yakni 608 orang laki-laki dan 602 orang perempuan. Semua
penduduk di desa tersebut beragama Islam dengan kondisi kelompok usia produktif
berjumlah 669 jiwa atau 55,28% dari total penduduk.
Masyarakat
di Desa Mentayan berprofesi sebagai petani, buruh harian lepas, wiraswasta,
nelayan, pegawai negeri sipil, guru, polisi, karyawan swasta, tenaga honorer,
pedagang, buruh bangunan, mekanik dan kontraktor serta berada pada kelas
pekerja. Penduduk di desa tersebut hanya menempuh pendidikan formal pada
tingkat pendidikan sekolah dasar (SD) sebanyak 33,8 %, sekolah menengah pertama
(SMP) sebenyak 14,8 %, sekolah menengah atas (SMA) sebanyak 20 % dan pendidikan
tinggi sebanyak 1,5 % dari total jumlah penduduk.
Kondisi ekonomi di Desa Mentayan meliputi pertanian padi seluas 200 ha atau
30,78% penggunaan lahan desa secara keseluruhan, perkebunan kelapa sawit,
tanaman pangan, peternakan, perikanan serta kawasan Agrowisata Desa Mentayan
yang berbasis hutan mangrove dan terletak di tepi pantai. Desa tersebut
memiliki wilayah persawahan terluas di Pulau Bengkalis.
Salah satu tokoh terkenal dari Desa Mentayan adalah Muhammad Yunus yang merupakan seorang ulama dan politikus.#DISKOMINFOTIK
]]>Jakarta- Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menegaskan Keputusan
Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 127 Tahun 2026 dan Nomor 128 Tahun 2026
(KM 127 dan KM 128) disusun sebagai pedoman kerja agar pengawasan dan
penanganan konten disinformasi di ruang digital dilakukan secara terukur dan
akuntabel, dengan tetap melindungi hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat
secara sah.
“KM 127 memperjelas batas waktu penanganan sebagai
bentuk kepastian hukum, sementara KM 128 memuat mekanisme pengawasan dan
penanganan termasuk kriteria konten disinformasi yang mengganggu ketertiban
umum dan keamanan bernegara”, kata Sekretaris Direktorat Jenderal Pengawasan
Ruang Digital Mediodecci Lustarini di Jakarta Pusat, Senin (2/11/2026).
Lebih lanjut, Sesditjen Pengawasan Ruang Digital
menjelaskan, KM 127 dan KM 128 bukanlah kebijakan yang berdiri sendiri.
Implementasi KM ini berkaitan dengan Sistem Kepatuhan Moderasi Konten (SAMAN)
yang diatur berdasarkan Keputusan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 522
Tahun 2024 sebagai perubahan atas Keputusan Menteri Komunikasi dan Informatika
Nomor 172 Tahun 2024 tentang Petunjuk Pelaksanaan PNBP yang Berasal dari
Pengenaan Sanksi Denda Administratif atas pelanggaran kewajiban pemutusan akses
oleh PSE Lingkup Privat UGC (KM 522).
“Kritik, perbedaan pendapat, dan ekspresi yang sah
tidak serta merta menjadi objek penindakan, karena fokus penanganan pada konten
bermuatan disinformasi dan ujaran kebencian yang memenuhi kriteria pada KM 128,
seperti adanya ketidaksesuaian dengan fakta, upaya memecah persatuan,
mengakibatkan kerugian, dapat memicu konflik sosial di masyarakat, serta
menimbulkan rasa takut,” tegasnya.
Selain itu, lanjutnya, penanganan konten yang
dilakukan Komdigi tidak menyasar konten jurnalistik yang diproduksi oleh pers,
termasuk liputan investigatif, sebagai bentuk dukungan dan penghargaan atas
kebebasan pers.
“Apabila terdapat kesalahan dalam moderasi, pemilik
konten dapat mengajukan keberatan dan permintaan pemulihan konten, termasuk
apabila terdapat dugaan atas kesalahan moderasi yang dilakukan platform secara
mandiri, untuk dikomunikasikan lebih lanjut,” kata Mediodecci .
Mekanisme Bertahap
Kewajiban pemutusan akses paling lambat empat jam,
tidak dilakukan serta merta, namun berlaku setelah Komdigi mengirimkan surat
perintah pemutusan akses kepada PSE dalam sistem SAMAN.
KM 522 mengatur mekanisme Pra SAMAN untuk dilakukan
dalam bentuk verifikasi atas temuan atau aduan, dan notifikasi bagi PSE yang
harus ditanggapi dalam waktu 1x12 jam bagi konten mendesak. Dalam proses ini,
PSE dapat meminta klarifikasi atau memberikan tanggapan atas notifikasi
Komdigi. Surat perintah dan batas waktu 4 jam baru berlaku ketika PSE tidak
memberikan tanggapan terhadap notifikasi yang disampaikan Komdigi.
“Artinya, PSE sudah diberikan waktu yang cukup
untuk menyampaikan tanggapan atas konteks pelanggaran yang dibandingkan dengan community
guidelines yang dimiliki oleh PSE,” kata Mediodecci.
Sesditjen menjelaskan, penetapan tenggat waktu ini
turut mempertimbangkan kebutuhan proses pengecekan dan analisis ulang,
sekaligus mengantisipasi kecepatan penyebaran konten di ruang digital untuk
mencegah meluasnya dampak yang dapat merugikan masyarakat.
Melalui kejelasan kriteria, pedoman moderasi
konten, serta mekanisme pengawasan kepatuhan platform, Komdigi justru ingin
mendorong tata kelola ruang digital yang lebih bertanggung jawab.
“Upaya tersebut ditujukan untuk melindungi
masyarakat dari dampak konten yang berpotensi mengganggu keamanan dan
ketertiban umum, tanpa mengesampingkan hak masyarakat untuk menyampaikan
kritik, pendapat, dan aspirasi secara sah,” tegas Mediodecci.
INFORMASI TAMBAHAN
Apa itu SAMAN?
SAMAN merupakan sistem pengawasan kepatuhan yang digunakan Komdigi untuk melacak, memverifikasi, dan mengirimkan permintaan pemutusan akses kepada Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) lingkup privat yang menyediakan layanan user-generated content (UGC). Sistem ini juga mendukung penghitungan denda administratif apabila PSE tidak memenuhi kewajiban pemutusan akses terhadap informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang dilarang.
Dalam pelaksanaannya, penanganan konten diawali
dengan verifikasi laporan atau temuan, termasuk pemeriksaan dasar hukum, tautan
konten, dan bukti pendukung. Apabila unsur pelanggaran terpenuhi, Komdigi
mengirimkan notifikasi kepada platform melalui SAMAN. Platform diberikan waktu
untuk menyampaikan tanggapan selama 12 jam untuk konten mendesak dan 24 jam
untuk konten tidak mendesak. Apabila platform tidak memberikan tanggapan dalam
tenggat tersebut, laporan atau temuan dilanjutkan ke proses SAMAN.
Pada tahap selanjutnya, Komdigi mengirimkan surat
perintah pemutusan akses kepada platform terkait melalui SAMAN. Platform wajib
menindaklanjuti perintah tersebut paling lambat dalam waktu 1×4 jam untuk
konten mendesak dan 1×24 jam untuk konten tidak mendesak, sesuai dengan
ketentuan yang berlaku.#DISKOMINFOTIK
MUNTAI – Semangat membangun generasi muda melalui
pendidikan terus tumbuh di tengah masyarakat Desa Muntai, Kabupaten Bengkalis.
Sejumlah anak muda bersama tokoh masyarakat setempat menginisiasi gerakan
pendidikan berbasis masjid melalui program pembelajaran Bahasa Inggris yang
melahirkan komunitas bernama Hasanah Learning Community (HLC). Senin 2 November
2026.
Berpusat di Masjid Hasanah Desa Muntai, komunitas
ini hadir dengan membawa gagasan untuk menghidupkan kembali peran masjid
sebagai pusat kegiatan masyarakat, tidak hanya sebagai tempat melaksanakan
ibadah, tetapi juga sebagai ruang belajar, pengembangan potensi, serta
pembinaan karakter generasi muda.
Melalui program tersebut, anak-anak usia sekolah
dasar hingga menengah diberikan kesempatan untuk memperoleh pembelajaran Bahasa
Inggris dalam suasana yang terbuka, terarah, dan menyenangkan.
Program Batch 1 telah dilaksanakan sebanyak tujuh
kali pertemuan, mulai dari proses pembelajaran hingga Final Examination sebagai
bentuk evaluasi terhadap kemampuan dan perkembangan peserta. Seluruh rangkaian
kegiatan kemudian ditutup melalui Closing Program Batch 1 yang dirangkaikan
dengan pemberian penghargaan kepada peserta sebagai bentuk apresiasi atas
semangat, partisipasi, dan usaha mereka selama mengikuti pembelajaran.
Ketua DKM Masjid Hasanah sekaligus Penasihat
Hasanah Learning Community, H. Rajab Selamat, menyambut baik inisiatif yang
digerakkan oleh kalangan anak muda tersebut. Menurutnya, masjid memiliki peran
strategis dalam membangun kehidupan masyarakat, sebagaimana fungsi masjid dalam
sejarah peradaban Islam yang tidak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga
pendidikan dan pembinaan umat.
“Masjid sejak dahulu bukan hanya menjadi tempat
umat melaksanakan ibadah, tetapi juga pusat pendidikan dan pembinaan umat. Saya
sangat mendukung inisiatif anak-anak muda ini. Kita ingin masjid menjadi tempat
yang dirindukan generasi muda, tempat mereka belajar, bertumbuh, dan
mempersiapkan masa depan,” tuturnya.
Ia berharap gerakan positif tersebut dapat terus
berkembang serta memperoleh dukungan dari berbagai elemen masyarakat agar
keberadaan masjid semakin memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.
Sementara itu, General Secretary Hasanah Learning
Community, Muhammad Kasyful Asror, menjelaskan bahwa pengembangan komunitas ini
merupakan bagian dari upaya membangun fondasi pendidikan yang tumbuh dari
masyarakat desa.
Dalam pelaksanaannya, ia turut berperan dalam
merancang sistem pembelajaran, menyusun kurikulum, membangun kelas, menjadi
tutor, hingga mengelola administrasi program agar kegiatan dapat berjalan
secara terarah dan berkelanjutan.
Menurut Kasyful Asror, pembelajaran Bahasa Inggris
merupakan langkah awal dari visi yang lebih besar, yakni membangun ekosistem
pendidikan yang memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi anak-anak desa untuk
mengembangkan kemampuan dan potensi diri.
“Kami percaya bahwa anak-anak di desa juga memiliki
potensi besar dan berhak mendapatkan kesempatan untuk berkembang. Pendidikan
dan ruang belajar yang berkualitas seharusnya tidak hanya dapat diakses oleh
mereka yang berada di perkotaan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, Hasanah Learning Community tidak
hanya berorientasi pada peningkatan kemampuan berbahasa Inggris, tetapi juga
berupaya menumbuhkan budaya belajar, meningkatkan kepercayaan diri, membentuk
karakter, serta memperluas wawasan generasi muda.
“Kami ingin membuktikan bahwa dari desa, dari
masjid, kita juga bisa memulai sesuatu yang memberikan dampak bagi masa depan
generasi. Ini bukan sekadar tentang membuat kelas belajar, tetapi tentang
membangun ekosistem pendidikan yang tumbuh dari masyarakat sendiri,” jelas
Kasyful Asror.
Di sisi lain, Executive Director Hasanah Learning
Community, H. Rusdi, menegaskan bahwa keberlanjutan komunitas membutuhkan
kolaborasi, komitmen, kebersamaan, serta tata kelola organisasi yang baik.
Menurutnya, kepedulian anak muda yang diwujudkan
melalui kegiatan positif di lingkungan masjid merupakan modal penting dalam
membangun kemajuan masyarakat. Namun, semangat tersebut juga perlu diiringi
dengan pengelolaan yang terarah agar komunitas dapat berkembang dan memberikan
manfaat dalam jangka panjang.
“Anak-anak muda sudah menunjukkan kepedulian dan
mengambil langkah nyata untuk menghadirkan kegiatan positif di lingkungan
masjid. Ini merupakan semangat yang harus kita jaga bersama. Sebuah komunitas
tidak cukup hanya dibangun dengan semangat, tetapi juga membutuhkan komitmen,
kebersamaan, dan pengelolaan yang baik,” ujarnya.
Ia berharap Hasanah Learning Community ke depan
dapat berkembang menjadi wadah pendidikan dan sosial yang memberikan manfaat
lebih luas bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kualitas sumber daya
manusia generasi muda Desa Muntai.
Kehadiran Hasanah Learning Community menjadi salah
satu bentuk kepedulian dan kontribusi masyarakat dalam membangun sumber daya
manusia dari lingkungan sendiri. Kolaborasi antara anak muda, tokoh masyarakat,
dan pengurus masjid menjadi kekuatan penting untuk menghadirkan ruang
pendidikan yang mudah dijangkau serta memberikan kesempatan bagi generasi muda
untuk terus belajar dan berkembang.
Terlaksananya tujuh pertemuan pada Batch 1 menjadi
langkah awal sekaligus bukti bahwa gerakan pendidikan berbasis masyarakat dapat
dimulai dari lingkungan desa. Penutupan program tersebut bukanlah akhir
perjalanan, melainkan menjadi awal bagi pengembangan komunitas yang lebih
terstruktur, perluasan jangkauan pembelajaran, serta hadirnya berbagai program
pendidikan lainnya.
Melalui semangat Learn Together, Grow Together,
Hasanah Learning Community diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi masyarakat
untuk terus menghidupkan fungsi masjid sebagai pusat ilmu pengetahuan,
pembinaan karakter, dan pemberdayaan generasi.
Sebab, membangun generasi masa depan tidak harus
menunggu dari kota. Upaya tersebut dapat dimulai dari desa, dari lingkungan
masyarakat, bahkan dari sebuah masjid.
Dari Masjid, Kita Menanam Ilmu. Dari Ilmu, Kita
Menumbuhkan Generasi. Dari Generasi, Kita Membangun Peradaban.#DISKOMINFOTIK
BENGKALIS - Pemerintah Kabupaten Bengkalis terus
mendorong penguatan strategi promosi dan pemasaran event daerah sebagai langkah
strategis untuk memperkenalkan potensi pariwisata, memperluas jangkauan pasar
produk unggulan, serta meningkatkan daya saing UMKM lokal.
Melalui promosi yang kreatif, inovatif, dan tepat
sasaran, berbagai kekayaan alam, bahari, budaya, kuliner, serta kreativitas
masyarakat Bengkalis diharapkan mampu menarik lebih banyak wisatawan, menembus
pasar yang lebih luas, hingga dikenal di tingkat nasional dan internasional.
Hal tersebut disampaikan dalam sambutan tertulis
Bupati Bengkalis dibacakan Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber
Daya Manusia (SDM), Johansyah Syafri, saat menghadiri Sosialisasi Strategi
Promosi dan Pemasaran Event Daerah, Senin 2 November 2026, di aula Hotel Twin
Bengkalis.
Johansyah menegaskan, Kabupaten Bengkalis memiliki
beragam potensi wisata dan event daerah yang dapat dikembangkan menjadi daya
tarik unggulan di Provinsi Riau. Dengan perencanaan dan strategi pemasaran yang
tepat, potensi tersebut tidak hanya mampu meningkatkan kunjungan wisatawan,
tetapi juga membuka peluang usaha, memperluas lapangan kerja, serta memberikan
dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat.
Johan menambahkan, melalui kegiatan sosialisasi
ini, para peserta diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan kapasitas dalam
merancang promosi yang lebih kreatif, menentukan target pasar secara terukur,
serta mengemas event daerah agar semakin menarik dan berdaya saing.
Kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah
daerah, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan juga dinilai penting
untuk memperkuat promosi destinasi wisata sekaligus memperluas pemasaran produk
unggulan lokal.
"Kami Pemerintah Kabupaten Bengkalis
mengucapkan terima kasih dan apresiasi atas Sosialisasi Strategi Promosi dan
Pemasaran Event Daerah, yang diinisiasi oleh Anggota DPR RI Komisi VII Fraksi
PKS, H. Hendri Munief.
Sementara itu Anggota DPR RI Komisi VII Fraksi PKS,
H. Hendri Munief dalam kesempatan tersebut mengatakan bahwa pengembangan
pariwisata daerah membutuhkan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat,
pemerintah daerah, organisasi perangkat daerah (OPD), dan anggota legislatif.
Ia menilai, berbagai usulan dari kepala daerah dan OPD perlu disampaikan secara
terarah agar potensi daerah dapat diperjuangkan di tingkat pusat, dikawal
melalui dukungan legislatif, serta ditindaklanjuti dengan program yang sesuai kebutuhan
daerah.
Menurutnya, kolaborasi yang berkelanjutan menjadi
salah satu kunci untuk mengoptimalkan potensi pariwisata dan sektor ekonomi
lainnya di Kabupaten Bengkalis. Dengan dukungan dan koordinasi lintas sektor,
berbagai program pengembangan diharapkan dapat berjalan lebih efektif serta
memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.
Selanjutnya, Anggota DPRD Bengkalis, Zahraini,
menyoroti potensi UMKM lokal, khususnya usaha kreatif yang digerakkan kaum
perempuan. Produk seperti rendang dan sirup berbahan tanaman kedabu dari
kawasan pantai dinilai memiliki peluang pasar yang menjanjikan, terlebih
sejumlah produk lokal telah memperoleh pengakuan di tingkat nasional.
Meski demikian, ia menilai pelaku UMKM masih
membutuhkan dukungan dalam permodalan, pemasaran, dan pengembangan usaha agar
mampu meningkatkan produksi, menyerap tenaga kerja, serta menembus pasar
nasional hingga internasional. Penguatan UMKM juga diharapkan dapat
meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat ekonomi daerah.
Zahraini turut mendorong optimalisasi potensi
ekonomi lokal untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), memperluas
keterlibatan UMKM dalam penyediaan produk bagi program Makan Bergizi Gratis
(MBG), serta memaksimalkan pengembangan wisata Pantai Selat Baru. Sinergi
lintas sektor dinilai penting agar pariwisata, perindustrian, koperasi, dan
UMKM dapat berkembang secara berkelanjutan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Anggota DPR RI Komisi VII Fraksi PKS, H. Hendri Munief, Anggota DPRD Bengkalis Zahraini, narasumber dari DPR RI Komisi VII Fraksi PKS, Abdurahman dan Muhammad Faturahman, Kepala Bidang Pariwisata Disparbudpora Kabupaten Bengkalis Alwizar serta para penggiat UMKM.#DISKOMINFOTIK.
]]>
BENGKALIS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis
terus berupaya memastikan ketersediaan dan kelancaran distribusi Bahan Bakar
Minyak (BBM) bagi masyarakat, khususnya di Pulau Bengkalis dan Pulau Rupat.
Sebagaimana menindaklanjuti arahan Bupati
Bengkalis, Hj. Kasmarni, melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten
Bengkalis, dilaksanakan rapat koordinasi dan diskusi bersama pihak Pertamina,
Polres Bengkalis, Dinas Perhubungan, KSOP Sungai Pakning serta para pemilik
Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Pulau Bengkalis, Jum'at, 30
Oktober 2026 di Bengkalis.
Rapat yang dilaksanakan bertujuan untuk menyamakan
persepsi sekaligus memperkuat sinergi antar instansi dalam mengoptimalkan
penyaluran dan distribusi BBM, memastikan ketersediaan pasokan, mencegah
terjadinya kelangkaan serta mengantisipasi berbagai kendala dalam proses
pendistribusian BBM.
Dalam pertemuan, SAM Retail Riau PT Pertamina Patra
Niaga, Wilson, menyampaikan bahwa pihak Pertamina akan menyiapkan sejumlah
langkah untuk mendukung kelancaran pasokan BBM di Pulau Bengkalis dan Pulau
Rupat.
Di antaranya melalui penambahan kuota BBM dalam
kondisi tertentu, penambahan jam operasional SPBU serta penyediaan sarana
transportasi guna membantu kelancaran pasokan BBM.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan
Perindustrian Kabupaten Bengkalis, Zulpan, menyampaikan bahwa koordinasi ini
merupakan langkah penting untuk memastikan distribusi BBM berjalan optimal dan
kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi.
Menurutnya, diperlukan kerja sama dan komitmen
seluruh pihak sehingga berbagai kendala dalam penyaluran BBM dapat diantisipasi
serta dicarikan solusi secara bersama-sama.
Pada kesempatan yang sama, Kapolres Bengkalis yang
diwakili Kanit Tipidter Polres Bengkalis, Fachri, mengapresiasi pelaksanaan
rapat koordinasi tersebut.
Pihak kepolisian juga menyatakan kesiapan untuk
menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) agar tetap
kondusif serta aman selama proses distribusi BBM berlangsung.
Dukungan juga disampaikan Dinas Perhubungan yang
siap memfasilitasi armada penyeberangan Ro-Ro guna mendukung kelancaran
mobilisasi pasokan BBM.
Sementara itu, KSOP Sungai Pakning turut
berkomitmen memberikan kemudahan dan fasilitasi penyeberangan dengan tetap
memperhatikan aspek keselamatan pelayaran.
Melalui koordinasi dan sinergi lintas instansi ini, diharapkan penyaluran BBM di Pulau Bengkalis dan Pulau Rupat dapat berjalan lebih tertib, lancar, tepat sasaran serta sesuai dengan ketentuan yang berlaku.#DISKOMINFOTIK
BENGKALIS – Kabar duka menyelimuti masyarakat Provinsi Riau. Mantan Bupati Siak, Bapak H. Arwin AS, menghembuskan napas terakhir pada Sabtu 31 Oktober 2026, di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru, pukul 07.28 WIB. Almarhum akan dikebumikan di Pekanbaru, yang mana saat ini disemayamkan di rumah duka di Jalan Thamrin, Suka Maju, Kota Pekanbaru.
Atas kepergian tokoh yang dikenal sebagai Bapak Pembangunan Kabupaten Siak tersebut, Bupati Bengkalis, Hj. Kasmarni, menyampaikan ungkapan belasungkawa dan duka cita yang mendalam kepada keluarga besar almarhum serta seluruh masyarakat Kabupaten Siak.
Bupati Kasmarni menyebut, Bapak H. Arwin AS merupakan sosok pemimpin yang telah memberikan kontribusi besar bagi perjalanan pembangunan Kabupaten Siak. Dedikasi dan pengabdiannya selama memimpin daerah tersebut menjadi bagian penting dalam sejarah perkembangan Kabupaten Siak.
“Atas nama pribadi, keluarga dan Pemerintah Kabupaten Bengkalis, kami menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya Bapak H. Arwin AS. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, diampuni segala dosa dan kekhilafannya, serta diterima seluruh amal ibadahnya,” ungkap Kasmarni.
Bupati Kasmarni juga menyampaikan bahwa kepergian almarhum merupakan kehilangan besar, tidak hanya bagi keluarga yang ditinggalkan, tetapi juga bagi masyarakat Kabupaten Siak dan Provinsi Riau.
Menurutnya, jasa dan pengabdian seorang pemimpin dalam membangun daerah akan selalu dikenang. Berbagai kontribusi dan pemikiran yang telah diwariskan almarhum diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi penerus dalam melanjutkan pembangunan daerah.
“Kepada keluarga yang ditinggalkan, kami berharap diberikan ketabahan, kekuatan dan keikhlasan dalam menghadapi cobaan ini. Semoga Allah SWT memberikan tempat terbaik bagi almarhum dan keluarga yang ditinggalkan senantiasa dalam lindungan-Nya,” tutup Bupati.
Selamat jalan, Bapak H. Arwin AS. Dedikasi dan pengabdianmu untuk Negeri Istana akan senantiasa dikenang.#DISKOMINFOTIK.
]]>
JAKARTA — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh generasi muda Kabupaten
Bengkalis di tingkat nasional. Tiga santriwati Pondok Pesantren Agribisnis
Muhammadiyah Nawawi Djamil Duri, Kabupaten Bengkalis, berhasil meraih Juara 2
Lomba Santrivision 2026 Tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh Kementerian
Agama Republik Indonesia di Masjid Istiqlal Jakarta, Jumat 30 Oktober 2026.
Prestasi tersebut diraih oleh tiga santriwati,
yakni Fadhila Syafani Rambe (Kelas XI MA), Lisa Nurul Efendi (Kelas XII MA),
dan Nurul Afifah (Kelas XII MA). Ketiganya berhasil membawa nama Kabupaten
Bengkalis dan Provinsi Riau bersaing di tingkat nasional melalui karya inovatif
berjudul:
“Police Piper: Mewujudkan Pesantren
Zero-Abuse: Standardisasi Tata Ruang dan Pembentukan Satgas Saka Pesantren
Berbasis Asas Victim-Centered Approach Terintegrasi PMA Nomor 73 Tahun
2022.”
Karya tersebut mengangkat gagasan inovatif mengenai
upaya menciptakan lingkungan pesantren yang aman, nyaman, ramah, dan bebas dari
segala bentuk kekerasan. Gagasan yang ditawarkan tidak hanya menekankan aspek
pencegahan, tetapi juga menghadirkan pendekatan yang berorientasi pada
perlindungan dan kepentingan korban (victim-centered approach).
Melalui karya tersebut, para santriwati
mengembangkan konsep standardisasi tata ruang pesantren yang mendukung
terciptanya lingkungan pendidikan yang aman, sekaligus menggagas pembentukan
Satgas Saka Pesantren sebagai bagian dari sistem pencegahan dan penanganan
kekerasan di lingkungan pesantren.
Keberhasilan luar biasa ini mendapat apresiasi
tinggi dari Pemerintah Kabupaten Bengkalis. Wakil Bupati Bengkalis, Dr. Bagus
Santoso, menyatakan rasa bangga yang mendalam atas pencapaian berskala nasional
yang ditorehkan oleh santriwati asal Duri tersebut.
"Atas nama Pemerintah Kabupaten Bengkalis,
kami mengucapkan selamat dan memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya
kepada Fadhila, Lisa, dan Nurul. Inovasi 'Police Piper' yang mereka gagas
adalah bukti nyata bahwa santri Bengkalis tidak hanya cerdas dalam ilmu agama,
tetapi juga peka, kritis, dan solutif terhadap isu-isu krusial seperti
perlindungan anak di lingkungan pendidikan," ujar Bagus Santoso.
Lebih lanjut, Bagus Santoso berharap agar konsep
pesantren zero-abuse yang digagas oleh ketiga santriwati ini dapat
diimplementasikan secara nyata. Menurutnya, gagasan tata ruang aman dan satgas
berbasis perlindungan korban ini sejalan dengan komitmen Pemkab Bengkalis dalam
mewujudkan daerah yang ramah anak dan bebas kekerasan.
Keberhasilan ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi
Pondok Pesantren Agribisnis Muhammadiyah Nawawi Djamil Duri, sekaligus menjadi
kebanggaan bagi Kabupaten Bengkalis dan Provinsi Riau, karena putri-putri
daerah mampu menunjukkan kreativitas, kepedulian, dan inovasi dalam menjawab
persoalan yang menjadi perhatian nasional.
Prestasi tersebut juga menunjukkan bahwa pesantren
tidak hanya menjadi pusat pendidikan keagamaan, tetapi mampu menjadi ruang
tumbuh bagi generasi muda yang kreatif, inovatif, kritis, dan memiliki
kepedulian terhadap persoalan sosial serta perlindungan anak dan santri.
Pencapaian Juara 2 tingkat nasional dalam
Santrivision 2026 diharapkan dapat menjadi motivasi bagi para santri di
Kabupaten Bengkalis untuk terus mengembangkan potensi, menghasilkan karya
inovatif, serta berprestasi di berbagai bidang pada tingkat daerah, nasional,
hingga internasional.
Mudir Ma'had Pondok Pesantren Agribisnis Modern
Muhammadiyah Nawawi Djamil Duri Muhammad Silmi Kaffah,S.Pd menyampaikan
apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak, termasuk dukungan dari
Pemerintah Kabupaten Bengkalis, sehingga prestasi ini dapat diraih dan membawa
nama Kabupaten Bengkalis dan Provinsi Riau ke kancah nasional. #DISKOMINFOTIK
BENGKALIS – Mahasiswa Politeknik Negeri Bengkalis
mengikuti kegiatan Kelas Pemilu dan Demokrasi Seri Kelima yang ditaja Komisi
Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bengkalis, Kamis 29 Oktober 2026.
Kegiatan ini mengangkat tema “Pemilu Inklusif
Menjamin Kesetaraan Gender, Akses untuk Kaum Marginal dan Disabilitas.”
Kegiatan tersebut menjadi ruang edukasi dan diskusi
bagi mahasiswa untuk meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya penyelenggaraan
pemilihan umum (pemilu) yang inklusif, setara, dan memberikan kesempatan kepada
seluruh lapisan masyarakat untuk berpartisipasi dalam proses demokrasi.
Hadir sebagai pemateri, Anggota KPU Kabupaten
Bengkalis, Sri Jumarni, dengan moderator Riki Harianto, yang merupakan staf
pelaksana KPU Kabupaten Bengkalis.
Dalam pemaparannya, Sri Jumarni menekankan
pentingnya mewujudkan pemilu yang inklusif dengan menjunjung tinggi prinsip
kesetaraan serta memberikan ruang bagi setiap warga negara untuk menggunakan
hak pilihnya tanpa diskriminasi.
Menurutnya, demokrasi yang berkualitas adalah
demokrasi yang mampu merangkul seluruh elemen masyarakat, termasuk perempuan,
kelompok marginal, dan penyandang disabilitas. Oleh karena itu, akses terhadap
informasi, fasilitas, serta proses pemilu perlu diperhatikan agar setiap warga
negara memiliki kesempatan yang sama untuk berpartisipasi.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh edukasi
dan literasi mengenai pelaksanaan pemilu yang inklusif, mulai dari pentingnya
kesetaraan hak hingga upaya memastikan seluruh masyarakat dapat menggunakan hak
pilihnya secara bebas dan setara.
Selain menambah wawasan, kegiatan ini juga
diharapkan dapat menumbuhkan minat mahasiswa untuk mempelajari kepemiluan
secara lebih mendalam melalui pendekatan akademik, sekaligus membangun
kesadaran kritis terhadap tantangan dalam mewujudkan demokrasi yang inklusif.
Salah seorang mahasiswa Program Studi Bisnis
Digital, Cahaya Azhara Manik, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memberikan
manfaat dan wawasan baru bagi mahasiswa dalam memahami pentingnya pemilu
inklusif.
Menurut Cahaya, materi yang disampaikan membuka
ruang pemikiran kritis mengenai bagaimana prinsip pemilu inklusif dapat
diterapkan secara nyata, sehingga hak pilih seluruh masyarakat dapat
tersalurkan tanpa adanya diskriminasi.
Sementara itu, dosen pendamping, Defitri Akbar,
berharap kegiatan Kelas Pemilu dan Demokrasi dapat terus dilaksanakan secara
berkelanjutan. Dengan demikian, pemahaman mahasiswa mengenai sistem dan proses
kepemiluan dapat semakin meningkat.
Ia juga berharap materi yang diperoleh melalui
kegiatan tersebut dapat dielaborasikan dengan pembelajaran di dalam kelas,
sehingga mahasiswa tidak hanya memahami konsep demokrasi secara teoritis,
tetapi juga mampu mengkaji penerapannya dalam kehidupan bermasyarakat dan
bernegara.
Melalui kegiatan Kelas Pemilu dan Demokrasi ini, sinergi antara KPU Kabupaten Bengkalis dan kalangan perguruan tinggi diharapkan dapat terus diperkuat dalam meningkatkan literasi kepemiluan, menumbuhkan kesadaran demokrasi, serta mendorong terwujudnya pemilu yang inklusif, adil, dan memberikan kesempatan setara bagi seluruh warga negara.#DISKOMINFOTIK
]]>Jakarta- Kecerdasan artifisial (AI) membuat penipuan
digital semakin sulit dikenali karena pelaku dapat meniru suara, memalsukan
identitas, hingga menyusun instruksi yang tampak meyakinkan.
Kementerian Komunikasi dan
Digital mengingatkan bahwa keamanan siber kini harus mencakup pelindungan
identitas dan kepercayaan masyarakat, bukan sekadar pertahanan sistem
teknologi. Staf Ahli Menteri Bidang Sosial, Ekonomi, dan Budaya Kementerian
Komdigi Raden Wijaya Kusumawardhana menjelaskan bahwa perkembangan AI telah
mengubah karakter ancaman digital. Serangan tidak lagi selalu dilakukan dengan
membobol sistem, tetapi juga melalui manipulasi terhadap manusia yang
menggunakan teknologi tersebut.
"Ancaman digital pun tidak
lagi selalu dimulai dari upaya membobol sistem. Terkadang ancaman justru
dimulai dari upaya memanipulasi manusia yang menggunakan sistem tersebut,"
ujarnya saat mewakili Menkomdigi Meutya Hafid dalam National Cybersecurity
Connect (NCC) 2026 di Jakarta Selatan, Rabu (28/10/2026).
Menurutnya, teknologi AI memiliki
dua sisi dalam keamanan siber. Di satu sisi, AI membantu mendeteksi anomali,
menganalisis ancaman, dan mempercepat respons terhadap insiden.
Namun, kemampuan yang sama dapat
dimanfaatkan pelaku kejahatan untuk menghasilkan konten deepfake, melakukan
penyamaran identitas, serta merancang penipuan yang semakin meyakinkan.
Ancaman tersebut dapat muncul
melalui panggilan telepon dengan suara menyerupai anggota keluarga atau
instruksi palsu yang seolah-olah berasal dari pimpinan.
Kondisi ini membuat masyarakat
semakin sulit membedakan informasi asli dengan hasil manipulasi teknologi.
"Perkembangan AI telah memperluas permukaan serangan hingga pada
identitas, informasi dan kepercayaan manusia," katanya.
Wijaya menjelaskan bahwa ancaman
berbasis manipulasi kepercayaan membutuhkan pendekatan keamanan yang lebih
luas. Perlindungan tidak cukup mengandalkan perangkat teknologi, tetapi harus
disertai tata kelola yang memadai, kesiapan kelembagaan, serta kemampuan
masyarakat mengenali berbagai bentuk penipuan digital.
Karena itu, penguatan literasi
keamanan digital menjadi bagian penting dalam menghadapi perkembangan AI.
Masyarakat perlu memiliki kemampuan memverifikasi identitas, mengenali
informasi mencurigakan, melindungi data pribadi, dan memahami risiko penyalahgunaan
teknologi dalam aktivitas sehari-hari.
"Kami memandang kemampuan
masyarakat untuk mengenali penipuan, melindungi identitas, memahami risiko AI,
dan menjaga keamanan informasi perlu terus menjadi bagian dari penguatan
kapasitas digital nasional," tegasnya.
Dalam menghadapi ancaman yang
semakin kompleks, Kemkomdigi juga menekankan pentingnya tata kelola AI berbasis
risiko. Pendekatan tersebut mencakup pengujian keamanan, akuntabilitas sistem,
serta pengembangan kemampuan nasional untuk mengantisipasi bentuk serangan
baru.
Penguatan keamanan siber juga
memerlukan keterlibatan manusia dalam penggunaan dan pengawasan teknologi AI.
Dengan demikian, pemanfaatan AI untuk meningkatkan kemampuan pertahanan digital
tetap disertai pengendalian terhadap risiko penyalahgunaannya.
"Keamanan siber pada era AI
membutuhkan pendekatan yang lebih luas yang menggabungkan kemampuan teknologi,
tata kelola, kesiapan kelembagaan serta kesadaran masyarakat,"
pungkasnya.#DISKOMINFOTIK
Jakarta- Sebanyak 69
aplikasi berstatus go live di Pusat Data Nasional hingga September 2026,
sementara 28 juta pelanggan seluler telah melakukan registrasi berbasis
biometrik hingga akhir September 2026.
Kementerian Komunikasi dan
Digital menempatkan penguatan infrastruktur, identitas digital, pengawasan
platform, dan literasi masyarakat sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem
digital yang aman dan tepercaya.
Staf Ahli Menteri Bidang Sosial,
Ekonomi, dan Budaya Kementerian Komdigi Raden Wijaya Kusumawardhana menjelaskan
bahwa penguatan ketahanan digital dilakukan seiring dengan semakin luasnya
penggunaan layanan digital oleh masyarakat dan pemerintah.
"Hingga September 2026,
ekosistem pusat data nasional telah dimanfaatkan lebih dari 490 tenan, yang
terdiri dari kementerian, pemerintah daerah, maupun lembaga pemerintah
lainnya," ujarnya saat mewakili Menkomdigi Meutya Hafid dalam National Cybersecurity
Connect (NCC) 2026 di Jakarta Selatan, Rabu (28/10/2026).
Wijaya menjelaskan layanan Pusat
Data Nasional telah memasuki tahap operasional untuk aplikasi dengan tingkat
risiko rendah. Pengembangan tersebut menjadi bagian dari penguatan
infrastruktur pemerintah digital yang juga mencakup jaringan intrapemerintah dan
Sistem Penghubung Layanan Pemerintah.
Selain infrastruktur, Kemkomdigi
memperkuat kepercayaan terhadap identitas digital melalui penerapan verifikasi
biometrik pengenalan wajah dalam registrasi pelanggan seluler berdasarkan
Peraturan Menteri Komdigi Nomor 7 Tahun 2026 tentang Registrasi Pelanggan Jasa
Telekomunikasi melalui Jaringan Bergerak Seluler.
Hingga akhir September 2026,
sebanyak 28 juta pelanggan telah melakukan registrasi menggunakan biometrik.
Meski demikian, jumlah tersebut masih perlu ditingkatkan mengingat besarnya
populasi pengguna perangkat seluler di Indonesia.
"Langkah ini diarahkan untuk
memperkuat kualitas identitas pelanggan dan mempersempit peluang penyalahgunaan
nomor seluler dalam aktivitas digital sekaligus tetap menuntut pelindungan data
pribadi yang ketat," jelasnya.
Penguatan ketahanan digital juga
dilakukan melalui pengawasan platform dan pelindungan pengguna. Sepanjang 20
Oktober 2024 hingga 11 September 2026, Kemkomdigi telah menangani 5,15 juta
konten negatif, termasuk sekitar 4 juta konten perjudian online.
Pemerintah juga memperkuat
tanggung jawab platform terhadap keselamatan anak melalui penerbitan Peraturan
Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem
Elektronik Dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS).
Di sisi pengembangan kapasitas
masyarakat, program literasi digital telah menjangkau sekitar 5,7 juta orang.
Sementara itu, lebih dari 870 ribu peserta telah menyelesaikan pelatihan
Digital Talent Scholarship dan Microskill secara kumulatif hingga September
2026.
Wijaya menekankan bahwa
pembangunan ketahanan digital tidak cukup diukur dari jumlah infrastruktur,
aplikasi, maupun program yang telah dijalankan. Keberhasilan transformasi
digital juga ditentukan oleh kemampuan layanan untuk tetap beroperasi ketika
menghadapi gangguan serta kepercayaan masyarakat terhadap keamanan teknologi.
"Keamanan membangun
kepercayaan, sementara ketahanan atau resilience memastikan kepercayaan
tersebut tidak langsung hilang ketika terjadi gangguan," katanya.
Menurutnya, pendekatan tersebut
sejalan dengan tiga pilar transformasi digital Kemkomdigi, yakni Terhubung,
Tumbuh, dan Terjaga. Ketiganya menempatkan perluasan akses, penciptaan nilai
tambah ekonomi, serta pelindungan masyarakat sebagai bagian yang saling
berkaitan.
Untuk memperkuat ketahanan
tersebut, Kemkomdigi mengajak seluruh pemangku kepentingan menjalankan tiga
agenda bersama, yaitu penerapan security by design dan resilience by
design, penguatan koordinasi dan kesiapan menghadapi insiden siber, serta
perluasan kapasitas keamanan digital hingga masyarakat dan pelaku usaha.
Kolaborasi itu melibatkan Badan
Siber dan Sandi Negara (BSSN), pemerintah, industri, akademisi, serta
masyarakat sesuai peran dan kewenangan masing-masing.
"Karena itu, kita
membutuhkan pendekatan kolaboratif cyber governance yang menghubungkan
kewenangan pemerintah, kemampuan teknologi industri, penelitian akademik, dan
partisipasi masyarakat," pungkasnya.#DISKOMINFOTIK
BENGKALIS – Unit Pelaksana Teknis
Daerah Laboratorium Kesehatan Masyarakat (UPTD Labkesmas) Kabupaten Bengkalis
berhasil meraih akreditasi dengan predikat Utama. Capaian ini menjadi bukti
komitmen dan kerja keras bersama dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan
masyarakat di Kabupaten Bengkalis.
Keberhasilan tersebut disambut
dengan acara syukuran akreditasi, Kamis, 29 Oktober 2026 di Labkesmas jalan
Kelapapati Darat Bengkalis.
Kepala Dinas Kesehatan, diwakili
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Yessica Febrina, mengucapkan selamat dan
tahniah kepada seluruh jajaran UPTD Labkesmas Bengkalis atas capaian akreditasi
tersebut.
Yessica menyampaikan bahwa
predikat Utama merupakan pencapaian yang patut disyukuri sekaligus menjadi
motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan.
Ia berharap seluruh jajaran
Labkesmas dapat mempertahankan predikat tersebut dan terus melakukan pembenahan
agar ke depannya mampu meraih predikat Paripurna sebagai tingkat akreditasi
tertinggi.
"Mari bersama-sama kita
menjaga dan mempertahankan predikat Utama ini, serta terus belajar dan
meningkatkan kualitas pelayanan agar ke depannya bisa meraih predikat
Paripurna. Kami dari Dinas Kesehatan juga akan selalu memberikan dukungan penuh
terhadap keberadaan dan pengembangan Labkesmas," ujar Yessica.
Ia menambahkan, keberhasilan
meraih akreditasi ini merupakan hasil kerja bersama yang harus ditindaklanjuti
dengan peningkatan kinerja dan pelayanan. Menurutnya, keberadaan Labkesmas juga
memiliki peran penting dalam mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD)
Kabupaten Bengkalis.
"Ini merupakan usaha kita
semua. Dengan hasil akreditasi ini, ke depannya kita bersama-sama meningkatkan
Pendapatan Asli Daerah sesuai dengan target yang telah ditetapkan,"
tambahnya.
Sementara itu, Kepala UPTD
Labkesmas Bengkalis, Eka Heriyanti, menyampaikan terima kasih kepada seluruh
pihak yang telah memberikan dukungan sehingga proses akreditasi dapat berjalan
dengan lancar dan memperoleh hasil yang memuaskan.
Ia menegaskan, predikat Utama
yang diraih merupakan hasil kerja keras, kekompakan, dan komitmen seluruh
jajaran dalam memenuhi standar pelayanan kesehatan yang telah ditetapkan.
"Kami mengucapkan terima
kasih kepada teman-teman semua. Hasil akreditasi yang memuaskan ini merupakan
buah dari kerja keras kita bersama. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada
tim dari Dinas Kesehatan, puskesmas, serta RSUD Bengkalis yang telah memberikan
dukungan dan support sehingga proses akreditasi berjalan dengan lancar,"
ungkap Eka.
Lebih lanjut, Eka berharap
capaian akreditasi tersebut tidak hanya menjadi sebuah pengakuan administratif,
tetapi juga dapat diwujudkan melalui penerapan standar mutu dalam setiap aspek
pelayanan kepada masyarakat.
Dengan predikat Utama yang telah
diraih, UPTD Labkesmas Bengkalis berkomitmen untuk terus melakukan evaluasi,
pembenahan, dan peningkatan kualitas pelayanan agar mampu memberikan layanan
pemeriksaan kesehatan yang profesional, berkualitas, dan terpercaya.
"Kami berharap dengan nilai yang telah diperoleh ini, penerapan mutu pelayanan kesehatan dapat terus ditingkatkan sehingga Labkesmas yang kita miliki ini bisa menjadi laboratorium kesehatan masyarakat rujukan bagi masyarakat luas," tutupnya.#DISKOMINFOTIK
]]>Jakarta - Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mendorong perusahaan teknologi Amerika Serikat memperluas investasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Indonesia, mulai dari penciptaan peluang ekonomi, peningkatan keterampilan tenaga kerja, hingga pemanfaatan teknologi untuk memperbaiki layanan publik.
Dalam pertemuan dengan delegasi
US-ASEAN Business Council (USABC), Meutya menegaskan bahwa Indonesia tidak
hanya membutuhkan investasi untuk memperluas infrastruktur digital, tetapi juga
kolaborasi yang menghasilkan transfer pengetahuan, pengembangan talenta, serta
akses inovasi yang lebih merata, termasuk bagi masyarakat di wilayah perdesaan.
“Pembangunan digital tidak cukup
hanya menghubungkan masyarakat dengan internet. Konektivitas harus membuka
peluang pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, dan
memperbaiki pelayanan publik. Tanpa manfaat tersebut, potensi pembangunan
infrastruktur digital belum dapat dimanfaatkan secara optimal,” ujar Meutya di
Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, Rabu (28/10/2026).
Meutya menjelaskan bahwa arah
transformasi digital Indonesia bertumpu pada tiga prinsip, yaitu Terhubung,
Tumbuh, dan Terjaga. Ketiganya menjadi landasan agar perluasan konektivitas
diikuti peningkatan produktivitas masyarakat sekaligus pelindungan dalam
pemanfaatan teknologi.
Melalui prinsip tersebut,
pemerintah ingin memastikan investasi digital tidak hanya menghasilkan
pertumbuhan industri, tetapi juga memperkuat kemampuan Indonesia dalam
mengembangkan dan memanfaatkan teknologi secara berkelanjutan.
“Hubungan kita akan semakin baik
apabila kita terus memperhatikan transfer pengetahuan dan peningkatan keahlian
dalam berbagai pengembangan digital yang dilakukan di Indonesia,” kata Meutya.
Karena itu, Kemkomdigi mendorong
perusahaan teknologi Amerika Serikat untuk memperluas kontribusi melalui
pengembangan talenta digital, peningkatan kapasitas tenaga kerja, dan penerapan
teknologi yang menjawab kebutuhan masyarakat.
Inovasi AI Perlu Diimbangi
Kepastian Regulasi dan Pelindungan Publik
Pengembangan kecerdasan
artifisial (AI) turut menjadi perhatian utama dalam pertemuan tersebut. Meutya
menegaskan bahwa Indonesia terbuka terhadap inovasi dan investasi AI, dengan
tetap mengedepankan keamanan, pelindungan anak, serta pelindungan data pribadi.
Menurutnya, besarnya jumlah
penduduk Indonesia menjadikan pengembangan AI sebagai peluang strategis
sekaligus tanggung jawab yang membutuhkan tata kelola yang jelas.
“Indonesia perlu terus
mengembangkan AI dan memanfaatkan peluang yang ditawarkannya. Namun, dengan
jumlah penduduk sekitar 280 juta jiwa, kita juga harus memastikan adanya aturan
dan mekanisme perlindungan yang memadai agar teknologi ini dapat digunakan secara
aman dan bertanggung jawab,” tegas Meutya.
Dalam penyusunan kebijakan
digital, termasuk peta jalan AI nasional, Kemkomdigi berkomitmen membuka dialog
dengan pelaku industri dan berbagai pemangku kepentingan.
Meutya menekankan bahwa kepastian
dan keterbukaan regulasi penting untuk memberikan ruang bagi inovasi, sekaligus
memastikan perkembangan teknologi tetap sejalan dengan kepentingan masyarakat
Indonesia.
“Kami ingin memastikan regulasi
yang disiapkan dapat dipahami dan diprediksi oleh para pemangku kepentingan,
bukan menjadi kejutan bagi industri. Karena itu, proses penyusunannya perlu
terbuka terhadap berbagai perspektif agar inovasi dapat berkembang dengan tetap
memperhatikan pelindungan masyarakat,” ungkapnya.
USABC Tekankan Pentingnya
Kemitraan Pemerintah dan Industri
CEO US-ASEAN Business Council
Brian McFeeters menyampaikan bahwa kerja sama pemerintah dan sektor swasta
semakin penting di tengah perkembangan teknologi digital, terutama AI, yang
berlangsung sangat cepat.
“Dibandingkan dengan bidang lain
yang menjadi perhatian kami, isu digital merupakan bidang yang sangat
membutuhkan kemitraan pemerintah dan sektor swasta. Kemitraan ini menjadi
sangat penting karena perkembangan AI berlangsung dari minggu ke minggu,” ujar
Brian.
Brian juga menyoroti kontribusi
perusahaan-perusahaan Amerika Serikat di Indonesia melalui investasi, transfer
pengetahuan, pendidikan, pengembangan keahlian, serta berbagai program tanggung
jawab sosial perusahaan.
Menurutnya, USABC telah
menyiapkan laporan yang mendokumentasikan kontribusi tersebut sebagai bagian
dari upaya memperkuat hubungan ekonomi dan kerja sama digital antara Indonesia
dan Amerika Serikat.
Kemkomdigi memandang kemitraan
dengan USABC sebagai kesempatan untuk memperkuat kolaborasi yang memberikan
manfaat jangka panjang bagi Indonesia. Melalui investasi yang disertai
pengembangan kapasitas sumber daya manusia, transfer pengetahuan, serta tata
kelola teknologi yang bertanggung jawab, pemerintah mendorong pertumbuhan
ekosistem digital Indonesia yang produktif, inklusif, aman, dan
tepercaya.#DISKOMINFOTIK
BENGKALIS – Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.
Kabar duka menyelimuti Provinsi Riau atas wafatnya Ir. H. Iskandar Hoesin, MH
Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Riau periode 2011–2019
sekaligus Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Riau periode
2022–2026.
Bupati Bengkalis, Hj. Kasmarni, beserta keluarga
besar Pemerintah Kabupaten Bengkalis menyampaikan belasungkawa yang mendalam
atas kepergian almarhum yang dikenal memiliki rekam jejak panjang dalam
pengabdian di bidang Pemerintahan, politik, dan olahraga.
H. Iskandar Hoesin mengembuskan napas terakhir pada
Rabu (28/10/2026), pukul 08.30 WIB, di RSUD Arifin Achmad, Pekanbaru, dalam
usia 77 tahun.
Semasa hidupnya, almarhum telah menorehkan
perjalanan pengabdian yang panjang. Lahir di Trieng Gading, Aceh, pada 11 Mei
1949, Iskandar merupakan lulusan Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala
yang mengawali karier di lingkungan Departemen Transmigrasi sebelum mengemban
berbagai jabatan strategis di bidang hukum dan hak asasi manusia (HAM).
Beliau juga pernah menjabat sebagai Sekretaris
Menteri Negara Urusan HAM pada 2000–2001, Kepala Badan Penelitian dan
Pengembangan HAM pada 2001–2004, serta Staf Ahli Menteri Hukum dan HAM mulai
2006.
Didunia politik, Iskandar dipercaya memimpin DPW
Partai NasDem Riau selama dua periode, yakni 2011–2019. Sementara di bidang
olahraga, pengalamannya mencakup kepemimpinan di Persiraja Banda Aceh dan PSPS
Pekanbaru serta keterlibatan dalam berbagai organisasi cabang olahraga.
Pengalaman dan dedikasinya tersebut mengantarkan
almarhum menjadi Ketua KONI Riau periode 2022–2026. Kiprahnya menjadi bagian
dari perjalanan pembinaan olahraga di Riau, sekaligus meninggalkan jejak
pengabdian di berbagai bidang yang pernah digelutinya.
Bupati Kasmarni menyampaikan bahwa kepergian
almarhum merupakan kehilangan bagi keluarga, kerabat, serta berbagai kalangan
yang selama ini mengenal dan bekerja bersama almarhum dalam menjalankan
pengabdian kepada masyarakat.
“Atas nama pribadi, keluarga, dan seluruh keluarga
besar Pemerintah Kabupaten Bengkalis, kami menyampaikan belasungkawa yang
sedalam-dalamnya atas wafatnya Bapak H. Iskandar Hoesin.
Semoga almarhum husnul khatimah, diampuni segala
khilaf dan dosanya, diterima seluruh amal ibadahnya, serta ditempatkan Allah
SWT di tempat terbaik di sisi-Nya. Kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga
diberikan ketabahan, kesabaran, dan kekuatan dalam menghadapi cobaan ini,”
ungkap Bupati Kasmarni.
Bupati Kasmarni juga berharap segala pengabdian dan
kebaikan almarhum semasa hidup dapat menjadi kenangan yang baik bagi keluarga,
sahabat, serta masyarakat yang pernah merasakan kontribusinya.
Pemerintah Kabupaten Bengkalis turut mendoakan agar
keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberikan kekuatan dan keikhlasan dalam
menerima ketetapan Allah SWT.
Allahummaghfirlahu warhamhu wa’afihi wa’fu’anhu.
Semoga Allah SWT melimpahkan rahmat dan ampunan kepada almarhum. Aamiin ya
Rabbal ‘alamin.#DISKOMINFOTIK
BANTAN – Dewan Pendidikan Kabupaten Bengkalis
mengapresiasi Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Bantan yang telah
menyelenggarakan Lomba Cerdas Cermat tingkat Sekolah Dasar (SD) se-Kecamatan
Bantan.
Kegiatan ini dinilai menjadi salah satu upaya
positif dalam meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus mendorong prestasi dan
kemampuan akademik peserta didik. Rabu, 28 Oktober 2026. Bertempat di SDN 1
Kecamatan Bantan.
Sebagai bentuk dukungan terhadap semangat belajar
dan prestasi siswa, Dewan Pendidikan Kabupaten Bengkalis turut memberikan
tambahan hadiah berupa uang saku kepada peserta yang berhasil meraih juara
pertama.
Lomba cerdas cermat ini menjadi wadah bagi para
siswa untuk mengasah kemampuan akademik, memperluas wawasan, serta meningkatkan
motivasi dalam belajar. Selain menguji penguasaan materi pelajaran, kegiatan
tersebut juga memberikan pengalaman berharga bagi peserta didik untuk membangun
kepercayaan diri dan mengembangkan kemampuan berpikir kritis.
Dewan Pendidikan Kabupaten Bengkalis menilai
kegiatan seperti ini perlu terus dilaksanakan sebagai bagian dari upaya
membangun budaya belajar yang positif di lingkungan sekolah. Melalui kompetisi
yang sehat, para siswa dapat belajar untuk bekerja sama dalam tim, menghargai
kemampuan orang lain, serta menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas.
Apresiasi juga disampaikan kepada K3S Kecamatan
Bantan beserta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan
penyelenggaraan lomba tersebut. Kolaborasi antara kepala sekolah, guru, Dinas
Pendidikan, Dewan Pendidikan, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya dinilai
memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung
perkembangan potensi peserta didik.
Dukungan yang diberikan Dewan Pendidikan Kabupaten
Bengkalis melalui tambahan hadiah uang saku bagi peraih juara pertama merupakan
salah satu bentuk perhatian terhadap upaya peningkatan prestasi siswa. Dukungan
tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi peserta didik untuk terus
belajar, mengembangkan kemampuan, dan berani menunjukkan potensi terbaik yang
dimiliki.
Lebih dari sekadar perlombaan, kegiatan cerdas
cermat juga menjadi sarana untuk menanamkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab,
kerja sama, dan semangat pantang menyerah sejak usia sekolah dasar. Nilai-nilai
tersebut penting dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya unggul dalam
bidang akademik, tetapi juga memiliki karakter yang baik.
Dewan Pendidikan Kabupaten Bengkalis berharap
kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjadi
agenda rutin K3S di seluruh kecamatan di Kabupaten Bengkalis. Dengan demikian,
semakin banyak peserta didik yang memperoleh kesempatan untuk mengembangkan
kemampuan, meningkatkan prestasi, serta membangun kepercayaan diri dalam
menghadapi berbagai tantangan pendidikan.
Melalui sinergi dan komitmen bersama seluruh
pemangku kepentingan, berbagai kegiatan pendidikan yang positif diharapkan
mampu memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan mutu pendidikan di
Kabupaten Bengkalis, sekaligus mendukung lahirnya generasi yang cerdas,
berkarakter, berprestasi, dan memiliki daya saing di masa depan.
Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis, Muthu Saily, Koordinator Wilayah Kecamatan (Korwilcam) Bantan, Zulfahmi, serta M. Ihsan yang mewakili Dewan Pendidikan Kabupaten Bengkalis.#DISKOMINFOTIK
]]>·
Toreh Prestasi Internasional, Mahasiswa Polbeng Raih Gold Medal dan
Special Award di IUIC 2026 Malaysia
BENGKALIS – Mahasiswa Politeknik Negeri Bengkalis
(Polbeng) dari Program Studi Administrasi Bisnis Internasional, Jurusan
Administrasi Niaga, menorehkan prestasi gemilang dengan meraih Gold Medal dan
Special Award dalam ajang Hussein Innovation and Talent Symposium (HITS) ×
International Undergraduate Innovation Competition (IUIC) 2026 yang digelar
Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM), Johor, Malaysia, 26–27 Oktober
2026.
Polbeng mengirimkan dua tim pada kategori Social
Sciences, Humanities, Business & EdTech. Tim pertama beranggotakan Azwa
Mayuni dan Febiola, dengan pendamping M. Fuad Asrofillah. Keduanya mengusung
inovasi Nusantara BookLink: A Data-Driven Digital Ecosystem for Equitable Book
Distribution and Literacy Access in Indonesia, sebuah gagasan ekosistem digital
berbasis data untuk mendukung pemerataan distribusi buku dan akses literasi di
Indonesia.
Sementara itu, tim Feby Amara dan Angel Syafriana
di bawah bimbingan Armita Novriana Rambe mengangkat inovasi FURNIQUES: An
Asset-Light Marketplace Bridging the Market Gap Between Urban Demand and
Isolated Artisans via Interactive 3D Customization and Direct Artisan
Integration. Selain meraih Gold Medal, inovasi FURNIQUES juga berhasil
memperoleh Sustainable Innovation Award.
IUIC 2026 merupakan kompetisi inovasi internasional
bagi mahasiswa sarjana yang diselenggarakan Pusat Pembangunan Pelajar UTHM
dalam rangkaian Hussein Innovation & Talent Symposium (HITS) 2026 bertema
“Driving Talent and Innovation for Sustainable Future”.
Kompetisi menjadi wadah bagi mahasiswa untuk
menampilkan penelitian, produk inovatif, dan solusi kreatif yang menjawab
berbagai kebutuhan nyata.
Kompetisi dilaksanakan secara hybrid.
Peserta internasional dapat mengikuti penilaian
secara daring pada 17–24 Oktober, sedangkan penilaian langsung berlangsung pada
26–27 Oktober di Dewan Sultan Ibrahim, UTHM. Penilaian dilakukan oleh panel
juri internasional dengan mempertimbangkan aspek inovasi, orisinalitas, dampak,
presentasi, serta potensi komersialisasi.
Kedua tim Polbeng melakukan persiapan selama kurang
lebih satu bulan. Persiapan meliputi pematangan ide inovasi, penyusunan paper,
perancangan poster, hingga pembuatan video presentasi untuk mengikuti tahapan
penilaian.
Mahasiswa mengaku bersyukur dan bangga atas hasil
yang diperoleh. Bagi mereka, capaian tersebut menjadi hasil dari proses
belajar, kerja sama tim, dan persiapan yang telah dilakukan sekaligus
pengalaman untuk menguji inovasi pada kompetisi tingkat internasional.
“Prestasi ini bukan hanya tentang medali, tetapi
juga pengalaman dan pembelajaran yang kami dapatkan selama mengikuti kompetisi.
Kami berharap capaian ini dapat memotivasi mahasiswa Polbeng lainnya untuk
terus mengembangkan potensi, berinovasi, dan berani mengikuti kompetisi di
tingkat nasional maupun internasional,” ungkap Azwa, salah satu mahasiswa.
IUIC 2026 diikuti mahasiswa dari berbagai universitas, politeknik, dan institusi pendidikan dari sejumlah negara. Melalui capaian ini, mahasiswa Polbeng menunjukkan bahwa inovasi dari bidang administrasi dan bisnis juga memiliki peluang untuk bersaing dan mendapat pengakuan di tingkat internasional.#DISKOMINFOTIK
]]>
BENGKALIS — Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM)
Jurnalistik Cendekia Politeknik Negeri Bengkalis menggelar pengabdian kepada
masyarakat bertajuk REDAKSI (Relawan Edukasi dan Literasi Anak) di Rumah Quran
& Rumah Yatim Aisyah, Jalan Bathin Alam, Desa Kuala Alam, Ahad, 25 Oktober
2026.
Kegiatan ini melibatkan anggota UKM Jurnalistik
Cendekia dan pengurus Yayasan Aisyah. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa
mengajak anak-anak di yayasan untuk mengenal literasi melalui aktivitas
edukatif dan kreatif.
Rangkaian kegiatan meliputi penyampaian materi,
mewarnai bersama, serta pemberian apresiasi kepada anak yang dinilai paling
kreatif. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya mahasiswa untuk mengenalkan
literasi kepada anak-anak melalui pendekatan yang menyenangkan.
Ketua Yayasan Aisyah, Yeni, menyampaikan harapannya
agar kegiatan tersebut membawa manfaat bagi anak-anak maupun mahasiswa yang
terlibat. Ia juga berpesan agar mahasiswa senantiasa meminta doa dan restu
orang tua dalam menjalani kehidupan.
“Semoga niat, hajat, dan keinginan mahasiswa
dikabulkan oleh Allah SWT. Satu pesan saya, semoga kalian sukses dalam
keberkahan hidup. Apa pun yang dilakukan, jangan lupa meminta doa orang tua.
Untuk anak-anak, semoga sukses dunia dan akhirat,” ujarnya.
Sementara itu, Pimpinan Umum UKM Jurnalistik
Cendekia menilai bahwa pengabdian tersebut bukan hanya menjadi ruang bagi
mahasiswa untuk berbagi pengetahuan, tetapi juga kesempatan untuk belajar dari
anak-anak yang mereka temui.
Menurutnya, pengalaman tersebut mengajarkan
mahasiswa tentang kehidupan, rasa syukur, dan cara memaknai hal-hal sederhana.
Dengan demikian, proses belajar dalam kegiatan pengabdian tidak hanya
berlangsung satu arah, tetapi juga memberikan pengalaman berharga bagi
mahasiswa.
Ketua Pelaksana REDAKSI, Rafia Anjani, berharap
kegiatan tersebut dapat memberikan dampak positif bagi anak-anak maupun
mahasiswa yang terlibat.
“Semoga kegiatan ini dapat memberikan dampak bagi
adik-adik dan kita semua, serta menyadarkan bahwa literasi merupakan hal yang
sangat penting,” ujarnya.
Melalui REDAKSI, UKM Jurnalistik Cendekia
Politeknik Negeri Bengkalis berupaya memperkenalkan literasi kepada anak-anak
sekaligus membangun pengalaman belajar bersama melalui kegiatan pengabdian
kepada masyarakat#DISKOMINFOTIK
BENGKALIS — Pemerintah Kecamatan Bengkalis bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat
dan Desa (PMD), Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik)
Kabupaten Bengkalis, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), serta
Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bengkalis melaksanakan kegiatan pembinaan
dan sosialisasi Program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik). Bertempat di Balai
Panglima Minal, Kantor Camat Bengkalis. Rabu, 28 Oktober 2026.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman
aparatur pemerintah desa dan kelurahan mengenai pentingnya pengelolaan data
yang akurat, mutakhir, terpadu, dan dapat dipertanggungjawabkan sebagai dasar
perencanaan pembangunan serta pengambilan kebijakan.
Dalam sambutannya, Camat Bengkalis, Rafli
Kurniawan, menyampaikan dukungannya terhadap pelaksanaan Program Desa Cantik.
Ia menegaskan bahwa data merupakan salah satu unsur penting dalam menentukan
arah pembangunan dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Menurutnya, pemerintah desa dan kelurahan perlu
memiliki data yang valid dan terbaru agar setiap program pembangunan dapat
disusun berdasarkan kebutuhan serta kondisi nyata masyarakat.
“Melalui Program Desa Cantik ini, kami berharap
pemerintah desa dan kelurahan semakin memahami pentingnya pengelolaan data yang
baik, mulai dari pengumpulan, pemutakhiran hingga pemanfaatannya dalam
perencanaan pembangunan. Data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan akan
membantu pemerintah dalam menentukan program prioritas sehingga pembangunan
yang dilaksanakan benar-benar tepat sasaran dan memberikan manfaat bagi
masyarakat,” ujar Rafli.
Rafli juga berharap adanya sinergi dan koordinasi
yang berkelanjutan antara pemerintah kecamatan, pemerintah desa dan kelurahan,
BPS, Diskominfotik, serta perangkat daerah terkait dalam mendukung keberhasilan
Program Desa Cantik di Kecamatan Bengkalis.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat
dan Desa (PMD) Kabupaten Bengkalis, Ismail, menyampaikan bahwa Program Desa
Cinta Statistik merupakan bentuk kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten
Bengkalis dan BPS Kabupaten Bengkalis dalam memperkuat tata kelola data di
tingkat desa dan kelurahan.
“Program Desa Cantik sangat penting karena membantu kepala desa dan lurah dalam memperoleh data yang akurat, tervalidasi, dan terdigitalisasi. Dengan ketersediaan data yang berkualitas, pemerintah desa dan kelurahan dapat lebih mudah menjadikan data sebagai dasar dalam menyusun perencanaan pembangunan maupun mengambil kebijakan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ujar Ismail.
Ia berharap ke depan Program Desa Cantik dapat
diterapkan di seluruh desa dan kelurahan se-Kabupaten Bengkalis agar
pengelolaan data semakin baik, terarah, dan memberikan manfaat nyata bagi
masyarakat.
Ismail juga menekankan bahwa data desa tidak hanya berfungsi sebagai bahan administrasi, tetapi juga menjadi dasar untuk mengenali potensi ekonomi, kondisi sosial masyarakat, kebutuhan pelayanan publik, serta peluang pengembangan desa. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara pemerintah desa, kecamatan, BPS, Diskominfotik, dan perangkat daerah terkait agar pengelolaan data dapat dilaksanakan secara berkelanjutan.
Dalam kegiatan tersebut, Kepala BPS Bengkalis hadir
sebagai narasumber untuk memberikan pemahaman mengenai konsep, tujuan, serta
pelaksanaan Program Desa Cantik.
Dalam pemaparannya, Sudiro menjelaskan bahwa Desa
Cantik merupakan program pembinaan statistik yang bertujuan meningkatkan
literasi statistik aparatur desa, memperbaiki kualitas data, serta mendorong
pemanfaatan statistik dalam perencanaan dan evaluasi pembangunan desa.
“Kami berharap seluruh data yang dikelola oleh
pemerintah desa dan kelurahan dapat dikembangkan menjadi data statistik
sektoral dan terintegrasi ke dalam Portal Satu Data Indonesia. Dalam hal ini,
BPS Kabupaten Bengkalis siap membantu dan mendampingi bapak dan ibu dalam
mengembangkan serta meningkatkan kualitas data tersebut agar dapat dimanfaatkan
secara optimal untuk mendukung pembangunan yang berkelanjutan,” ungkap Sudiro.
Ia menekankan bahwa desa merupakan salah satu
sumber penting data pembangunan. Oleh karena itu, aparatur desa perlu memahami
cara mengumpulkan, mengolah, memeriksa, dan menyajikan data secara benar agar
informasi yang dihasilkan dapat menggambarkan kondisi masyarakat secara akurat.
Kepala Bidang Data Statistik Diskominfotik
Kabupaten Bengkalis, Azmar, menyampaikan bahwa Diskominfotik memiliki peran
dalam mendukung tata kelola data daerah melalui penyelenggaraan Satu Data
Indonesia, koordinasi data statistik sektoral, standardisasi data, serta
pemanfaatan teknologi informasi sesuai dengan tugas dan kewenangannya.
Ia menjelaskan bahwa keberhasilan Program Desa
Cantik memerlukan pengelolaan data yang terstruktur, mulai dari proses
pengumpulan, pemeriksaan, pemutakhiran, hingga pemanfaatan dan penyebarluasan
data sesuai ketentuan yang berlaku.
“Melalui Program Desa Cantik, kita berharap
pemerintah desa semakin memahami pentingnya data yang berkualitas. Data yang
dikelola dengan baik akan menjadi dasar dalam menyusun perencanaan pembangunan
yang tepat sasaran sekaligus mendukung terwujudnya Satu Data Kabupaten
Bengkalis,” ujarnya.
Azmar juga menegaskan bahwa koordinasi antara
Diskominfotik dan BPS sangat diperlukan untuk memastikan data yang dihasilkan
pemerintah desa dapat dikelola secara konsisten dan dimanfaatkan untuk
mendukung pembangunan daerah.#DISKOMINFOTIK