www.ppid.bengkaliskab.go.id http://ppid.bengkaliskab.go.id/feed/ PPID Kabupaten Bengkalis en-ca [email protected] http://disdik.bengkaliskab.go.id/logo.png Copyright 2026 Beredar Video AI Mengatasnamakan Bupati Kasmarni, Warga Bengkalis Diimbau Waspada Penipuan https://ppid.bengkaliskab.go.id/web/detailberita/7331/beredar-video-ai-mengatasnamakan-bupati-kasmarni,-warga-bengkalis-diimbau-waspada-penipuan https://ppid.bengkaliskab.go.id/web/detailberita/7331/beredar-video-ai-mengatasnamakan-bupati-kasmarni,-warga-bengkalis-diimbau-waspada-penipuan Thursday, November 05, 2026 12:00 AM
  • Siaran Pers
  • Nomor: 400.14.4.3/501/KOM.IKP
  • Rabu  4 November 2026
  • Beredar Video AI Mengatasnamakan Bupati Kasmarni, Warga Bengkalis Diimbau Waspada Penipuan

BENGKALIS – Masyarakat Kabupaten Bengkalis diimbau untuk lebih berhati-hati dan tidak mudah percaya terhadap beredarnya video yang menampilkan sosok Bupati Bengkalis, Hj. Kasmarni, diduga hasil rekayasa teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Video berdurasi sekitar 40 detik tersebut memperlihatkan sosok yang menyerupai Bupati Kasmarni mengenakan pakaian batik bermotif cokelat lengkap dengan atribut Korpri dan tanda jabatan bupati. Dalam video tersebut, suara yang menyerupai Bupati Kasmarni menyampaikan informasi kepada seorang perempuan bernama Sukinah, warga Kelapapati, Kecamatan Bengkalis, terkait penukaran uang koin lama dengan nilai mencapai Rp10 miliar.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Kabupaten Bengkalis, Agus Sofyan, memastikan bahwa video tersebut bukan berasal dari Bupati Bengkalis, Hj. Kasmarni, melainkan hasil rekayasa menggunakan teknologi AI.

Agus meminta masyarakat agar tidak langsung mempercayai informasi yang disampaikan melalui video tersebut, terlebih jika disertai permintaan sejumlah uang dengan dalih pembayaran pajak atau biaya administrasi.

“Dapat saya pastikan bahwa video adalah versi AI, bukan berasal dari Bupati Bengkalis Ibu Kasmarni. Untuk itu, bagi siapa pun yang menerima video tersebut, jangan langsung percaya. Apalagi sampai harus mengeluarkan uang jutaan rupiah,” ungkap Agus.

Dalam video rekayasa tersebut, sosok yang menyerupai Bupati Kasmarni menyampaikan bahwa seorang kolektor bernama Jhon LBF bersama timnya akan datang ke Bengkalis untuk menukarkan uang koin lama milik Sukinah dengan uang senilai lebih dari Rp10 miliar.

Namun, dalam narasi video tersebut, Sukinah diminta terlebih dahulu membayar pajak daerah sebesar Rp10 juta. Bahkan, disebutkan bahwa kedatangan kolektor tidak dapat dilanjutkan apabila biaya tersebut belum diselesaikan.

Modus inilah yang patut diwaspadai masyarakat karena berpotensi menjadi upaya penipuan dengan memanfaatkan identitas dan suara pejabat daerah melalui teknologi AI.

Terungkapnya video tersebut bermula pada Rabu, 4 November 2026, sekitar pukul 15.25 WIB. Seorang perempuan bernama Sukinah mendatangi Kantor Bupati Bengkalis, tepatnya Bagian Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Bengkalis, untuk memastikan kebenaran informasi yang diterimanya melalui layanan WhatsApp.

Sukinah yang tampak kebingungan berupaya menemui Bupati Kasmarni karena merasa mendapatkan informasi langsung dari sosok yang menyerupai kepala daerah tersebut mengenai uang koin lama yang dimilikinya.

Pegawai Bagian Umum Setda Bengkalis, Yeni, menjelaskan bahwa Sukinah datang dengan harapan dapat bertemu langsung dengan Bupati Kasmarni untuk menanyakan kebenaran video yang diterimanya.

“Waktu itu Ibu Sukinah ingin sekali bertemu Bupati Kasmarni. Beliau menceritakan baru saja menerima kiriman video melalui layanan WhatsApp dari Bupati Bengkalis terkait koin uang lama yang akan ditukar dengan Rp10 miliar dari seorang bernama Jhon,” ujar Yeni.

Sukinah mengaku antara percaya dan tidak percaya dengan informasi tersebut. Namun, karena merasa memiliki uang koin lama yang merupakan celengan anaknya, ia mulai berharap informasi tersebut benar adanya.

Di sisi lain, Sukinah juga merasa bingung karena dalam video tersebut dirinya diminta membayar pajak daerah sebesar Rp10 juta sebelum menerima uang hasil penukaran koin lama tersebut.

Setelah mendengarkan penjelasan Sukinah, Yeni kemudian memberikan pemahaman bahwa video yang mengatasnamakan Bupati Bengkalis tersebut tidak benar dan merupakan hasil rekayasa teknologi AI. Ia juga mengingatkan Sukinah agar tidak menanggapi apabila pihak pengirim kembali menghubunginya dan meminta sejumlah uang.

Tidak hanya menerima video AI yang mengatasnamakan Bupati Bengkalis, Sukinah ternyata juga menunjukkan video serupa yang menampilkan sosok Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dengan isi pesan yang sama.

Atas kejadian tersebut, Diskominfotik Kabupaten Bengkalis kembali mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan digital yang memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan.

Masyarakat diminta selalu melakukan verifikasi terhadap setiap informasi yang mengatasnamakan pejabat pemerintah, khususnya apabila disertai janji mendapatkan uang dalam jumlah besar dengan syarat membayar pajak, biaya administrasi, atau pungutan lainnya.

Apabila menerima video, pesan, maupun panggilan mencurigakan, masyarakat diharapkan tidak terburu-buru memberikan uang, data pribadi, maupun informasi penting lainnya. Pastikan kebenaran informasi melalui saluran komunikasi resmi Pemerintah Kabupaten Bengkalis.

Bijak bermedia digital, jangan mudah percaya, dan waspada terhadap penipuan yang memanfaatkan teknologi AI.#DISKOMINFOTIK

]]>
15 Hektar Lahan Disiapkan, Bupati Hj. Kasmarni Perjuangkan SNT Hadir di Bengkalis https://ppid.bengkaliskab.go.id/web/detailberita/7330/15-hektar-lahan-disiapkan,-bupati-hj.-kasmarni-perjuangkan-snt-hadir-di-bengkalis https://ppid.bengkaliskab.go.id/web/detailberita/7330/15-hektar-lahan-disiapkan,-bupati-hj.-kasmarni-perjuangkan-snt-hadir-di-bengkalis Wednesday, November 04, 2026 12:00 AM
  • Siaran Pers
  • Nomor: 400.14.4.3/500/KOM.IKP
  • Rabu, 4 November 2026
  • 15 Hektar Lahan Disiapkan, Bupati Hj. Kasmarni Perjuangkan SNT Hadir di Bengkalis  

 

JAKARTA - Pemerintah Kabupaten Bengkalis serius memperjuangkan pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT). Tak sekadar mengusulkan, Pemkab Bengkalis bahkan telah menyiapkan lahan seluas kurang lebih 15 hektare di Desa Petani, Kecamatan Bathin Solapan, sebagai bentuk kesiapan daerah mendukung program strategis pemerintah pusat tersebut.

Usulan itu disampaikan langsung Bupati Bengkalis, Hj. Kasmarni, saat melakukan audiensi dengan jajaran Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) di Jakarta, Rabu, 4 November 2026.

Dalam pertemuan tersebut, Kasmarni menegaskan bahwa pembangunan SNT di Kabupaten Bengkalis diharapkan menjadi langkah strategis untuk memperluas akses sekaligus meningkatkan pemerataan kualitas pendidikan, terutama bagi generasi muda di Negeri Junjungan.

"Kami berharap Kabupaten Bengkalis dapat menjadi salah satu daerah yang dipertimbangkan untuk pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi. Sebagai bentuk keseriusan, pemerintah daerah telah menyiapkan lahan seluas kurang lebih 15 hektare di Desa Petani, Kecamatan Bathin Solapan. Kami berharap kesiapan ini menjadi pertimbangan bagi Bapak Dirjen dan jajaran Kemendikdasmen," ujar Kasmarni.

Menurutnya, kesiapan lahan tersebut merupakan wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Bengkalis dalam mendukung program prioritas pemerintah pusat. Kehadiran SNT nantinya diharapkan tidak hanya menghadirkan fasilitas pendidikan yang lebih representatif, tetapi juga menjadi salah satu solusi untuk memperkuat pemerataan dan meningkatkan mutu pendidikan di daerah.

Selain memperjuangkan pembangunan SNT, dalam audiensi tersebut Kasmarni juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Kemendikdasmen melalui program revitalisasi satuan pendidikan yang telah direalisasikan di Kabupaten Bengkalis.

Tercatat sebanyak 39 satuan pendidikan jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), 10 Sekolah Dasar (SD), dan 18 Sekolah Menengah Pertama (SMP) telah mendapatkan program revitalisasi.

Kasmarni menilai, dukungan tersebut sangat berarti dalam mendorong peningkatan kualitas layanan pendidikan, khususnya melalui pembenahan sarana dan prasarana sekolah.

"Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Kemendikdasmen atas perhatian dan dukungan yang telah diberikan kepada Kabupaten Bengkalis. Revitalisasi terhadap 39 PAUD, 10 SD, dan 18 SMP ini tentu sangat berarti bagi dunia pendidikan kami," ungkapnya.

Namun, ia berharap dukungan tersebut tidak berhenti sampai di situ. Pemkab Bengkalis menginginkan agar program revitalisasi dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak satuan pendidikan, sehingga semakin banyak peserta didik yang dapat menikmati fasilitas belajar yang aman, nyaman, dan berkualitas.

"Kami ingin anak-anak di Kabupaten Bengkalis memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan terbaik. Karena itu, sinergi dengan pemerintah pusat harus terus diperkuat agar berbagai program peningkatan mutu pendidikan dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat," tambah Kasmarni.

Audiensi tersebut turut dihadiri Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal, Gogot Suharwoto; Direktur Sekolah Terintegrasi, Nandana Aditya Bhaswara; serta Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Riau, Dr. Nilam Suri.

Pertemuan itu juga diikuti enam kepala daerah lainnya di Provinsi Riau, yakni Bupati Indragiri Hulu, Pelalawan, Kuantan Singingi, Rokan Hulu, Kampar, dan Kepulauan Meranti.

Melalui audiensi tersebut, Pemkab Bengkalis berharap usulan pembangunan SNT mendapat perhatian dan dukungan Kemendikdasmen. Dengan kesiapan lahan yang telah disiapkan, pemerintah daerah optimistis peluang menghadirkan fasilitas pendidikan terintegrasi di Kabupaten Bengkalis semakin terbuka.

Turut mendampingi Bupati Bengkalis, Sekretaris Daerah Kabupaten Bengkalis dr. Ersan Saputra TH, Kepala Dinas Pendidikan Hadi Prasetyo, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Supardi, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Ismail, serta sejumlah Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bengkalis.

 

]]>
Pembudidaya Kerapu Lamongan Go Digital Dukung Swasembada Pangan https://ppid.bengkaliskab.go.id/web/detailberita/7329/pembudidaya-kerapu-lamongan-go-digital-dukung-swasembada-pangan https://ppid.bengkaliskab.go.id/web/detailberita/7329/pembudidaya-kerapu-lamongan-go-digital-dukung-swasembada-pangan Wednesday, November 04, 2026 12:00 AM
  • Siaran Pers
  • Nomor: 400.14.4.3/499/KOM.IKP
  • Selasa, 3 November 2026
  • Pembudidaya Kerapu Lamongan Go Digital, Kemkomdigi Dukung Asta Cita Presiden Prabowo untuk Swasembada Pangan

 

Jakarta-  Kementerian Komunikasi dan Digital perkuat pemanfaatan teknologi digital dalam sektor perikanan untuk mendukung upaya mewujudkan swasembada pangan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

Melalui penerapan teknologi Internet of Things (IoT) dan kecerdasan artifisial (AI), pemerintah berhasil membantu petambak meningkatkan produktivitas budidaya ikan sekaligus memperkuat daya saing hasil perikanan Indonesia.

Menkomdigi Meutya Hafid menyampaikan digitalisasi sektor pertanian dan perikanan menjadi bagian penting dalam mendukung agenda ketahanan pangan nasional. Menurutnya, potensi produksi petani dan petambak Indonesia perlu diperkuat dengan pemanfaatan teknologi agar mampu memenuhi kebutuhan pangan sekaligus bersaing di pasar global.

“Kami hadir menjalankan arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto yang sejak awal konsisten menyampaikan salah satu Asta Cita terkait ketahanan pangan. Karena itu, kami ingin memastikan teknologi digital dan kecerdasan artifisial dapat dimanfaatkan langsung oleh petani dan petambak untuk meningkatkan produktivitas,” tegas Meutya dalam kegiatan Teknologi Digital AIoT Tepat untuk Petani dan Pembudidaya di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, Selasa (3/11/2026).

Meutya menjelaskan, Kemkomdigi mendorong pemanfaatan konektivitas digital untuk kegiatan produktif, termasuk pengembangan sektor perikanan. Upaya tersebut diwujudkan melalui kolaborasi dengan startup dan inovator teknologi lokal yang mengembangkan perangkat serta aplikasi untuk membantu petambak mengelola budidaya secara lebih modern.

"Seperti di Kabupaten Lamongan hari ini, penerapan teknologi IoT pada tambak ikan kerapu memungkinkan pembudidaya memantau kadar oksigen, pH, dan salinitas air. Teknologi ini membantu menjaga kondisi lingkungan budidaya, mendukung pertumbuhan ikan, serta mengurangi tingkat kematian. Pemantauan juga dapat dilakukan melalui aplikasi sehingga pengelolaan tambak menjadi lebih mudah," jelasnya.

Hasil penerapan teknologi selama sekitar lima bulan menunjukkan perkembangan positif. Penggunaan teknologi pada budidaya ikan kerapu tercatat mampu menghemat penggunaan pakan hingga 20 persen, meningkatkan survival rate ikan sebesar 16 persen, serta mendorong peningkatan produktivitas budidaya lebih dari 24 persen.

Meutya menegaskan, pengembangan teknologi akan terus dilakukan agar manfaatnya semakin optimal bagi petambak. Integrasi IoT dengan AI nantinya memungkinkan lebih banyak indikator budidaya dipantau sehingga pengelolaan produksi dapat dilakukan secara semakin efisien.

“Dengan artificial intelligence digabungkan dengan teknologi yang sekarang sudah dimiliki, indikator-indikatornya akan lebih banyak lagi yang bisa dimonitor dan insyaallah efisiensinya semakin bertambah,” ujarnya.

Selain menghadirkan teknologi, Kemkomdigi memberikan edukasi dan pendampingan kepada petambak agar mampu menggunakan perangkat digital secara optimal.

"Program ini melibatkan startup lokal dan menjadi upaya membangun ekosistem inovasi digital sekaligus memperluas pemanfaatan teknologi untuk mendukung ketahanan pangan di daerah," tandasnya.#DISKOMINFOTIK

 

]]>
Ganggu Ketenteraman Masyarakat,12 Anak Punk Ditertibkan Satpol-PP Bengkalis https://ppid.bengkaliskab.go.id/web/detailberita/7328/ganggu-ketenteraman-masyarakat,12-anak-punk-ditertibkan-satpol-pp-bengkalis https://ppid.bengkaliskab.go.id/web/detailberita/7328/ganggu-ketenteraman-masyarakat,12-anak-punk-ditertibkan-satpol-pp-bengkalis Wednesday, November 04, 2026 12:00 AM
  • Siaran Pers
  • Nomor: 400.14.4.3/498/KOM.IKP
  • Selasa, 3 November 2026
  •  Ganggu Ketenteraman Masyarakat,12 Anak Punk Ditertibkan Satpol-PP Bengkalis

 

BENGKALIS - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kabupaten Bengkalis menjaring dua belas anak punk yang memaksa meminta uang kepada masyarakat di seputaran taman air mancur Bengkalis.

Langkah ini diambil usai petugas Satpol PP Kabupaten Bengkalis menerima laporan masyarakat yang merasa terganggu dengan aktivitas mereka di sejumlah titik keramaian diseputaran Taman Air Mancur Bengkalis.

"Lokasi di seputaran Taman Air Mancur Bengkalis adanya 12 anak punk yang kita amankan karena menyebabkan masyarakat terganggu," kata Kepala Bidang (Kabid) Ketenteraman dan Ketertiban Umum dan Penegak Peraturan Daerah Satpol PP Kabupaten Bengkalis Darmansyah, Selasa 3 November 2026.

Menurutnya, penertiban anak punk tersebut karena sebelumnya ada aduan dari masyarakat, bahwa beberapa anak punk memaksa meminta sejumlah uang di warung makan sekitar dan terjadinya perkelahian anak punk dengan warga masyarakat sehingga demi kenyamanan mereka ditertibkan.

"Begitu menerima aduan dari masyarakat, Satpol PP langsung menindaklanjuti ke lokasi, dan melakukan koordinasi bersama Polsek Bengkalis, anak punk kami angkut untuk selanjutnya dilakukan pendataan di Kantor Satpol PP Kabupaten Bengkalis," terangnya.

Ia juga menjelaskan, dua belas anak punk tersebut bukan merupakan warga Kabupaten Bengkalis, terlebih beberapa waktu sebelumnya ada beberapa dari mereka merupakan anak punk yang pernah diamankan petugas Satpol PP.

Sementara itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Bengkalis, Alfakhrurrazy mengatakan, Satpol PP Kabupaten Bengkalis sebagai penyelenggara ketentraman dan ketertiban umum masyarakat pada prinsipnya menghimbau seluruh masyarakat untuk menghormati setiap orang yang berada di tempat umum dan tidak mengganggu ketentraman dan ketertiban umum.

Namun, apabila mereka melakukan aktivitas atau tindakan lain yang berpotensi mengganggu ketenteraman dan ketertiban umum, maka hal tersebut dapat menjadi dasar bagi Satpol PP Kabupaten Bengkalis untuk melakukan penindakan.

"Ini kaitannya dengan Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Bengkalis Nomor 1 Tahun 2016 tentang Ketenteraman dan Ketertiban Umum. Satpol PP akan merespons cepat laporan dari masyarakat, demi menciptakan lingkungan yang kondusif,"ungkapnya.

Razy menegaskan, jajarannya tidak akan berhenti hanya sampai di sini. Patroli yang menyisir tempat-tempat keramaian dan tempat umum akan terus ditingkatkan sebagai bentuk komitmen Satpol PP dalam menjaga kenyamanan warga Kabupaten Bengkalis.

"Tindakan seperti ini tentu menjadi komitmen kami agar Kabupaten Bengkalis terjaga ketentraman dan ketertibannya," tuturnya.#DISKOMINFOTIK.

 keberlangsungan generasi mendatang.#DISKOMINFOTIK

]]>
Mapala Laksamana Polbeng Gelar Seminar Nasional Mangrove untuk Pesisir https://ppid.bengkaliskab.go.id/web/detailberita/7327/mapala-laksamana-polbeng-gelar-seminar-nasional-mangrove-untuk-pesisir https://ppid.bengkaliskab.go.id/web/detailberita/7327/mapala-laksamana-polbeng-gelar-seminar-nasional-mangrove-untuk-pesisir Wednesday, November 04, 2026 12:00 AM
  • Siaran Pers
  • Nomor: 400.14.4.3/497/KOM.IKP
  • Ahad, 1 November 2026
  • Mapala Laksamana Polbeng Gelar Seminar Nasional Mangrove, Dorong Aksi Nyata Pelestarian Ekosistem Pesisir

 

BENGKALIS – Wakil Direktur I Politeknik Negeri Bengkalis (Polbeng), Ir. Romadhoni, secara resmi membuka Seminar Nasional Penanaman Mangrove yang ditaja oleh Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Laksamana Polbeng, Minggu 01 November 2026, bertempat di Aula Teknik Informatika (TI) Politeknik Negeri Bengkalis.

Seminar nasional yang mengangkat tema “Penanaman Mangrove sebagai Aksi Nyata dalam Mewujudkan Ekosistem Pesisir yang Berkelanjutan” tersebut menjadi wadah edukasi dan diskusi dalam meningkatkan kepedulian generasi muda terhadap pentingnya menjaga kelestarian lingkungan, khususnya ekosistem mangrove di wilayah pesisir Kabupaten Bengkalis.

Dalam sambutannya, sekaligus membuka kegiatan, Wakil Direktur I Polbeng, Ir. Romadhoni, mengapresiasi inisiatif Mapala Laksamana yang telah menghadirkan ruang edukasi mengenai pentingnya pelestarian mangrove. Menurutnya, keterlibatan mahasiswa melalui kegiatan lingkungan merupakan bentuk kepedulian sekaligus kontribusi nyata dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir.

Seminar tersebut menghadirkan dua narasumber yang kompeten di bidangnya. Narasumber pertama, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bengkalis, Rinto, menyampaikan materi bertajuk “Kebijakan Pemerintah dalam Pengelolaan dan Pelestarian Ekosistem Mangrove.”

Dalam pemaparannya, Rinto menjelaskan bahwa pengelolaan sumber daya alam harus dilakukan secara bertanggung jawab dengan memperhatikan keseimbangan aspek ekologis, ekonomi, dan sosial. Pemanfaatan alam saat ini, menurutnya, harus tetap menjaga hak hidup generasi mendatang, memastikan daya dukung lingkungan terpelihara, serta memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat.

Ia juga memaparkan bahwa pengelolaan sumber daya alam yang bertanggung jawab merupakan salah satu arah kebijakan dalam mewujudkan program Bengkalis Lestari. Program tersebut bertujuan mendorong pemanfaatan sumber daya alam sesuai kemampuan dan daya dukung lingkungan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memastikan kelestarian lingkungan tetap mampu menopang kehidupan generasi sekarang dan mendatang.

Hal tersebut sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten Bengkalis, yakni Bermarwah, Maju, Sejahtera, dan Unggul di Indonesia.

Lebih lanjut, Rinto mengungkapkan bahwa Kabupaten Bengkalis memiliki tantangan cukup besar dalam menjaga kawasan pesisir. Berdasarkan data tahun 2024, luas eksisting mangrove di Kabupaten Bengkalis mencapai 27.044,6 hektare, sementara rata-rata abrasi pantai dapat mencapai 14 meter per tahun.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Kabupaten Bengkalis telah mengarahkan sejumlah agenda pengelolaan mangrove dan perlindungan pesisir. Pada tahun 2026, kebijakan difokuskan pada pengendalian abrasi dan pengelolaan wilayah pesisir, termasuk penyusunan masterplan perlindungan pesisir dan mangrove.

Selanjutnya, pada periode 2026–2030, agenda diarahkan pada rehabilitasi dan restorasi mangrove dengan melibatkan masyarakat, mitra pembangunan, serta perguruan tinggi. Kolaborasi berbagai pihak tersebut diharapkan mampu memperkuat upaya perlindungan kawasan pesisir secara berkelanjutan.

Sementara itu, narasumber kedua, Khaidir Air, dari Koalisi Air Rakyat, menyampaikan materi bertajuk “Dari Aksi Konservasi ke Pemberdayaan Masyarakat.” Dalam pemaparannya, ia menekankan bahwa pelestarian mangrove tidak cukup hanya dilakukan melalui kegiatan penanaman, tetapi juga harus disertai penguatan kapasitas dan pemberdayaan masyarakat pesisir.

Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting agar upaya konservasi tidak berhenti pada kegiatan seremonial, melainkan mampu memberikan manfaat ekologis, sosial, dan ekonomi dalam jangka panjang.

Kegiatan tersebut turut mendapat dukungan dari Pembina Mapala Laksamana Polbeng, Khairul Saleh, yang terus mendorong mahasiswa agar berperan aktif dalam kegiatan pelestarian lingkungan serta membangun kepedulian sosial melalui organisasi kemahasiswaan.

Ketua Mapala Laksamana Polbeng, Andy Muhammad Rifki, menyampaikan bahwa seminar nasional ini merupakan bagian dari komitmen organisasi dalam meningkatkan wawasan dan kepedulian mahasiswa terhadap berbagai persoalan lingkungan, khususnya keberadaan ekosistem mangrove di wilayah pesisir.

Sementara itu, Ketua Pelaksana kegiatan, M. Ridoan, berharap seminar tersebut tidak hanya menjadi forum berbagi pengetahuan dan bertukar gagasan, tetapi juga mampu membangun kesadaran serta semangat kolektif untuk melakukan aksi nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir.

Seminar nasional ini diikuti sebanyak 100 peserta yang berasal dari berbagai unsur, di antaranya 45 pengurus dan anggota Mapala Laksamana Polbeng, lima orang Mapala Bestari IAIN Datuk Laksemana, 15 orang perwakilan organisasi mahasiswa Polbeng, delapan orang siswa sekolah menengah atas (SMA), serta delapan orang dari kelompok pengelola. Kegiatan ini juga dihadiri perwakilan Basarnas Bengkalis.

Sebagai bentuk implementasi dari materi dan diskusi yang telah dilaksanakan, rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan aksi penanaman mangrove di Kawasan Konservasi Mangrove Paghet Seghaghah, Desa Kelapapati, Kecamatan Bengkalis.

Melalui kegiatan ini, Mapala Laksamana Polbeng berharap terbangun sinergi antara pemerintah, akademisi, organisasi lingkungan, mahasiswa, dan masyarakat dalam mendukung konservasi mangrove. Dengan demikian, kepedulian terhadap lingkungan dapat diwujudkan melalui gerakan penanaman, pemeliharaan, rehabilitasi, serta pemberdayaan masyarakat pesisir.

Mangrove bukan sekadar tanaman pelindung pantai, melainkan benteng kehidupan, sumber penghidupan masyarakat, sekaligus warisan lingkungan yang harus dijaga demi keberlangsungan generasi mendatang.#DISKOMINFOTIK

]]>
Kemenpar RI Gelar Sosialisasi Strategi Promosi Event Daerah, Dorong Potensi Wisata Daerah Mendunia https://ppid.bengkaliskab.go.id/web/detailberita/7326/kemenpar-ri-gelar-sosialisasi-strategi-promosi-event-daerah,-dorong-potensi-wisata-daerah-mendunia https://ppid.bengkaliskab.go.id/web/detailberita/7326/kemenpar-ri-gelar-sosialisasi-strategi-promosi-event-daerah,-dorong-potensi-wisata-daerah-mendunia Tuesday, November 03, 2026 12:00 AM

·         Siaran Pers

·         Nomor: 400.14.4.3/496/KOM.IKP

·         Selasa, 3 November 2026

Kementerian Pariwisata Gelar Sosialisasi Strategi Promosi Event Daerah, Dorong Potensi Wisata Daerah Mendunia

 

BENGKALIS – Kementerian Pariwisata Republik Indonesia melalui Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggara Kegiatan (Events) menggelar Sosialisasi Strategi Promosi Event Daerah di Era Digital, Selasa, 3 November 2026 di aula hotel Twin Bengkalis.

Kegiatan yang dilaksanakan menjadi salah satu upaya Kementerian Pariwisata dalam mendorong pengembangan dan promosi potensi pariwisata daerah melalui pemanfaatan teknologi digital, sehingga berbagai event dan kekayaan budaya daerah semakin dikenal di tingkat nasional maupun internasional.

 

Bupati Bengkalis diwakili Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (SDM), Johansyah Syafri, menyampaikan bahwa persaingan antar daerah dalam menarik kunjungan wisatawan saat ini semakin kompetitif.

Menurutnya, promosi pariwisata tidak lagi cukup hanya mengandalkan baliho, brosur maupun kegiatan seremonial. Namun, diperlukan event yang menarik, memiliki identitas kuat, serta dipromosikan secara kreatif melalui berbagai platform digital.

"Kita hidup di era ketika sebuah destinasi dapat dikenal luas melalui satu konten digital, sebuah tradisi dapat menarik perhatian lintas generasi, dan sebuah event lokal dapat menjangkau masyarakat hingga tingkat nasional bahkan internasional," ungkapnya.

Ia menjelaskan, pemanfaatan teknologi digital harus dilakukan dengan kreativitas, strategi dan konsistensi. Promosi event juga tidak boleh hanya dilakukan menjelang hari pelaksanaan, tetapi harus dirancang sejak awal, diperkuat selama kegiatan berlangsung, dan dilanjutkan setelah kegiatan selesai.

Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Bengkalis mendorong pemanfaatan media sosial, video kreatif, narasi budaya, kolaborasi komunitas serta jaringan promosi digital guna menjangkau calon wisatawan secara lebih luas dan tepat sasaran.

Johansyah juga menegaskan bahwa digitalisasi bukan sekadar mengunggah foto dan video, melainkan bagaimana membangun cerita, menciptakan ketertarikan, menjangkau pasar, serta mendorong masyarakat untuk datang berkunjung.

Menurutnya, kekayaan budaya Melayu dan keunikan Kabupaten Bengkalis harus menjadi identitas sekaligus pembeda yang mampu menarik perhatian wisatawan.

"Kami menyadari bahwa pengembangan pariwisata tidak dapat dilakukan oleh pemerintah sendiri. Diperlukan sinergi dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, mulai dari perangkat daerah, pelaku usaha dan UMKM, komunitas budaya, generasi muda hingga insan kreatif," tambahnya.

Sementara itu, Anggota DPR RI Hendri Munief menyampaikan perhatian dan komitmennya dalam mendorong peningkatan sektor pariwisata, khususnya melalui pemanfaatan ruang digital.

Menurutnya, konten digital memiliki kemampuan menjangkau masyarakat hingga tingkat nasional bahkan internasional. Dengan demikian, berbagai potensi yang dimiliki Kabupaten Bengkalis dapat diperkenalkan lebih luas sehingga semakin dikenal dan diminati masyarakat.

Ia berharap melalui sosialisasi strategi promosi pariwisata tersebut dapat lahir berbagai gagasan baru dan inovasi dalam mengembangkan potensi daerah, sekaligus menghadirkan perubahan positif bagi kemajuan sektor pariwisata Bengkalis.

Senada dengan itu, Zahraini yang juga merupakan Anggota DPRD Kabupaten Bengkalis Daerah Pemilihan (Dapil) Bengkalis - Bantan menyampaikan bahwa kegiatan yang diselenggarakan Kementerian Pariwisata ini merupakan salah satu langkah strategis untuk mempromosikan Kabupaten Bengkalis ke luar daerah.

Ia berharap kegiatan seperti ini tidak hanya dilaksanakan satu kali, tetapi dapat terus dilakukan secara berkesinambungan dan berkelanjutan sehingga promosi potensi daerah semakin maksimal.

Menurutnya, upaya tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya tarik wisata, mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat serta memberikan kontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Dengan promosi yang kreatif, inovatif dan berkelanjutan, Kabupaten Bengkalis semakin dikenal luas, menjadi daerah tujuan wisata yang diminati, serta mampu mewujudkan Bengkalis yang Bermarwah, Maju dan Sejahtera serta Unggul di Indonesia.#DISKOMINFOTIK

]]>
Wamen Nezar Patria: Saatnya Startup Aceh Menciptakan AI Berbasis Bahasa Lokal https://ppid.bengkaliskab.go.id/web/detailberita/7325/wamen-nezar-patria:-saatnya-startup-aceh-menciptakan-ai-berbasis-bahasa-lokal https://ppid.bengkaliskab.go.id/web/detailberita/7325/wamen-nezar-patria:-saatnya-startup-aceh-menciptakan-ai-berbasis-bahasa-lokal Tuesday, November 03, 2026 12:00 AM

·         Siaran Pers

·         Nomor: 400.14.4.3/495/KOM.IKP

·         Senin, 2 November 2026

Wamen Nezar Patria: Saatnya Startup Aceh Menciptakan AI Berbasis Bahasa Lokal

 

Jakarta- Aceh berpeluang mengambil peran dalam industri kecerdasan artifisial (AI) melalui pengembangan teknologi berbasis bahasa dan kebutuhan masyarakat lokal.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria mengajak anak muda, perguruan tinggi, dan startup Aceh mengembangkan _Large Language Model_ (LLM) berbahasa Aceh melalui Garuda Spark Innovation Hub agar daerah tidak sekadar menjadi pasar, tetapi ikut melahirkan inovasi AI yang dapat bersaing di tingkat nasional.

 

“Saya mendambakan ada _large language model_ bahasa Aceh. Bisa ya kita bikin ya bahasa Aceh? Karena itu sangat penting karena kita punya keunikan sendiri,” ujarnya dalam Seminar Terbuka bertema Aceh dalam Peta AI Nasional: Infrastruktur, Talenta, dan Ekosistem di Kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry, Banda Aceh, Senin (2/11/2026).

 

Menurut Wamen Nezar, pengembangan AI berbasis bahasa lokal membuka peluang kolaborasi antara bidang linguistik dan ilmu komputer. Bahasa tidak hanya menjadi sarana komunikasi, tetapi juga mencerminkan struktur berpikir dan cara masyarakat memahami dunia. Karena itu, pengembangan model bahasa Aceh dapat menjadi langkah penting untuk menghadirkan teknologi yang lebih sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan masyarakat setempat.

 

“Linguistik dipadukan dengan _computer science._ Hari ini inilah yang kemudian membuat _artificial intelligence_ makin dekat dengan cara berpikir manusia,” jelasnya.

 

Untuk mendukung pengembangan tersebut, Kementerian Komunikasi dan Digital berencana membuka Garuda Spark Innovation Hub di Banda Aceh melalui kerja sama dengan pemerintah kota.

 

Fasilitas ini disiapkan sebagai pusat pelatihan, inovasi, dan pengembangan startup yang ingin mengadopsi teknologi AI dalam berbagai sektor.

 

Wamen Nezar menjelaskan keberadaan Garuda Spark diharapkan dapat membantu anak muda Aceh mengembangkan solusi teknologi untuk menjawab persoalan masyarakat, mulai dari layanan kesehatan, pertanian, perikanan, hingga pendidikan.

 

Dengan demikian, pemanfaatan AI tidak berhenti pada penggunaan aplikasi yang sudah tersedia, tetapi berkembang menjadi kemampuan menciptakan produk dan layanan digital sendiri.

 

“Insyaallah akan kita buka bekerja sama dengan Wali Kota Banda Aceh. Kementerian Komdigi melalui Direktorat Jenderal Ekosistem Digital akan membuka Garuda Spark di Aceh,” ungkapnya.

 

Ia menilai Aceh memiliki modal sumber daya manusia dan ekosistem pendidikan yang dapat mendukung pengembangan AI. Keberadaan perguruan tinggi serta antusiasme sivitas akademika dalam mengadopsi teknologi menjadi peluang untuk memperkuat posisi Aceh dalam peta pengembangan AI nasional. Namun, peluang tersebut perlu diikuti dengan peningkatan keterampilan digital.

 

Wamen Nezar mengungkapkan bahwa Indonesia membutuhkan sekitar sembilan juta talenta digital hingga 2030, sementara kemampuan penyediaannya saat ini baru sekitar empat juta. Kesenjangan tersebut menjadi tantangan sekaligus kesempatan bagi generasi muda untuk memasuki bidang pekerjaan baru yang berkembang seiring kemajuan teknologi.

 

Menurutnya, kebutuhan talenta digital tidak terbatas pada lulusan bidang teknik atau komputer. Mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu, termasuk bahasa dan linguistik, memiliki kesempatan berkontribusi dalam pengembangan AI sepanjang mampu menguasai keterampilan teknologi yang dibutuhkan.

 

Pengembangan model bahasa Aceh menjadi salah satu peluang konkret untuk menunjukkan bahwa daerah dapat berkontribusi dalam industri AI nasional melalui keunggulan dan kekhasan lokal.

 

“Saya ingin melihat _startup-startup_ Aceh bisa berada di top 10 pentas nasional. Dan itu harus dihasilkan oleh rekan-rekan semua, anak-anak muda Aceh,” pungkasnya.#DISKOMINFOTIK


]]>
Wamen Nezar Patria: Startup Aceh Harus Ubah Posisi Selat Malaka Jadi Peluang Pasar Global https://ppid.bengkaliskab.go.id/web/detailberita/7324/wamen-nezar-patria:-startup-aceh-harus-ubah-posisi-selat-malaka-jadi-peluang-pasar-global https://ppid.bengkaliskab.go.id/web/detailberita/7324/wamen-nezar-patria:-startup-aceh-harus-ubah-posisi-selat-malaka-jadi-peluang-pasar-global Tuesday, November 03, 2026 12:00 AM

·         Siaran Pers

·         Nomor: 400.14.4.3/494/KOM.IKP

·         Senin, 2 November 2026

Wamen Nezar Patria: Startup Aceh Harus Ubah Posisi Selat Malaka Jadi Peluang Pasar Global

 

Jakarta- Posisi strategis Aceh di Selat Malaka membuka peluang bagi startup lokal untuk menembus pasar Asia Tenggara.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria mengajak generasi muda memanfaatkan teknologi digital untuk mengembangkan bisnis berbasis potensi daerah yang mampu menjangkau pasar Malaysia, Singapura, hingga Thailand.

“Aceh punya potensi yang besar bukan hanya di tingkat nasional. Karena posisi kita ada di Selat Malaka, kita punya peluang yang cukup besar untuk bisa berbisnis lintas negara,” ujarnya dalam acara Aceh Startup Day 2026 di Banda Aceh, Senin (2/11/2026).

Menurut Wamen Nezar, letak geografis Aceh yang berhadapan langsung dengan jalur perdagangan internasional merupakan keunggulan yang perlu dimanfaatkan untuk memperluas pasar produk dan layanan digital.

Kedekatan dengan negara-negara Asia Tenggara memberikan peluang bagi startup Aceh untuk mengembangkan aplikasi dan model bisnis yang dapat digunakan masyarakat lintas negara.

“Rekan-rekan generasi muda Aceh, kita gunakan kesempatan ini agar kita outward looking. Kita melihat keluar, kita coba buat aplikasi-aplikasi yang berbasis di Aceh tapi juga dipakai oleh negara-negara tetangga,” tegasnya.

Wamen Nezar menjelaskan peluang tersebut dapat dikembangkan dengan mengoptimalkan potensi ekonomi daerah, terutama sektor pertanian, perikanan, dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Ketiga sektor tersebut memiliki ruang besar untuk meningkatkan produktivitas dan memperluas jangkauan pasar melalui inovasi teknologi digital. Ia mencontohkan potensi perikanan di sepanjang pesisir utara dan timur Aceh yang berbatasan dengan Selat Malaka.

Menurutnya, startup dapat menghadirkan solusi teknologi untuk meningkatkan efisiensi produksi, memperbaiki rantai pasok, serta memperluas akses pemasaran hasil perikanan. Peluang serupa juga terbuka bagi komoditas unggulan Aceh seperti kopi Gayo, cokelat, dan nilam.

Wamen Nezar menilai teknologi digital dapat membantu pelaku usaha memperkuat identitas produk, meningkatkan nilai tambah, dan menjangkau konsumen internasional tanpa bergantung sepenuhnya pada pola pemasaran konvensional.

“Jadi kita gunakan kesempatan ini bagaimana bisa memasarkan kopi Gayo itu bukan cuma ada di Banda Aceh, kota seribu kedai kopi, tapi bagaimana dia bisa kita pindahkan ke lanskap digital,” ungkapnya.

Wamen Untuk mendukung pengembangan startup tersebut, Kementerian Komunikasi dan Digital menyiapkan penguatan ekosistem inovasi melalui Garuda Spark Innovation Hub.

Wamen Nezar menyampaikan bahwa Banda Aceh diusulkan menjadi salah satu dari 10 kota pengembangan Garuda Spark di Indonesia.

Program tersebut diharapkan dapat mempertemukan komunitas startup lokal dengan jaringan inovasi nasional, sekaligus membuka akses terhadap pendampingan bisnis, pengembangan teknologi, dan sumber daya yang diperlukan untuk memperbesar skala usaha.

Lebih lanjut, Wamen Nezar mengingatkan bahwa besarnya populasi generasi muda Aceh menjadi modal penting untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi digital.

Dengan sekitar 51 persen penduduk berasal dari kelompok generasi Z dan milenial, Aceh memiliki potensi sumber daya manusia yang besar untuk menciptakan inovasi berbasis kebutuhan masyarakat.

Ia menegaskan bahwa kreativitas dan keberanian mengambil langkah menjadi modal penting agar potensi daerah dapat berkembang menjadi kekuatan ekonomi yang mampu bersaing di pasar global.

“Yang paling penting adalah kita harus mulai, itu yang paling penting. Kita harus mulai dan biarkan dia bertumbuh dan berkembang,” pungkasnya.#DISKOMINFOTIK

]]>
Mengenal Desa Mentayan: Desa Penghasil Beras Terbesar di Kecamatan Bantan https://ppid.bengkaliskab.go.id/web/detailberita/7323/mengenal-desa-mentayan:-desa-penghasil-beras-terbesar-di-kecamatan-bantan https://ppid.bengkaliskab.go.id/web/detailberita/7323/mengenal-desa-mentayan:-desa-penghasil-beras-terbesar-di-kecamatan-bantan Tuesday, November 03, 2026 12:00 AM
  • Siaran Pers
  • Nomor: 400.14.4.3/493/KOM.IKP
  • Senin, 2 November 2026
  • Mengenal Desa Mentayan: Desa Penghasil Beras Terbesar di Kecamatan Bantan

BANTAN - Desa Mentayan adalah sebuah desa yang terletak di Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis. Desa tersebut dibentuk melalui ketentuan dalam Pasal 24 ayat (1) Peraturan Daerah Kabupaten Bengkalis Nomor 9 Tahun 2012 tentang Pembentukan Desa Mentayan Kecamatan Bantan dan dikenal sebagai desa penghasil beras terbesar di Kecamatan Bantan.

Pada tahun 1950, beberapa nelayan yang berasal dari Pulau Sumatera, Kabupaten Siak, Kecamatan Bukit Batu dan Bengkalis sering bersandar di Sungai Liong karena bentuk morfologi sungai yang panjang sehingga para nelayan ini sering bersandar dan menetap sementara di wilayah daratan yang berada di dekat sungai tersebut.

Terdapat beberapa nelayan yang kemudian membuka lahan untuk dijadikan sebagai tempat tinggal karena merasa nyaman dan berangsur membuka lahan perkebunan untuk bercocok tanam. Pada masa itu, mereka mendapati bahwa wilayah tersebut sangat cocok untuk ditanami padi ladang. Hal tersebut terbukti benar, sehingga sampai saat ini wilayah tersebut dikenal sebagai sentra penghasil beras tersebar di Kecamatan Bantan.

Seiring berjalannya waktu, profesi para nelayan ini bertukar menjadi petani dan pelaut yang menyebrang ke Malaysia dan disebut semokel karena sifatnya yang menyelundup sehingga terdapat perintah untuk mematikan rokok agar tidak diketahui oleh pihak yang berwenang. Semokel di Kecamatan Bantan sendiri mencapai puncaknya pada tahun 1970-an, yakni dengan banyaknya pengiriman tenaga kerja Indonesia (TKI) ilegal.

Sementara itu, para nelayan yang bertukar profesi menjadi petani ini kemudian membuka ladang yang melewati tepian Sungai Liong. Pada saat proses pembukaan berlangsung, para nelayan yang kemudian menjadi petani tersebut menemukan beberapa gentong atau yang disebut sebagai tempayan.

Pembukaan di tepian Sungai Liong yang dilaksanakan oleh suku Melayu kemudian disebut sebagai Tempayan sehingga menjadi julukan bagi wilayah tersebut yang sebutannya lalu berubah menjadi Mentayan. Pada saat pendiriannya, Mentayan hanya merupakan sebuah lingkungan rukun tetangga (RT) yang berada di bawah kepemimpinan Desa Selat Baru.

Menurut tetua yang menjabat sebagai salah satu kepala desa, yakni Bakrie, Mentayan terdiri atas tiga parit, yakni Parit Sumo yang terletak di tepian Pantai Papal, Parit Lamijo yang terletak di bagian tengah dan Parit Kabeb yang terletak di antara sudut selatan Parit Mangun dan Ikhsan.

Ketika wilayah Desa Selat Baru mengalami pemekaran, maka Mentayan berubah menjadi rukun keluarga (RK) atau rukun warga (RW) yang kemudian membentuk Dusun IV Mentayan seiring dengan berjalannya waktu.

Pada 18 Desember 2013, dusun ini disarankan menjadi sebuah desa dengan penggabungan satu RW di Dusun Belas. Setelah berjuang selama tiga tahun, pemekaran tersebut kemudian terealisasikan melalui keputusan menteri desa dengan bantuan dari para warga Forum Desa Pemekaran Se-Kabupaten Bengkalis serta kerja sama dari pihak terkait.

Pada 28 Agustus 2017, Desa Mentayan resmi menerima status sebagai desa definitif. Desa tersebut memiliki luas wilayah sebesar luas wilayah 1.100 hektare (ha) dengan intensitas curah hujan selama lima bulan, suhu harian sekitar 23 hingga 30 celsius (23°C - 30°C) dan kondisi bentang wilayah yang datar. Luas wilayah yang ada di Desa Mentayan terbagi dalam beberapa penggunaan, yaitu untuk fasilitas umum, pemukiman, pertanian, kegiatan ekonomi dan lain-lain.

Luas wilayah di desa tersebut yang digunakan untuk perumahan berjumlah sekitar 70 hingga 80 ha, untuk fasilitas jalan berjumlah sekitar 41 km, untuk pemakaman umum sebesar 1,5 ha, untuk aktivitas pertanian sekitar 200 ha, untuk hutan mangrove sekitar 30 ha, untuk wilayah pasang surut sekitar 44 ha dan untuk fasilitas umum sekitar 5 ha.

Wilayah Desa Mentayan terdiri atas tiga dusun, enam RW dan 16 RT dengan jumlah penduduk sebanyak 1210 orang, yakni 608 orang laki-laki dan 602 orang perempuan. Semua penduduk di desa tersebut beragama Islam dengan kondisi kelompok usia produktif berjumlah 669 jiwa atau 55,28% dari total penduduk.

Masyarakat di Desa Mentayan berprofesi sebagai petani, buruh harian lepas, wiraswasta, nelayan, pegawai negeri sipil, guru, polisi, karyawan swasta, tenaga honorer, pedagang, buruh bangunan, mekanik dan kontraktor serta berada pada kelas pekerja. Penduduk di desa tersebut hanya menempuh pendidikan formal pada tingkat pendidikan sekolah dasar (SD) sebanyak 33,8 %, sekolah menengah pertama (SMP) sebenyak 14,8 %, sekolah menengah atas (SMA) sebanyak 20 % dan pendidikan tinggi sebanyak 1,5 % dari total jumlah penduduk.

Kondisi ekonomi di Desa Mentayan meliputi pertanian padi seluas 200 ha atau 30,78% penggunaan lahan desa secara keseluruhan, perkebunan kelapa sawit, tanaman pangan, peternakan, perikanan serta kawasan Agrowisata Desa Mentayan yang berbasis hutan mangrove dan terletak di tepi pantai. Desa tersebut memiliki wilayah persawahan terluas di Pulau Bengkalis.

Salah satu tokoh terkenal dari Desa Mentayan adalah Muhammad Yunus yang merupakan seorang ulama dan politikus.#DISKOMINFOTIK

]]>
Kepmen 127 dan 128: Komdigi Tegaskan Akuntabilitas dan Berekspresi https://ppid.bengkaliskab.go.id/web/detailberita/7322/kepmen-127-dan-128:-komdigi-tegaskan-akuntabilitas-dan-berekspresi https://ppid.bengkaliskab.go.id/web/detailberita/7322/kepmen-127-dan-128:-komdigi-tegaskan-akuntabilitas-dan-berekspresi Tuesday, November 03, 2026 12:00 AM
  • Siaran Pers
  • Nomor: 400.14.4.3/492/KOM.IKP
  • Senin, 2 November 2026
  • Kepmen 127 dan 128 Perjelas Batas Penindakan Konten, Komdigi Tekankan Akuntabilitas dan Kebebasan Berekspresi

Jakarta- Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menegaskan Keputusan Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 127 Tahun 2026 dan Nomor 128 Tahun 2026 (KM 127 dan KM 128) disusun sebagai pedoman kerja agar pengawasan dan penanganan konten disinformasi di ruang digital dilakukan secara terukur dan akuntabel, dengan tetap melindungi hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat secara sah.

 

“KM 127 memperjelas batas waktu penanganan sebagai bentuk kepastian hukum, sementara KM 128 memuat mekanisme pengawasan dan penanganan termasuk kriteria konten disinformasi yang mengganggu ketertiban umum dan keamanan bernegara”, kata Sekretaris Direktorat Jenderal Pengawasan Ruang Digital Mediodecci Lustarini di Jakarta Pusat, Senin (2/11/2026).

 

Lebih lanjut, Sesditjen Pengawasan Ruang Digital  menjelaskan, KM 127 dan KM 128 bukanlah kebijakan yang berdiri sendiri. Implementasi KM ini berkaitan dengan Sistem Kepatuhan Moderasi Konten (SAMAN) yang diatur berdasarkan Keputusan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 522 Tahun 2024 sebagai perubahan atas Keputusan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 172 Tahun 2024 tentang Petunjuk Pelaksanaan PNBP yang Berasal dari Pengenaan Sanksi Denda Administratif atas pelanggaran kewajiban pemutusan akses oleh PSE Lingkup Privat UGC (KM 522).

 

“Kritik, perbedaan pendapat, dan ekspresi yang sah tidak serta merta menjadi objek penindakan, karena fokus penanganan pada konten bermuatan disinformasi dan ujaran kebencian yang memenuhi kriteria pada KM 128, seperti adanya ketidaksesuaian dengan fakta, upaya memecah persatuan, mengakibatkan kerugian, dapat memicu konflik sosial di masyarakat, serta menimbulkan rasa takut,” tegasnya.

 

Selain itu, lanjutnya, penanganan konten yang dilakukan Komdigi tidak menyasar konten jurnalistik yang diproduksi oleh pers, termasuk liputan investigatif, sebagai bentuk dukungan dan penghargaan atas kebebasan pers.

 

“Apabila terdapat kesalahan dalam moderasi, pemilik konten dapat mengajukan keberatan dan permintaan pemulihan konten, termasuk apabila terdapat dugaan atas kesalahan moderasi yang dilakukan platform secara mandiri, untuk dikomunikasikan lebih lanjut,” kata Mediodecci .

 

Mekanisme Bertahap

Kewajiban pemutusan akses paling lambat empat jam, tidak dilakukan serta merta, namun berlaku setelah Komdigi mengirimkan surat perintah pemutusan akses kepada PSE dalam sistem SAMAN.

 

KM 522 mengatur mekanisme Pra SAMAN untuk dilakukan dalam bentuk verifikasi atas temuan atau aduan, dan notifikasi bagi PSE yang harus ditanggapi dalam waktu 1x12 jam bagi konten mendesak. Dalam proses ini, PSE dapat meminta klarifikasi atau memberikan tanggapan atas notifikasi Komdigi. Surat perintah dan batas waktu 4 jam baru berlaku ketika PSE tidak memberikan tanggapan terhadap notifikasi yang disampaikan Komdigi.

 

“Artinya, PSE sudah diberikan waktu yang cukup untuk menyampaikan tanggapan atas konteks pelanggaran yang dibandingkan dengan community guidelines yang dimiliki oleh PSE,” kata Mediodecci.

 

Sesditjen menjelaskan, penetapan tenggat waktu ini turut mempertimbangkan kebutuhan proses pengecekan dan analisis ulang, sekaligus mengantisipasi kecepatan penyebaran konten di ruang digital untuk mencegah meluasnya dampak yang dapat merugikan masyarakat.

 

Melalui kejelasan kriteria, pedoman moderasi konten, serta mekanisme pengawasan kepatuhan platform, Komdigi justru ingin mendorong tata kelola ruang digital yang lebih bertanggung jawab.

 

“Upaya tersebut ditujukan untuk melindungi masyarakat dari dampak konten yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban umum, tanpa mengesampingkan hak masyarakat untuk menyampaikan kritik, pendapat, dan aspirasi secara sah,” tegas Mediodecci.

 

INFORMASI TAMBAHAN
Apa itu SAMAN?

SAMAN merupakan sistem pengawasan kepatuhan yang digunakan Komdigi untuk melacak, memverifikasi, dan mengirimkan permintaan pemutusan akses kepada Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) lingkup privat yang menyediakan layanan user-generated content (UGC). Sistem ini juga mendukung penghitungan denda administratif apabila PSE tidak memenuhi kewajiban pemutusan akses terhadap informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang dilarang.

 

Dalam pelaksanaannya, penanganan konten diawali dengan verifikasi laporan atau temuan, termasuk pemeriksaan dasar hukum, tautan konten, dan bukti pendukung. Apabila unsur pelanggaran terpenuhi, Komdigi mengirimkan notifikasi kepada platform melalui SAMAN. Platform diberikan waktu untuk menyampaikan tanggapan selama 12 jam untuk konten mendesak dan 24 jam untuk konten tidak mendesak. Apabila platform tidak memberikan tanggapan dalam tenggat tersebut, laporan atau temuan dilanjutkan ke proses SAMAN.

 

Pada tahap selanjutnya, Komdigi mengirimkan surat perintah pemutusan akses kepada platform terkait melalui SAMAN. Platform wajib menindaklanjuti perintah tersebut paling lambat dalam waktu 1×4 jam untuk konten mendesak dan 1×24 jam untuk konten tidak mendesak, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.#DISKOMINFOTIK

]]>
Jadikan Masjid Pusat Belajar, Pemuda Desa Muntai Dirikan Hasanah Learning Community https://ppid.bengkaliskab.go.id/web/detailberita/7321/2026/11/03/jadikan-masjid-pusat-belajar,-pemuda-desa-muntai-dirikan-hasanah-learning-community https://ppid.bengkaliskab.go.id/web/detailberita/7321/2026/11/03/jadikan-masjid-pusat-belajar,-pemuda-desa-muntai-dirikan-hasanah-learning-community Tuesday, November 03, 2026 12:00 AM
  • Siaran Pers
  • Nomor: 400.14.4.3/491/KOM.IKP
  • Senin, 2 November 2026
  • Anak Muda Desa Muntai Bangun Hasanah Learning Community, Jadikan Masjid Pusat Belajar dan Pembinaan Generasi

MUNTAI – Semangat membangun generasi muda melalui pendidikan terus tumbuh di tengah masyarakat Desa Muntai, Kabupaten Bengkalis. Sejumlah anak muda bersama tokoh masyarakat setempat menginisiasi gerakan pendidikan berbasis masjid melalui program pembelajaran Bahasa Inggris yang melahirkan komunitas bernama Hasanah Learning Community (HLC). Senin 2 November 2026.

Berpusat di Masjid Hasanah Desa Muntai, komunitas ini hadir dengan membawa gagasan untuk menghidupkan kembali peran masjid sebagai pusat kegiatan masyarakat, tidak hanya sebagai tempat melaksanakan ibadah, tetapi juga sebagai ruang belajar, pengembangan potensi, serta pembinaan karakter generasi muda.

Melalui program tersebut, anak-anak usia sekolah dasar hingga menengah diberikan kesempatan untuk memperoleh pembelajaran Bahasa Inggris dalam suasana yang terbuka, terarah, dan menyenangkan.

Program Batch 1 telah dilaksanakan sebanyak tujuh kali pertemuan, mulai dari proses pembelajaran hingga Final Examination sebagai bentuk evaluasi terhadap kemampuan dan perkembangan peserta. Seluruh rangkaian kegiatan kemudian ditutup melalui Closing Program Batch 1 yang dirangkaikan dengan pemberian penghargaan kepada peserta sebagai bentuk apresiasi atas semangat, partisipasi, dan usaha mereka selama mengikuti pembelajaran.

Ketua DKM Masjid Hasanah sekaligus Penasihat Hasanah Learning Community, H. Rajab Selamat, menyambut baik inisiatif yang digerakkan oleh kalangan anak muda tersebut. Menurutnya, masjid memiliki peran strategis dalam membangun kehidupan masyarakat, sebagaimana fungsi masjid dalam sejarah peradaban Islam yang tidak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga pendidikan dan pembinaan umat.

“Masjid sejak dahulu bukan hanya menjadi tempat umat melaksanakan ibadah, tetapi juga pusat pendidikan dan pembinaan umat. Saya sangat mendukung inisiatif anak-anak muda ini. Kita ingin masjid menjadi tempat yang dirindukan generasi muda, tempat mereka belajar, bertumbuh, dan mempersiapkan masa depan,” tuturnya.

Ia berharap gerakan positif tersebut dapat terus berkembang serta memperoleh dukungan dari berbagai elemen masyarakat agar keberadaan masjid semakin memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.

Sementara itu, General Secretary Hasanah Learning Community, Muhammad Kasyful Asror, menjelaskan bahwa pengembangan komunitas ini merupakan bagian dari upaya membangun fondasi pendidikan yang tumbuh dari masyarakat desa.

Dalam pelaksanaannya, ia turut berperan dalam merancang sistem pembelajaran, menyusun kurikulum, membangun kelas, menjadi tutor, hingga mengelola administrasi program agar kegiatan dapat berjalan secara terarah dan berkelanjutan.

Menurut Kasyful Asror, pembelajaran Bahasa Inggris merupakan langkah awal dari visi yang lebih besar, yakni membangun ekosistem pendidikan yang memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi anak-anak desa untuk mengembangkan kemampuan dan potensi diri.

“Kami percaya bahwa anak-anak di desa juga memiliki potensi besar dan berhak mendapatkan kesempatan untuk berkembang. Pendidikan dan ruang belajar yang berkualitas seharusnya tidak hanya dapat diakses oleh mereka yang berada di perkotaan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, Hasanah Learning Community tidak hanya berorientasi pada peningkatan kemampuan berbahasa Inggris, tetapi juga berupaya menumbuhkan budaya belajar, meningkatkan kepercayaan diri, membentuk karakter, serta memperluas wawasan generasi muda.

“Kami ingin membuktikan bahwa dari desa, dari masjid, kita juga bisa memulai sesuatu yang memberikan dampak bagi masa depan generasi. Ini bukan sekadar tentang membuat kelas belajar, tetapi tentang membangun ekosistem pendidikan yang tumbuh dari masyarakat sendiri,” jelas Kasyful Asror.

Di sisi lain, Executive Director Hasanah Learning Community, H. Rusdi, menegaskan bahwa keberlanjutan komunitas membutuhkan kolaborasi, komitmen, kebersamaan, serta tata kelola organisasi yang baik.

Menurutnya, kepedulian anak muda yang diwujudkan melalui kegiatan positif di lingkungan masjid merupakan modal penting dalam membangun kemajuan masyarakat. Namun, semangat tersebut juga perlu diiringi dengan pengelolaan yang terarah agar komunitas dapat berkembang dan memberikan manfaat dalam jangka panjang.

“Anak-anak muda sudah menunjukkan kepedulian dan mengambil langkah nyata untuk menghadirkan kegiatan positif di lingkungan masjid. Ini merupakan semangat yang harus kita jaga bersama. Sebuah komunitas tidak cukup hanya dibangun dengan semangat, tetapi juga membutuhkan komitmen, kebersamaan, dan pengelolaan yang baik,” ujarnya.

Ia berharap Hasanah Learning Community ke depan dapat berkembang menjadi wadah pendidikan dan sosial yang memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia generasi muda Desa Muntai.

Kehadiran Hasanah Learning Community menjadi salah satu bentuk kepedulian dan kontribusi masyarakat dalam membangun sumber daya manusia dari lingkungan sendiri. Kolaborasi antara anak muda, tokoh masyarakat, dan pengurus masjid menjadi kekuatan penting untuk menghadirkan ruang pendidikan yang mudah dijangkau serta memberikan kesempatan bagi generasi muda untuk terus belajar dan berkembang.

Terlaksananya tujuh pertemuan pada Batch 1 menjadi langkah awal sekaligus bukti bahwa gerakan pendidikan berbasis masyarakat dapat dimulai dari lingkungan desa. Penutupan program tersebut bukanlah akhir perjalanan, melainkan menjadi awal bagi pengembangan komunitas yang lebih terstruktur, perluasan jangkauan pembelajaran, serta hadirnya berbagai program pendidikan lainnya.

Melalui semangat Learn Together, Grow Together, Hasanah Learning Community diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk terus menghidupkan fungsi masjid sebagai pusat ilmu pengetahuan, pembinaan karakter, dan pemberdayaan generasi.

Sebab, membangun generasi masa depan tidak harus menunggu dari kota. Upaya tersebut dapat dimulai dari desa, dari lingkungan masyarakat, bahkan dari sebuah masjid.

Dari Masjid, Kita Menanam Ilmu. Dari Ilmu, Kita Menumbuhkan Generasi. Dari Generasi, Kita Membangun Peradaban.#DISKOMINFOTIK

 

]]>
Dorong Event Daerah Dikenal Luas, Pemkab Bengkalis Sambut Sosialisasi Promosi https://ppid.bengkaliskab.go.id/web/detailberita/7320/dorong-event-daerah-dikenal-luas,-pemkab-bengkalis-sambut-sosialisasi-promosi https://ppid.bengkaliskab.go.id/web/detailberita/7320/dorong-event-daerah-dikenal-luas,-pemkab-bengkalis-sambut-sosialisasi-promosi Tuesday, November 03, 2026 12:00 AM
  • Siaran Pers
  • Nomor: 400.14.4.3/490/KOM.IKP
  • Senin, 2 November 2026
  • Dorong Event Daerah Lebih Dikenal Luas, Pemkab Bengkalis Sambut Baik Sosialisasi Strategi Promosi dan Pemasaran

BENGKALIS - Pemerintah Kabupaten Bengkalis terus mendorong penguatan strategi promosi dan pemasaran event daerah sebagai langkah strategis untuk memperkenalkan potensi pariwisata, memperluas jangkauan pasar produk unggulan, serta meningkatkan daya saing UMKM lokal.

Melalui promosi yang kreatif, inovatif, dan tepat sasaran, berbagai kekayaan alam, bahari, budaya, kuliner, serta kreativitas masyarakat Bengkalis diharapkan mampu menarik lebih banyak wisatawan, menembus pasar yang lebih luas, hingga dikenal di tingkat nasional dan internasional.

Hal tersebut disampaikan dalam sambutan tertulis Bupati Bengkalis dibacakan Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (SDM), Johansyah Syafri, saat menghadiri Sosialisasi Strategi Promosi dan Pemasaran Event Daerah, Senin 2 November 2026, di aula Hotel Twin Bengkalis.

Johansyah menegaskan, Kabupaten Bengkalis memiliki beragam potensi wisata dan event daerah yang dapat dikembangkan menjadi daya tarik unggulan di Provinsi Riau. Dengan perencanaan dan strategi pemasaran yang tepat, potensi tersebut tidak hanya mampu meningkatkan kunjungan wisatawan, tetapi juga membuka peluang usaha, memperluas lapangan kerja, serta memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat.

Johan menambahkan, melalui kegiatan sosialisasi ini, para peserta diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan kapasitas dalam merancang promosi yang lebih kreatif, menentukan target pasar secara terukur, serta mengemas event daerah agar semakin menarik dan berdaya saing.

Kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan juga dinilai penting untuk memperkuat promosi destinasi wisata sekaligus memperluas pemasaran produk unggulan lokal.

"Kami Pemerintah Kabupaten Bengkalis mengucapkan terima kasih dan apresiasi atas Sosialisasi Strategi Promosi dan Pemasaran Event Daerah, yang diinisiasi oleh Anggota DPR RI Komisi VII Fraksi PKS, H. Hendri Munief.

Sementara itu Anggota DPR RI Komisi VII Fraksi PKS, H. Hendri Munief dalam kesempatan tersebut mengatakan bahwa pengembangan pariwisata daerah membutuhkan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, organisasi perangkat daerah (OPD), dan anggota legislatif. Ia menilai, berbagai usulan dari kepala daerah dan OPD perlu disampaikan secara terarah agar potensi daerah dapat diperjuangkan di tingkat pusat, dikawal melalui dukungan legislatif, serta ditindaklanjuti dengan program yang sesuai kebutuhan daerah.

 

Menurutnya, kolaborasi yang berkelanjutan menjadi salah satu kunci untuk mengoptimalkan potensi pariwisata dan sektor ekonomi lainnya di Kabupaten Bengkalis. Dengan dukungan dan koordinasi lintas sektor, berbagai program pengembangan diharapkan dapat berjalan lebih efektif serta memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.

Selanjutnya, Anggota DPRD Bengkalis, Zahraini, menyoroti potensi UMKM lokal, khususnya usaha kreatif yang digerakkan kaum perempuan. Produk seperti rendang dan sirup berbahan tanaman kedabu dari kawasan pantai dinilai memiliki peluang pasar yang menjanjikan, terlebih sejumlah produk lokal telah memperoleh pengakuan di tingkat nasional.

Meski demikian, ia menilai pelaku UMKM masih membutuhkan dukungan dalam permodalan, pemasaran, dan pengembangan usaha agar mampu meningkatkan produksi, menyerap tenaga kerja, serta menembus pasar nasional hingga internasional. Penguatan UMKM juga diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat ekonomi daerah.

Zahraini turut mendorong optimalisasi potensi ekonomi lokal untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), memperluas keterlibatan UMKM dalam penyediaan produk bagi program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta memaksimalkan pengembangan wisata Pantai Selat Baru. Sinergi lintas sektor dinilai penting agar pariwisata, perindustrian, koperasi, dan UMKM dapat berkembang secara berkelanjutan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Anggota DPR RI Komisi VII Fraksi PKS, H. Hendri Munief, Anggota DPRD Bengkalis Zahraini, narasumber dari DPR RI Komisi VII Fraksi PKS, Abdurahman dan Muhammad Faturahman, Kepala Bidang Pariwisata Disparbudpora Kabupaten Bengkalis Alwizar serta para penggiat UMKM.#DISKOMINFOTIK.

]]>
Cegah Kelangkaan BBM, Pemkab Bengkalis Koordinasikan Penambahan Pasokan dan Jam Operasional SPBU https://ppid.bengkaliskab.go.id/web/detailberita/7319/cegah-kelangkaan-bbm,-pemkab-bengkalis-koordinasikan-penambahan-pasokan-dan-jam-operasional-spbu https://ppid.bengkaliskab.go.id/web/detailberita/7319/cegah-kelangkaan-bbm,-pemkab-bengkalis-koordinasikan-penambahan-pasokan-dan-jam-operasional-spbu Sunday, November 01, 2026 12:00 AM
  • Siaran Pers
  • Nomor: 400.14.4.3/489/KOM.IKP
  • Jum’at, 30 Oktober 2026
  • Cegah Kelangkaan BBM, Pemkab Bengkalis Koordinasikan Penambahan Pasokan dan Jam Operasional SPBU

 

BENGKALIS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis terus berupaya memastikan ketersediaan dan kelancaran distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) bagi masyarakat, khususnya di Pulau Bengkalis dan Pulau Rupat.

 

Sebagaimana menindaklanjuti arahan Bupati Bengkalis, Hj. Kasmarni, melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Bengkalis, dilaksanakan rapat koordinasi dan diskusi bersama pihak Pertamina, Polres Bengkalis, Dinas Perhubungan, KSOP Sungai Pakning serta para pemilik Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Pulau Bengkalis, Jum'at, 30 Oktober 2026 di Bengkalis.

 

Rapat yang dilaksanakan bertujuan untuk menyamakan persepsi sekaligus memperkuat sinergi antar instansi dalam mengoptimalkan penyaluran dan distribusi BBM, memastikan ketersediaan pasokan, mencegah terjadinya kelangkaan serta mengantisipasi berbagai kendala dalam proses pendistribusian BBM.

 

Dalam pertemuan, SAM Retail Riau PT Pertamina Patra Niaga, Wilson, menyampaikan bahwa pihak Pertamina akan menyiapkan sejumlah langkah untuk mendukung kelancaran pasokan BBM di Pulau Bengkalis dan Pulau Rupat.

 

Di antaranya melalui penambahan kuota BBM dalam kondisi tertentu, penambahan jam operasional SPBU serta penyediaan sarana transportasi guna membantu kelancaran pasokan BBM.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Bengkalis, Zulpan, menyampaikan bahwa koordinasi ini merupakan langkah penting untuk memastikan distribusi BBM berjalan optimal dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi.

 

Menurutnya, diperlukan kerja sama dan komitmen seluruh pihak sehingga berbagai kendala dalam penyaluran BBM dapat diantisipasi serta dicarikan solusi secara bersama-sama.

 

Pada kesempatan yang sama, Kapolres Bengkalis yang diwakili Kanit Tipidter Polres Bengkalis, Fachri, mengapresiasi pelaksanaan rapat koordinasi tersebut. 

 

Pihak kepolisian juga menyatakan kesiapan untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) agar tetap kondusif serta aman selama proses distribusi BBM berlangsung.

 

Dukungan juga disampaikan Dinas Perhubungan yang siap memfasilitasi armada penyeberangan Ro-Ro guna mendukung kelancaran mobilisasi pasokan BBM. 

 

Sementara itu, KSOP Sungai Pakning turut berkomitmen memberikan kemudahan dan fasilitasi penyeberangan dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan pelayaran.

 

Melalui koordinasi dan sinergi lintas instansi ini, diharapkan penyaluran BBM di Pulau Bengkalis dan Pulau Rupat dapat berjalan lebih tertib, lancar, tepat sasaran serta sesuai dengan ketentuan yang berlaku.#DISKOMINFOTIK

 

]]>
Bupati Siak Terdahulu H. Arwin AS Wafat, Kasmarni Sampaikan Belasungkawa https://ppid.bengkaliskab.go.id/web/detailberita/7318/bupati-siak-terdahulu-h.-arwin-as-wafat,-kasmarni-sampaikan-belasungkawa https://ppid.bengkaliskab.go.id/web/detailberita/7318/bupati-siak-terdahulu-h.-arwin-as-wafat,-kasmarni-sampaikan-belasungkawa Saturday, October 31, 2026 12:00 AM
  • Siaran Pers
  • Nomor: 400.14.4.3/488/KOM.IKP
  • Jum’at, 30 Oktober 2026
  • Bupati Kasmarni Sampaikan Belasungkawa atas Wafatnya Bapak H. Arwin AS, Sosok Bapak Pembangunan Kabupaten Siak

BENGKALIS – Kabar duka menyelimuti masyarakat Provinsi Riau. Mantan Bupati Siak, Bapak H. Arwin AS, menghembuskan napas terakhir pada Sabtu 31 Oktober 2026, di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru, pukul 07.28 WIB. Almarhum akan dikebumikan di Pekanbaru, yang mana saat ini disemayamkan di rumah duka di Jalan Thamrin, Suka Maju, Kota Pekanbaru.

Atas kepergian tokoh yang dikenal sebagai Bapak Pembangunan Kabupaten Siak tersebut, Bupati Bengkalis, Hj. Kasmarni, menyampaikan ungkapan belasungkawa dan duka cita yang mendalam kepada keluarga besar almarhum serta seluruh masyarakat Kabupaten Siak.

Bupati Kasmarni menyebut, Bapak H. Arwin AS merupakan sosok pemimpin yang telah memberikan kontribusi besar bagi perjalanan pembangunan Kabupaten Siak. Dedikasi dan pengabdiannya selama memimpin daerah tersebut menjadi bagian penting dalam sejarah perkembangan Kabupaten Siak.

“Atas nama pribadi, keluarga dan Pemerintah Kabupaten Bengkalis, kami menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya Bapak H. Arwin AS. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, diampuni segala dosa dan kekhilafannya, serta diterima seluruh amal ibadahnya,” ungkap Kasmarni.

Bupati Kasmarni juga menyampaikan bahwa kepergian almarhum merupakan kehilangan besar, tidak hanya bagi keluarga yang ditinggalkan, tetapi juga bagi masyarakat Kabupaten Siak dan Provinsi Riau.

Menurutnya, jasa dan pengabdian seorang pemimpin dalam membangun daerah akan selalu dikenang. Berbagai kontribusi dan pemikiran yang telah diwariskan almarhum diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi penerus dalam melanjutkan pembangunan daerah.

“Kepada keluarga yang ditinggalkan, kami berharap diberikan ketabahan, kekuatan dan keikhlasan dalam menghadapi cobaan ini. Semoga Allah SWT memberikan tempat terbaik bagi almarhum dan keluarga yang ditinggalkan senantiasa dalam lindungan-Nya,” tutup Bupati.

Selamat jalan, Bapak H. Arwin AS. Dedikasi dan pengabdianmu untuk Negeri Istana akan senantiasa dikenang.#DISKOMINFOTIK.

]]>
Santriwati Pesantren Agribisnis Muhammadiyah Duri Raih Juara 2 Santrivision 2026 Tingkat Nasional https://ppid.bengkaliskab.go.id/web/detailberita/7317/santriwati-pesantren-agribisnis-muhammadiyah-duri-raih-juara-2-santrivision-2026-tingkat-nasional https://ppid.bengkaliskab.go.id/web/detailberita/7317/santriwati-pesantren-agribisnis-muhammadiyah-duri-raih-juara-2-santrivision-2026-tingkat-nasional Saturday, October 31, 2026 12:00 AM
  • Siaran Pers
  • Nomor: 400.14.4.3/487/KOM.IKP
  • Jum'at, 30 Oktober 2026
  • Santriwati Pesantren Agribisnis Muhammadiyah Duri Raih Juara 2 Santrivision 2026 Tingkat Nasional

 

JAKARTA — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh generasi muda Kabupaten Bengkalis di tingkat nasional. Tiga santriwati Pondok Pesantren Agribisnis Muhammadiyah Nawawi Djamil Duri, Kabupaten Bengkalis, berhasil meraih Juara 2 Lomba Santrivision 2026 Tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia di Masjid Istiqlal Jakarta, Jumat 30 Oktober 2026.

 

Prestasi tersebut diraih oleh tiga santriwati, yakni Fadhila Syafani Rambe (Kelas XI MA), Lisa Nurul Efendi (Kelas XII MA), dan Nurul Afifah (Kelas XII MA). Ketiganya berhasil membawa nama Kabupaten Bengkalis dan Provinsi Riau bersaing di tingkat nasional melalui karya inovatif berjudul:

 

“Police Piper: Mewujudkan Pesantren Zero-Abuse: Standardisasi Tata Ruang dan Pembentukan Satgas Saka Pesantren Berbasis Asas Victim-Centered Approach Terintegrasi PMA Nomor 73 Tahun 2022.”

 

Karya tersebut mengangkat gagasan inovatif mengenai upaya menciptakan lingkungan pesantren yang aman, nyaman, ramah, dan bebas dari segala bentuk kekerasan. Gagasan yang ditawarkan tidak hanya menekankan aspek pencegahan, tetapi juga menghadirkan pendekatan yang berorientasi pada perlindungan dan kepentingan korban (victim-centered approach).

 

Melalui karya tersebut, para santriwati mengembangkan konsep standardisasi tata ruang pesantren yang mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang aman, sekaligus menggagas pembentukan Satgas Saka Pesantren sebagai bagian dari sistem pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan pesantren.

 

Keberhasilan luar biasa ini mendapat apresiasi tinggi dari Pemerintah Kabupaten Bengkalis. Wakil Bupati Bengkalis, Dr. Bagus Santoso, menyatakan rasa bangga yang mendalam atas pencapaian berskala nasional yang ditorehkan oleh santriwati asal Duri tersebut.

 

"Atas nama Pemerintah Kabupaten Bengkalis, kami mengucapkan selamat dan memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Fadhila, Lisa, dan Nurul. Inovasi 'Police Piper' yang mereka gagas adalah bukti nyata bahwa santri Bengkalis tidak hanya cerdas dalam ilmu agama, tetapi juga peka, kritis, dan solutif terhadap isu-isu krusial seperti perlindungan anak di lingkungan pendidikan," ujar Bagus Santoso.

 

Lebih lanjut, Bagus Santoso berharap agar konsep pesantren zero-abuse yang digagas oleh ketiga santriwati ini dapat diimplementasikan secara nyata. Menurutnya, gagasan tata ruang aman dan satgas berbasis perlindungan korban ini sejalan dengan komitmen Pemkab Bengkalis dalam mewujudkan daerah yang ramah anak dan bebas kekerasan.

 

Keberhasilan ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Pondok Pesantren Agribisnis Muhammadiyah Nawawi Djamil Duri, sekaligus menjadi kebanggaan bagi Kabupaten Bengkalis dan Provinsi Riau, karena putri-putri daerah mampu menunjukkan kreativitas, kepedulian, dan inovasi dalam menjawab persoalan yang menjadi perhatian nasional.

 

Prestasi tersebut juga menunjukkan bahwa pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan keagamaan, tetapi mampu menjadi ruang tumbuh bagi generasi muda yang kreatif, inovatif, kritis, dan memiliki kepedulian terhadap persoalan sosial serta perlindungan anak dan santri.

 

Pencapaian Juara 2 tingkat nasional dalam Santrivision 2026 diharapkan dapat menjadi motivasi bagi para santri di Kabupaten Bengkalis untuk terus mengembangkan potensi, menghasilkan karya inovatif, serta berprestasi di berbagai bidang pada tingkat daerah, nasional, hingga internasional.

 

Mudir Ma'had Pondok Pesantren Agribisnis Modern Muhammadiyah Nawawi Djamil Duri Muhammad Silmi Kaffah,S.Pd menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak, termasuk dukungan dari Pemerintah Kabupaten Bengkalis, sehingga prestasi ini dapat diraih dan membawa nama Kabupaten Bengkalis dan Provinsi Riau ke kancah nasional. #DISKOMINFOTIK

 

]]>
Mahasiswa Politeknik Negeri Bengkalis Ikuti Kelas Pemilu, KPU Dorong Terwujudnya Demokrasi Inklusif https://ppid.bengkaliskab.go.id/web/detailberita/7316/mahasiswa-politeknik-negeri-bengkalis-ikuti-kelas-pemilu,-kpu-dorong-terwujudnya-demokrasi-inklusif https://ppid.bengkaliskab.go.id/web/detailberita/7316/mahasiswa-politeknik-negeri-bengkalis-ikuti-kelas-pemilu,-kpu-dorong-terwujudnya-demokrasi-inklusif Thursday, October 29, 2026 12:00 AM
  • Siaran Pers
  • Nomor: 400.14.4.3/486/KOM.IKP
  • Kamis, 29 Oktober 2026
  • Mahasiswa Politeknik Negeri Bengkalis Ikuti Kelas Pemilu, KPU Dorong Terwujudnya Demokrasi Inklusif

 

BENGKALIS – Mahasiswa Politeknik Negeri Bengkalis mengikuti kegiatan Kelas Pemilu dan Demokrasi Seri Kelima yang ditaja Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bengkalis, Kamis 29 Oktober 2026.

Kegiatan ini mengangkat tema “Pemilu Inklusif Menjamin Kesetaraan Gender, Akses untuk Kaum Marginal dan Disabilitas.”

Kegiatan tersebut menjadi ruang edukasi dan diskusi bagi mahasiswa untuk meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya penyelenggaraan pemilihan umum (pemilu) yang inklusif, setara, dan memberikan kesempatan kepada seluruh lapisan masyarakat untuk berpartisipasi dalam proses demokrasi.

Hadir sebagai pemateri, Anggota KPU Kabupaten Bengkalis, Sri Jumarni, dengan moderator Riki Harianto, yang merupakan staf pelaksana KPU Kabupaten Bengkalis.

Dalam pemaparannya, Sri Jumarni menekankan pentingnya mewujudkan pemilu yang inklusif dengan menjunjung tinggi prinsip kesetaraan serta memberikan ruang bagi setiap warga negara untuk menggunakan hak pilihnya tanpa diskriminasi.

Menurutnya, demokrasi yang berkualitas adalah demokrasi yang mampu merangkul seluruh elemen masyarakat, termasuk perempuan, kelompok marginal, dan penyandang disabilitas. Oleh karena itu, akses terhadap informasi, fasilitas, serta proses pemilu perlu diperhatikan agar setiap warga negara memiliki kesempatan yang sama untuk berpartisipasi.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh edukasi dan literasi mengenai pelaksanaan pemilu yang inklusif, mulai dari pentingnya kesetaraan hak hingga upaya memastikan seluruh masyarakat dapat menggunakan hak pilihnya secara bebas dan setara.

Selain menambah wawasan, kegiatan ini juga diharapkan dapat menumbuhkan minat mahasiswa untuk mempelajari kepemiluan secara lebih mendalam melalui pendekatan akademik, sekaligus membangun kesadaran kritis terhadap tantangan dalam mewujudkan demokrasi yang inklusif.

Salah seorang mahasiswa Program Studi Bisnis Digital, Cahaya Azhara Manik, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memberikan manfaat dan wawasan baru bagi mahasiswa dalam memahami pentingnya pemilu inklusif.

Menurut Cahaya, materi yang disampaikan membuka ruang pemikiran kritis mengenai bagaimana prinsip pemilu inklusif dapat diterapkan secara nyata, sehingga hak pilih seluruh masyarakat dapat tersalurkan tanpa adanya diskriminasi.

Sementara itu, dosen pendamping, Defitri Akbar, berharap kegiatan Kelas Pemilu dan Demokrasi dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan. Dengan demikian, pemahaman mahasiswa mengenai sistem dan proses kepemiluan dapat semakin meningkat.

Ia juga berharap materi yang diperoleh melalui kegiatan tersebut dapat dielaborasikan dengan pembelajaran di dalam kelas, sehingga mahasiswa tidak hanya memahami konsep demokrasi secara teoritis, tetapi juga mampu mengkaji penerapannya dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

Melalui kegiatan Kelas Pemilu dan Demokrasi ini, sinergi antara KPU Kabupaten Bengkalis dan kalangan perguruan tinggi diharapkan dapat terus diperkuat dalam meningkatkan literasi kepemiluan, menumbuhkan kesadaran demokrasi, serta mendorong terwujudnya pemilu yang inklusif, adil, dan memberikan kesempatan setara bagi seluruh warga negara.#DISKOMINFOTIK

]]>
Kemkomdigi Ingatkan Ancaman AI, Penipuan Kini Bisa Meniru Suara dan Identitas https://ppid.bengkaliskab.go.id/web/detailberita/7315/kemkomdigi-ingatkan-ancaman-ai,-penipuan-kini-bisa-meniru-suara-dan-identitas https://ppid.bengkaliskab.go.id/web/detailberita/7315/kemkomdigi-ingatkan-ancaman-ai,-penipuan-kini-bisa-meniru-suara-dan-identitas Thursday, October 29, 2026 12:00 AM
  • Siaran Pers
  • Nomor: 400.14.4.3/485/KOM.IKP
  • Rabu, 28 Oktober 2026
  • Kemkomdigi Ingatkan Ancaman AI, Penipuan Kini Bisa Meniru Suara dan Identitas

Jakarta- Kecerdasan artifisial (AI) membuat penipuan digital semakin sulit dikenali karena pelaku dapat meniru suara, memalsukan identitas, hingga menyusun instruksi yang tampak meyakinkan.

Kementerian Komunikasi dan Digital mengingatkan bahwa keamanan siber kini harus mencakup pelindungan identitas dan kepercayaan masyarakat, bukan sekadar pertahanan sistem teknologi. Staf Ahli Menteri Bidang Sosial, Ekonomi, dan Budaya Kementerian Komdigi Raden Wijaya Kusumawardhana menjelaskan bahwa perkembangan AI telah mengubah karakter ancaman digital. Serangan tidak lagi selalu dilakukan dengan membobol sistem, tetapi juga melalui manipulasi terhadap manusia yang menggunakan teknologi tersebut.

"Ancaman digital pun tidak lagi selalu dimulai dari upaya membobol sistem. Terkadang ancaman justru dimulai dari upaya memanipulasi manusia yang menggunakan sistem tersebut," ujarnya saat mewakili Menkomdigi Meutya Hafid dalam National Cybersecurity Connect (NCC) 2026 di Jakarta Selatan, Rabu (28/10/2026).

Menurutnya, teknologi AI memiliki dua sisi dalam keamanan siber. Di satu sisi, AI membantu mendeteksi anomali, menganalisis ancaman, dan mempercepat respons terhadap insiden.

Namun, kemampuan yang sama dapat dimanfaatkan pelaku kejahatan untuk menghasilkan konten deepfake, melakukan penyamaran identitas, serta merancang penipuan yang semakin meyakinkan.

Ancaman tersebut dapat muncul melalui panggilan telepon dengan suara menyerupai anggota keluarga atau instruksi palsu yang seolah-olah berasal dari pimpinan.

Kondisi ini membuat masyarakat semakin sulit membedakan informasi asli dengan hasil manipulasi teknologi. "Perkembangan AI telah memperluas permukaan serangan hingga pada identitas, informasi dan kepercayaan manusia," katanya.

Wijaya menjelaskan bahwa ancaman berbasis manipulasi kepercayaan membutuhkan pendekatan keamanan yang lebih luas. Perlindungan tidak cukup mengandalkan perangkat teknologi, tetapi harus disertai tata kelola yang memadai, kesiapan kelembagaan, serta kemampuan masyarakat mengenali berbagai bentuk penipuan digital.

Karena itu, penguatan literasi keamanan digital menjadi bagian penting dalam menghadapi perkembangan AI. Masyarakat perlu memiliki kemampuan memverifikasi identitas, mengenali informasi mencurigakan, melindungi data pribadi, dan memahami risiko penyalahgunaan teknologi dalam aktivitas sehari-hari.

"Kami memandang kemampuan masyarakat untuk mengenali penipuan, melindungi identitas, memahami risiko AI, dan menjaga keamanan informasi perlu terus menjadi bagian dari penguatan kapasitas digital nasional," tegasnya.

Dalam menghadapi ancaman yang semakin kompleks, Kemkomdigi juga menekankan pentingnya tata kelola AI berbasis risiko. Pendekatan tersebut mencakup pengujian keamanan, akuntabilitas sistem, serta pengembangan kemampuan nasional untuk mengantisipasi bentuk serangan baru.

Penguatan keamanan siber juga memerlukan keterlibatan manusia dalam penggunaan dan pengawasan teknologi AI. Dengan demikian, pemanfaatan AI untuk meningkatkan kemampuan pertahanan digital tetap disertai pengendalian terhadap risiko penyalahgunaannya.

"Keamanan siber pada era AI membutuhkan pendekatan yang lebih luas yang menggabungkan kemampuan teknologi, tata kelola, kesiapan kelembagaan serta kesadaran masyarakat," pungkasnya.#DISKOMINFOTIK

 

]]>
Bangun Ketahanan Digital, 69 Aplikasi Pemerintah Beroperasi di Pusat Data Nasional https://ppid.bengkaliskab.go.id/web/detailberita/7314/bangun-ketahanan-digital,-69-aplikasi-pemerintah-beroperasi-di-pusat-data-nasional-- https://ppid.bengkaliskab.go.id/web/detailberita/7314/bangun-ketahanan-digital,-69-aplikasi-pemerintah-beroperasi-di-pusat-data-nasional-- Thursday, October 29, 2026 12:00 AM
  • Siaran Pers
  • Nomor: 400.14.4.3/484/KOM.IKP
  • Rabu, 28 Oktober 2026
  • Bangun Ketahanan Digital, 69 Aplikasi Pemerintah Beroperasi di Pusat Data Nasional

 

Jakarta- Sebanyak 69 aplikasi berstatus go live di Pusat Data Nasional hingga September 2026, sementara 28 juta pelanggan seluler telah melakukan registrasi berbasis biometrik hingga akhir September 2026.

Kementerian Komunikasi dan Digital menempatkan penguatan infrastruktur, identitas digital, pengawasan platform, dan literasi masyarakat sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem digital yang aman dan tepercaya.

Staf Ahli Menteri Bidang Sosial, Ekonomi, dan Budaya Kementerian Komdigi Raden Wijaya Kusumawardhana menjelaskan bahwa penguatan ketahanan digital dilakukan seiring dengan semakin luasnya penggunaan layanan digital oleh masyarakat dan pemerintah.

"Hingga September 2026, ekosistem pusat data nasional telah dimanfaatkan lebih dari 490 tenan, yang terdiri dari kementerian, pemerintah daerah, maupun lembaga pemerintah lainnya," ujarnya saat mewakili Menkomdigi Meutya Hafid dalam National Cybersecurity Connect (NCC) 2026 di Jakarta Selatan, Rabu (28/10/2026).

Wijaya menjelaskan layanan Pusat Data Nasional telah memasuki tahap operasional untuk aplikasi dengan tingkat risiko rendah. Pengembangan tersebut menjadi bagian dari penguatan infrastruktur pemerintah digital yang juga mencakup jaringan intrapemerintah dan Sistem Penghubung Layanan Pemerintah.

Selain infrastruktur, Kemkomdigi memperkuat kepercayaan terhadap identitas digital melalui penerapan verifikasi biometrik pengenalan wajah dalam registrasi pelanggan seluler berdasarkan Peraturan Menteri Komdigi Nomor 7 Tahun 2026 tentang Registrasi Pelanggan Jasa Telekomunikasi melalui Jaringan Bergerak Seluler.

Hingga akhir September 2026, sebanyak 28 juta pelanggan telah melakukan registrasi menggunakan biometrik. Meski demikian, jumlah tersebut masih perlu ditingkatkan mengingat besarnya populasi pengguna perangkat seluler di Indonesia.

"Langkah ini diarahkan untuk memperkuat kualitas identitas pelanggan dan mempersempit peluang penyalahgunaan nomor seluler dalam aktivitas digital sekaligus tetap menuntut pelindungan data pribadi yang ketat," jelasnya.

Penguatan ketahanan digital juga dilakukan melalui pengawasan platform dan pelindungan pengguna. Sepanjang 20 Oktober 2024 hingga 11 September 2026, Kemkomdigi telah menangani 5,15 juta konten negatif, termasuk sekitar 4 juta konten perjudian online.

Pemerintah juga memperkuat tanggung jawab platform terhadap keselamatan anak melalui penerbitan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik Dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS).

Di sisi pengembangan kapasitas masyarakat, program literasi digital telah menjangkau sekitar 5,7 juta orang. Sementara itu, lebih dari 870 ribu peserta telah menyelesaikan pelatihan Digital Talent Scholarship dan Microskill secara kumulatif hingga September 2026.

Wijaya menekankan bahwa pembangunan ketahanan digital tidak cukup diukur dari jumlah infrastruktur, aplikasi, maupun program yang telah dijalankan. Keberhasilan transformasi digital juga ditentukan oleh kemampuan layanan untuk tetap beroperasi ketika menghadapi gangguan serta kepercayaan masyarakat terhadap keamanan teknologi.

"Keamanan membangun kepercayaan, sementara ketahanan atau resilience memastikan kepercayaan tersebut tidak langsung hilang ketika terjadi gangguan," katanya.

Menurutnya, pendekatan tersebut sejalan dengan tiga pilar transformasi digital Kemkomdigi, yakni Terhubung, Tumbuh, dan Terjaga. Ketiganya menempatkan perluasan akses, penciptaan nilai tambah ekonomi, serta pelindungan masyarakat sebagai bagian yang saling berkaitan.

Untuk memperkuat ketahanan tersebut, Kemkomdigi mengajak seluruh pemangku kepentingan menjalankan tiga agenda bersama, yaitu penerapan security by design dan resilience by design, penguatan koordinasi dan kesiapan menghadapi insiden siber, serta perluasan kapasitas keamanan digital hingga masyarakat dan pelaku usaha.

Kolaborasi itu melibatkan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), pemerintah, industri, akademisi, serta masyarakat sesuai peran dan kewenangan masing-masing.

"Karena itu, kita membutuhkan pendekatan kolaboratif cyber governance yang menghubungkan kewenangan pemerintah, kemampuan teknologi industri, penelitian akademik, dan partisipasi masyarakat," pungkasnya.#DISKOMINFOTIK

]]>
Alhamdulillah, Labkesmas Bengkalis Raih Akreditasi Utama, Siap Tingkatkan Mutu Pelayanan https://ppid.bengkaliskab.go.id/web/detailberita/7313/alhamdulillah,-labkesmas-bengkalis-raih-akreditasi-utama,-siap-tingkatkan-mutu-pelayanan https://ppid.bengkaliskab.go.id/web/detailberita/7313/alhamdulillah,-labkesmas-bengkalis-raih-akreditasi-utama,-siap-tingkatkan-mutu-pelayanan Thursday, October 29, 2026 12:00 AM
  • Siaran Pers
  • Nomor: 400.14.4.3/483/KOM.IKP
  • Kamis, 29 Oktober 2026
  • Alhamdulillah, Labkesmas Bengkalis Raih Akreditasi Utama, Siap Tingkatkan Mutu Pelayanan

 

BENGKALIS – Unit Pelaksana Teknis Daerah Laboratorium Kesehatan Masyarakat (UPTD Labkesmas) Kabupaten Bengkalis berhasil meraih akreditasi dengan predikat Utama. Capaian ini menjadi bukti komitmen dan kerja keras bersama dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan masyarakat di Kabupaten Bengkalis.

Keberhasilan tersebut disambut dengan acara syukuran akreditasi, Kamis, 29 Oktober 2026 di Labkesmas jalan Kelapapati Darat Bengkalis.

Kepala Dinas Kesehatan, diwakili Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Yessica Febrina, mengucapkan selamat dan tahniah kepada seluruh jajaran UPTD Labkesmas Bengkalis atas capaian akreditasi tersebut.

Yessica menyampaikan bahwa predikat Utama merupakan pencapaian yang patut disyukuri sekaligus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan. 

Ia berharap seluruh jajaran Labkesmas dapat mempertahankan predikat tersebut dan terus melakukan pembenahan agar ke depannya mampu meraih predikat Paripurna sebagai tingkat akreditasi tertinggi.

"Mari bersama-sama kita menjaga dan mempertahankan predikat Utama ini, serta terus belajar dan meningkatkan kualitas pelayanan agar ke depannya bisa meraih predikat Paripurna. Kami dari Dinas Kesehatan juga akan selalu memberikan dukungan penuh terhadap keberadaan dan pengembangan Labkesmas," ujar Yessica.

Ia menambahkan, keberhasilan meraih akreditasi ini merupakan hasil kerja bersama yang harus ditindaklanjuti dengan peningkatan kinerja dan pelayanan. Menurutnya, keberadaan Labkesmas juga memiliki peran penting dalam mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bengkalis.

"Ini merupakan usaha kita semua. Dengan hasil akreditasi ini, ke depannya kita bersama-sama meningkatkan Pendapatan Asli Daerah sesuai dengan target yang telah ditetapkan," tambahnya.

Sementara itu, Kepala UPTD Labkesmas Bengkalis, Eka Heriyanti, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga proses akreditasi dapat berjalan dengan lancar dan memperoleh hasil yang memuaskan.

Ia menegaskan, predikat Utama yang diraih merupakan hasil kerja keras, kekompakan, dan komitmen seluruh jajaran dalam memenuhi standar pelayanan kesehatan yang telah ditetapkan.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada teman-teman semua. Hasil akreditasi yang memuaskan ini merupakan buah dari kerja keras kita bersama. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada tim dari Dinas Kesehatan, puskesmas, serta RSUD Bengkalis yang telah memberikan dukungan dan support sehingga proses akreditasi berjalan dengan lancar," ungkap Eka.

Lebih lanjut, Eka berharap capaian akreditasi tersebut tidak hanya menjadi sebuah pengakuan administratif, tetapi juga dapat diwujudkan melalui penerapan standar mutu dalam setiap aspek pelayanan kepada masyarakat.

Dengan predikat Utama yang telah diraih, UPTD Labkesmas Bengkalis berkomitmen untuk terus melakukan evaluasi, pembenahan, dan peningkatan kualitas pelayanan agar mampu memberikan layanan pemeriksaan kesehatan yang profesional, berkualitas, dan terpercaya.

"Kami berharap dengan nilai yang telah diperoleh ini, penerapan mutu pelayanan kesehatan dapat terus ditingkatkan sehingga Labkesmas yang kita miliki ini bisa menjadi laboratorium kesehatan masyarakat rujukan bagi masyarakat luas," tutupnya.#DISKOMINFOTIK

]]>
Meutya Hafid Dorong Investasi Digital AS Beri Manfaat Nyata untuk Indonesia https://ppid.bengkaliskab.go.id/web/detailberita/7312/meutya-hafid-dorong-investasi-digital-as-beri-manfaat-nyata-untuk-indonesia https://ppid.bengkaliskab.go.id/web/detailberita/7312/meutya-hafid-dorong-investasi-digital-as-beri-manfaat-nyata-untuk-indonesia Thursday, October 29, 2026 12:00 AM
  • Siaran Pers
  • Nomor: 400.14.4.3/482/KOM.IKP
  • Rabu, 28 Oktober 2026
  • Bertemu USABC, Meutya Hafid Dorong Investasi Digital AS Beri Manfaat Nyata bagi Indonesia

Jakarta - Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mendorong perusahaan teknologi Amerika Serikat memperluas investasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Indonesia, mulai dari penciptaan peluang ekonomi, peningkatan keterampilan tenaga kerja, hingga pemanfaatan teknologi untuk memperbaiki layanan publik.

Dalam pertemuan dengan delegasi US-ASEAN Business Council (USABC), Meutya menegaskan bahwa Indonesia tidak hanya membutuhkan investasi untuk memperluas infrastruktur digital, tetapi juga kolaborasi yang menghasilkan transfer pengetahuan, pengembangan talenta, serta akses inovasi yang lebih merata, termasuk bagi masyarakat di wilayah perdesaan.

“Pembangunan digital tidak cukup hanya menghubungkan masyarakat dengan internet. Konektivitas harus membuka peluang pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, dan memperbaiki pelayanan publik. Tanpa manfaat tersebut, potensi pembangunan infrastruktur digital belum dapat dimanfaatkan secara optimal,” ujar Meutya di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, Rabu (28/10/2026).

Meutya menjelaskan bahwa arah transformasi digital Indonesia bertumpu pada tiga prinsip, yaitu Terhubung, Tumbuh, dan Terjaga. Ketiganya menjadi landasan agar perluasan konektivitas diikuti peningkatan produktivitas masyarakat sekaligus pelindungan dalam pemanfaatan teknologi.

Melalui prinsip tersebut, pemerintah ingin memastikan investasi digital tidak hanya menghasilkan pertumbuhan industri, tetapi juga memperkuat kemampuan Indonesia dalam mengembangkan dan memanfaatkan teknologi secara berkelanjutan.

“Hubungan kita akan semakin baik apabila kita terus memperhatikan transfer pengetahuan dan peningkatan keahlian dalam berbagai pengembangan digital yang dilakukan di Indonesia,” kata Meutya.

Karena itu, Kemkomdigi mendorong perusahaan teknologi Amerika Serikat untuk memperluas kontribusi melalui pengembangan talenta digital, peningkatan kapasitas tenaga kerja, dan penerapan teknologi yang menjawab kebutuhan masyarakat.

Inovasi AI Perlu Diimbangi Kepastian Regulasi dan Pelindungan Publik

Pengembangan kecerdasan artifisial (AI) turut menjadi perhatian utama dalam pertemuan tersebut. Meutya menegaskan bahwa Indonesia terbuka terhadap inovasi dan investasi AI, dengan tetap mengedepankan keamanan, pelindungan anak, serta pelindungan data pribadi. 

Menurutnya, besarnya jumlah penduduk Indonesia menjadikan pengembangan AI sebagai peluang strategis sekaligus tanggung jawab yang membutuhkan tata kelola yang jelas.

“Indonesia perlu terus mengembangkan AI dan memanfaatkan peluang yang ditawarkannya. Namun, dengan jumlah penduduk sekitar 280 juta jiwa, kita juga harus memastikan adanya aturan dan mekanisme perlindungan yang memadai agar teknologi ini dapat digunakan secara aman dan bertanggung jawab,” tegas Meutya.

Dalam penyusunan kebijakan digital, termasuk peta jalan AI nasional, Kemkomdigi berkomitmen membuka dialog dengan pelaku industri dan berbagai pemangku kepentingan.

Meutya menekankan bahwa kepastian dan keterbukaan regulasi penting untuk memberikan ruang bagi inovasi, sekaligus memastikan perkembangan teknologi tetap sejalan dengan kepentingan masyarakat Indonesia.

“Kami ingin memastikan regulasi yang disiapkan dapat dipahami dan diprediksi oleh para pemangku kepentingan, bukan menjadi kejutan bagi industri. Karena itu, proses penyusunannya perlu terbuka terhadap berbagai perspektif agar inovasi dapat berkembang dengan tetap memperhatikan pelindungan masyarakat,” ungkapnya.

USABC Tekankan Pentingnya Kemitraan Pemerintah dan Industri

CEO US-ASEAN Business Council Brian McFeeters menyampaikan bahwa kerja sama pemerintah dan sektor swasta semakin penting di tengah perkembangan teknologi digital, terutama AI, yang berlangsung sangat cepat.

“Dibandingkan dengan bidang lain yang menjadi perhatian kami, isu digital merupakan bidang yang sangat membutuhkan kemitraan pemerintah dan sektor swasta. Kemitraan ini menjadi sangat penting karena perkembangan AI berlangsung dari minggu ke minggu,” ujar Brian.

Brian juga menyoroti kontribusi perusahaan-perusahaan Amerika Serikat di Indonesia melalui investasi, transfer pengetahuan, pendidikan, pengembangan keahlian, serta berbagai program tanggung jawab sosial perusahaan.

Menurutnya, USABC telah menyiapkan laporan yang mendokumentasikan kontribusi tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat hubungan ekonomi dan kerja sama digital antara Indonesia dan Amerika Serikat.

Kemkomdigi memandang kemitraan dengan USABC sebagai kesempatan untuk memperkuat kolaborasi yang memberikan manfaat jangka panjang bagi Indonesia. Melalui investasi yang disertai pengembangan kapasitas sumber daya manusia, transfer pengetahuan, serta tata kelola teknologi yang bertanggung jawab, pemerintah mendorong pertumbuhan ekosistem digital Indonesia yang produktif, inklusif, aman, dan tepercaya.#DISKOMINFOTIK

 

]]>
Bupati Kasmarni Ucapkan Belasungkawa atas Wafatnya Iskandar Hoesin https://ppid.bengkaliskab.go.id/web/detailberita/7311/bupati-kasmarni-ucapkan-belasungkawa-atas-wafatnya-iskandar-hoesin https://ppid.bengkaliskab.go.id/web/detailberita/7311/bupati-kasmarni-ucapkan-belasungkawa-atas-wafatnya-iskandar-hoesin Wednesday, October 28, 2026 12:00 AM
  • Siaran Pers
  • Nomor: 400.14.4.3/481/KOM.IKP
  • Rabu, 28 Oktober 2026
  • Bupati Kasmarni Sampaikan Belasungkawa atas Wafatnya Mantan Ketua NasDem Riau dan Ketua KONI Riau H. Iskandar Hoesin

 

BENGKALIS – Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Kabar duka menyelimuti Provinsi Riau atas wafatnya Ir. H. Iskandar Hoesin, MH Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Riau periode 2011–2019 sekaligus Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Riau periode 2022–2026.

 

Bupati Bengkalis, Hj. Kasmarni, beserta keluarga besar Pemerintah Kabupaten Bengkalis menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas kepergian almarhum yang dikenal memiliki rekam jejak panjang dalam pengabdian di bidang Pemerintahan, politik, dan olahraga.

 

H. Iskandar Hoesin mengembuskan napas terakhir pada Rabu (28/10/2026), pukul 08.30 WIB, di RSUD Arifin Achmad, Pekanbaru, dalam usia 77 tahun.

 

Semasa hidupnya, almarhum telah menorehkan perjalanan pengabdian yang panjang. Lahir di Trieng Gading, Aceh, pada 11 Mei 1949, Iskandar merupakan lulusan Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala yang mengawali karier di lingkungan Departemen Transmigrasi sebelum mengemban berbagai jabatan strategis di bidang hukum dan hak asasi manusia (HAM).

 

Beliau juga pernah menjabat sebagai Sekretaris Menteri Negara Urusan HAM pada 2000–2001, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan HAM pada 2001–2004, serta Staf Ahli Menteri Hukum dan HAM mulai 2006.

 

Didunia politik, Iskandar dipercaya memimpin DPW Partai NasDem Riau selama dua periode, yakni 2011–2019. Sementara di bidang olahraga, pengalamannya mencakup kepemimpinan di Persiraja Banda Aceh dan PSPS Pekanbaru serta keterlibatan dalam berbagai organisasi cabang olahraga.

 

Pengalaman dan dedikasinya tersebut mengantarkan almarhum menjadi Ketua KONI Riau periode 2022–2026. Kiprahnya menjadi bagian dari perjalanan pembinaan olahraga di Riau, sekaligus meninggalkan jejak pengabdian di berbagai bidang yang pernah digelutinya.

 

Bupati Kasmarni menyampaikan bahwa kepergian almarhum merupakan kehilangan bagi keluarga, kerabat, serta berbagai kalangan yang selama ini mengenal dan bekerja bersama almarhum dalam menjalankan pengabdian kepada masyarakat.

 

“Atas nama pribadi, keluarga, dan seluruh keluarga besar Pemerintah Kabupaten Bengkalis, kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Bapak H. Iskandar Hoesin.

Semoga almarhum husnul khatimah, diampuni segala khilaf dan dosanya, diterima seluruh amal ibadahnya, serta ditempatkan Allah SWT di tempat terbaik di sisi-Nya. Kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga diberikan ketabahan, kesabaran, dan kekuatan dalam menghadapi cobaan ini,” ungkap Bupati Kasmarni.

 

Bupati Kasmarni juga berharap segala pengabdian dan kebaikan almarhum semasa hidup dapat menjadi kenangan yang baik bagi keluarga, sahabat, serta masyarakat yang pernah merasakan kontribusinya.

 

Pemerintah Kabupaten Bengkalis turut mendoakan agar keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberikan kekuatan dan keikhlasan dalam menerima ketetapan Allah SWT.

 

Allahummaghfirlahu warhamhu wa’afihi wa’fu’anhu. Semoga Allah SWT melimpahkan rahmat dan ampunan kepada almarhum. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.#DISKOMINFOTIK


]]>
Dewan Pendidikan Bengkalis Apresiasi K3S Bantan Gelar Lomba Cerdas Cermat Tingkat SD https://ppid.bengkaliskab.go.id/web/detailberita/7310/dewan-pendidikan-bengkalis-apresiasi-k3s-bantan-gelar-lomba-cerdas-cermat-tingkat-sd https://ppid.bengkaliskab.go.id/web/detailberita/7310/dewan-pendidikan-bengkalis-apresiasi-k3s-bantan-gelar-lomba-cerdas-cermat-tingkat-sd Wednesday, October 28, 2026 12:00 AM
  • Siaran Pers
  • Nomor: 400.14.4.3/480/KOM.IKP
  • Rabu, 28 Oktober 2026
  • Dewan Pendidikan Bengkalis Apresiasi K3S Bantan Gelar Lomba Cerdas Cermat Tingkat SD

 

BANTAN – Dewan Pendidikan Kabupaten Bengkalis mengapresiasi Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Bantan yang telah menyelenggarakan Lomba Cerdas Cermat tingkat Sekolah Dasar (SD) se-Kecamatan Bantan.

 

Kegiatan ini dinilai menjadi salah satu upaya positif dalam meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus mendorong prestasi dan kemampuan akademik peserta didik. Rabu, 28 Oktober 2026. Bertempat di SDN 1 Kecamatan Bantan.

 

Sebagai bentuk dukungan terhadap semangat belajar dan prestasi siswa, Dewan Pendidikan Kabupaten Bengkalis turut memberikan tambahan hadiah berupa uang saku kepada peserta yang berhasil meraih juara pertama.

 

Lomba cerdas cermat ini menjadi wadah bagi para siswa untuk mengasah kemampuan akademik, memperluas wawasan, serta meningkatkan motivasi dalam belajar. Selain menguji penguasaan materi pelajaran, kegiatan tersebut juga memberikan pengalaman berharga bagi peserta didik untuk membangun kepercayaan diri dan mengembangkan kemampuan berpikir kritis.

 

Dewan Pendidikan Kabupaten Bengkalis menilai kegiatan seperti ini perlu terus dilaksanakan sebagai bagian dari upaya membangun budaya belajar yang positif di lingkungan sekolah. Melalui kompetisi yang sehat, para siswa dapat belajar untuk bekerja sama dalam tim, menghargai kemampuan orang lain, serta menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas.

 

Apresiasi juga disampaikan kepada K3S Kecamatan Bantan beserta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan penyelenggaraan lomba tersebut. Kolaborasi antara kepala sekolah, guru, Dinas Pendidikan, Dewan Pendidikan, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya dinilai memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung perkembangan potensi peserta didik.

 

Dukungan yang diberikan Dewan Pendidikan Kabupaten Bengkalis melalui tambahan hadiah uang saku bagi peraih juara pertama merupakan salah satu bentuk perhatian terhadap upaya peningkatan prestasi siswa. Dukungan tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi peserta didik untuk terus belajar, mengembangkan kemampuan, dan berani menunjukkan potensi terbaik yang dimiliki.

 

Lebih dari sekadar perlombaan, kegiatan cerdas cermat juga menjadi sarana untuk menanamkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, dan semangat pantang menyerah sejak usia sekolah dasar. Nilai-nilai tersebut penting dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki karakter yang baik.

 

Dewan Pendidikan Kabupaten Bengkalis berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjadi agenda rutin K3S di seluruh kecamatan di Kabupaten Bengkalis. Dengan demikian, semakin banyak peserta didik yang memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kemampuan, meningkatkan prestasi, serta membangun kepercayaan diri dalam menghadapi berbagai tantangan pendidikan.

 

Melalui sinergi dan komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan, berbagai kegiatan pendidikan yang positif diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Bengkalis, sekaligus mendukung lahirnya generasi yang cerdas, berkarakter, berprestasi, dan memiliki daya saing di masa depan.

 

Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis, Muthu Saily, Koordinator Wilayah Kecamatan (Korwilcam) Bantan, Zulfahmi, serta M. Ihsan yang mewakili Dewan Pendidikan Kabupaten Bengkalis.#DISKOMINFOTIK

]]>
Mahasiswa Polbeng Raih Emas di IUIC 2026 Malaysia https://ppid.bengkaliskab.go.id/web/detailberita/7309/mahasiswa-polbeng-raih-emas-di-iuic-2026-malaysia https://ppid.bengkaliskab.go.id/web/detailberita/7309/mahasiswa-polbeng-raih-emas-di-iuic-2026-malaysia Wednesday, October 28, 2026 12:00 AM
  • Siaran Pers
  • Nomor: 400.14.4.3/479/KOM.IKP
  • Rabu, 28 Oktober 2026

·         Toreh Prestasi Internasional, Mahasiswa Polbeng Raih Gold Medal dan Special Award di IUIC 2026 Malaysia

 

BENGKALIS – Mahasiswa Politeknik Negeri Bengkalis (Polbeng) dari Program Studi Administrasi Bisnis Internasional, Jurusan Administrasi Niaga, menorehkan prestasi gemilang dengan meraih Gold Medal dan Special Award dalam ajang Hussein Innovation and Talent Symposium (HITS) × International Undergraduate Innovation Competition (IUIC) 2026 yang digelar Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM), Johor, Malaysia, 26–27 Oktober 2026.


Polbeng mengirimkan dua tim pada kategori Social Sciences, Humanities, Business & EdTech. Tim pertama beranggotakan Azwa Mayuni dan Febiola, dengan pendamping M. Fuad Asrofillah. Keduanya mengusung inovasi Nusantara BookLink: A Data-Driven Digital Ecosystem for Equitable Book Distribution and Literacy Access in Indonesia, sebuah gagasan ekosistem digital berbasis data untuk mendukung pemerataan distribusi buku dan akses literasi di Indonesia.


Sementara itu, tim Feby Amara dan Angel Syafriana di bawah bimbingan Armita Novriana Rambe mengangkat inovasi FURNIQUES: An Asset-Light Marketplace Bridging the Market Gap Between Urban Demand and Isolated Artisans via Interactive 3D Customization and Direct Artisan Integration. Selain meraih Gold Medal, inovasi FURNIQUES juga berhasil memperoleh Sustainable Innovation Award.


IUIC 2026 merupakan kompetisi inovasi internasional bagi mahasiswa sarjana yang diselenggarakan Pusat Pembangunan Pelajar UTHM dalam rangkaian Hussein Innovation & Talent Symposium (HITS) 2026 bertema “Driving Talent and Innovation for Sustainable Future”. 


Kompetisi menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menampilkan penelitian, produk inovatif, dan solusi kreatif yang menjawab berbagai kebutuhan nyata.

Kompetisi dilaksanakan secara hybrid. 


Peserta internasional dapat mengikuti penilaian secara daring pada 17–24 Oktober, sedangkan penilaian langsung berlangsung pada 26–27 Oktober di Dewan Sultan Ibrahim, UTHM. Penilaian dilakukan oleh panel juri internasional dengan mempertimbangkan aspek inovasi, orisinalitas, dampak, presentasi, serta potensi komersialisasi.


Kedua tim Polbeng melakukan persiapan selama kurang lebih satu bulan. Persiapan meliputi pematangan ide inovasi, penyusunan paper, perancangan poster, hingga pembuatan video presentasi untuk mengikuti tahapan penilaian.


Mahasiswa mengaku bersyukur dan bangga atas hasil yang diperoleh. Bagi mereka, capaian tersebut menjadi hasil dari proses belajar, kerja sama tim, dan persiapan yang telah dilakukan sekaligus pengalaman untuk menguji inovasi pada kompetisi tingkat internasional.


“Prestasi ini bukan hanya tentang medali, tetapi juga pengalaman dan pembelajaran yang kami dapatkan selama mengikuti kompetisi. Kami berharap capaian ini dapat memotivasi mahasiswa Polbeng lainnya untuk terus mengembangkan potensi, berinovasi, dan berani mengikuti kompetisi di tingkat nasional maupun internasional,” ungkap Azwa, salah satu mahasiswa.


IUIC 2026 diikuti mahasiswa dari berbagai universitas, politeknik, dan institusi pendidikan dari sejumlah negara. Melalui capaian ini, mahasiswa Polbeng menunjukkan bahwa inovasi dari bidang administrasi dan bisnis juga memiliki peluang untuk bersaing dan mendapat pengakuan di tingkat internasional.#DISKOMINFOTIK 

]]>
Jurnalistik Cendekia Gelar REDAKSI, Ajak Anak Yayasan Aisyah Mengenal Literasi https://ppid.bengkaliskab.go.id/web/detailberita/7308/jurnalistik-cendekia-gelar-redaksi,-ajak-anak-yayasan-aisyah-mengenal-literasi https://ppid.bengkaliskab.go.id/web/detailberita/7308/jurnalistik-cendekia-gelar-redaksi,-ajak-anak-yayasan-aisyah-mengenal-literasi Wednesday, October 28, 2026 12:00 AM
  • Siaran Pers
  • Nomor: 400.14.4.3/478/KOM.IKP
  • Rabu, 28 Oktober 2026
  •    Jurnalistik Cendekia Gelar REDAKSI, Ajak Anak Yayasan Aisyah Mengenal Literasi

 

BENGKALIS — Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Jurnalistik Cendekia Politeknik Negeri Bengkalis menggelar pengabdian kepada masyarakat bertajuk REDAKSI (Relawan Edukasi dan Literasi Anak) di Rumah Quran & Rumah Yatim Aisyah, Jalan Bathin Alam, Desa Kuala Alam, Ahad, 25 Oktober 2026.

Kegiatan ini melibatkan anggota UKM Jurnalistik Cendekia dan pengurus Yayasan Aisyah. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa mengajak anak-anak di yayasan untuk mengenal literasi melalui aktivitas edukatif dan kreatif.

 

Rangkaian kegiatan meliputi penyampaian materi, mewarnai bersama, serta pemberian apresiasi kepada anak yang dinilai paling kreatif. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya mahasiswa untuk mengenalkan literasi kepada anak-anak melalui pendekatan yang menyenangkan.


Ketua Yayasan Aisyah, Yeni, menyampaikan harapannya agar kegiatan tersebut membawa manfaat bagi anak-anak maupun mahasiswa yang terlibat. Ia juga berpesan agar mahasiswa senantiasa meminta doa dan restu orang tua dalam menjalani kehidupan.


“Semoga niat, hajat, dan keinginan mahasiswa dikabulkan oleh Allah SWT. Satu pesan saya, semoga kalian sukses dalam keberkahan hidup. Apa pun yang dilakukan, jangan lupa meminta doa orang tua. Untuk anak-anak, semoga sukses dunia dan akhirat,” ujarnya.


Sementara itu, Pimpinan Umum UKM Jurnalistik Cendekia menilai bahwa pengabdian tersebut bukan hanya menjadi ruang bagi mahasiswa untuk berbagi pengetahuan, tetapi juga kesempatan untuk belajar dari anak-anak yang mereka temui.


Menurutnya, pengalaman tersebut mengajarkan mahasiswa tentang kehidupan, rasa syukur, dan cara memaknai hal-hal sederhana. Dengan demikian, proses belajar dalam kegiatan pengabdian tidak hanya berlangsung satu arah, tetapi juga memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa.


Ketua Pelaksana REDAKSI, Rafia Anjani, berharap kegiatan tersebut dapat memberikan dampak positif bagi anak-anak maupun mahasiswa yang terlibat.


“Semoga kegiatan ini dapat memberikan dampak bagi adik-adik dan kita semua, serta menyadarkan bahwa literasi merupakan hal yang sangat penting,” ujarnya.

Melalui REDAKSI, UKM Jurnalistik Cendekia Politeknik Negeri Bengkalis berupaya memperkenalkan literasi kepada anak-anak sekaligus membangun pengalaman belajar bersama melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat#DISKOMINFOTIK

 

]]>
Perkuat Tata Kelola Data Desa dan Kelurahan, Kecamatan Bengkalis Sosialisasikan Program Desa Cantik https://ppid.bengkaliskab.go.id/web/detailberita/7307/-perkuat-tata-kelola-data-desa-dan-kelurahan,-kecamatan-bengkalis-sosialisasikan-program-desa-cantik https://ppid.bengkaliskab.go.id/web/detailberita/7307/-perkuat-tata-kelola-data-desa-dan-kelurahan,-kecamatan-bengkalis-sosialisasikan-program-desa-cantik Wednesday, October 28, 2026 12:00 AM
  • Siaran Pers
  • Nomor: 400.14.4.3/477/KOM.IKP
  • Rabu, 28 Oktober 2026
  • Perkuat Tata Kelola Data Desa dan Kelurahan, Kecamatan Bengkalis Sosialisasikan Program Desa Cantik

 

BENGKALIS — Pemerintah Kecamatan Bengkalis bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Kabupaten Bengkalis, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), serta Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bengkalis melaksanakan kegiatan pembinaan dan sosialisasi Program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik). Bertempat di Balai Panglima Minal, Kantor Camat Bengkalis. Rabu, 28 Oktober 2026. 

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman aparatur pemerintah desa dan kelurahan mengenai pentingnya pengelolaan data yang akurat, mutakhir, terpadu, dan dapat dipertanggungjawabkan sebagai dasar perencanaan pembangunan serta pengambilan kebijakan.

 

Dalam sambutannya, Camat Bengkalis, Rafli Kurniawan, menyampaikan dukungannya terhadap pelaksanaan Program Desa Cantik. Ia menegaskan bahwa data merupakan salah satu unsur penting dalam menentukan arah pembangunan dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Menurutnya, pemerintah desa dan kelurahan perlu memiliki data yang valid dan terbaru agar setiap program pembangunan dapat disusun berdasarkan kebutuhan serta kondisi nyata masyarakat.


“Melalui Program Desa Cantik ini, kami berharap pemerintah desa dan kelurahan semakin memahami pentingnya pengelolaan data yang baik, mulai dari pengumpulan, pemutakhiran hingga pemanfaatannya dalam perencanaan pembangunan. Data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan akan membantu pemerintah dalam menentukan program prioritas sehingga pembangunan yang dilaksanakan benar-benar tepat sasaran dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Rafli.

Rafli juga berharap adanya sinergi dan koordinasi yang berkelanjutan antara pemerintah kecamatan, pemerintah desa dan kelurahan, BPS, Diskominfotik, serta perangkat daerah terkait dalam mendukung keberhasilan Program Desa Cantik di Kecamatan Bengkalis.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Bengkalis, Ismail, menyampaikan bahwa Program Desa Cinta Statistik merupakan bentuk kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Bengkalis dan BPS Kabupaten Bengkalis dalam memperkuat tata kelola data di tingkat desa dan kelurahan.


“Program Desa Cantik sangat penting karena membantu kepala desa dan lurah dalam memperoleh data yang akurat, tervalidasi, dan terdigitalisasi. Dengan ketersediaan data yang berkualitas, pemerintah desa dan kelurahan dapat lebih mudah menjadikan data sebagai dasar dalam menyusun perencanaan pembangunan maupun mengambil kebijakan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ujar Ismail.


Ia berharap ke depan Program Desa Cantik dapat diterapkan di seluruh desa dan kelurahan se-Kabupaten Bengkalis agar pengelolaan data semakin baik, terarah, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.


Ismail juga menekankan bahwa data desa tidak hanya berfungsi sebagai bahan administrasi, tetapi juga menjadi dasar untuk mengenali potensi ekonomi, kondisi sosial masyarakat, kebutuhan pelayanan publik, serta peluang pengembangan desa. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara pemerintah desa, kecamatan, BPS, Diskominfotik, dan perangkat daerah terkait agar pengelolaan data dapat dilaksanakan secara berkelanjutan.

 

Dalam kegiatan tersebut, Kepala BPS Bengkalis hadir sebagai narasumber untuk memberikan pemahaman mengenai konsep, tujuan, serta pelaksanaan Program Desa Cantik.

 

Dalam pemaparannya, Sudiro menjelaskan bahwa Desa Cantik merupakan program pembinaan statistik yang bertujuan meningkatkan literasi statistik aparatur desa, memperbaiki kualitas data, serta mendorong pemanfaatan statistik dalam perencanaan dan evaluasi pembangunan desa.

 

“Kami berharap seluruh data yang dikelola oleh pemerintah desa dan kelurahan dapat dikembangkan menjadi data statistik sektoral dan terintegrasi ke dalam Portal Satu Data Indonesia. Dalam hal ini, BPS Kabupaten Bengkalis siap membantu dan mendampingi bapak dan ibu dalam mengembangkan serta meningkatkan kualitas data tersebut agar dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung pembangunan yang berkelanjutan,” ungkap Sudiro.

 

Ia menekankan bahwa desa merupakan salah satu sumber penting data pembangunan. Oleh karena itu, aparatur desa perlu memahami cara mengumpulkan, mengolah, memeriksa, dan menyajikan data secara benar agar informasi yang dihasilkan dapat menggambarkan kondisi masyarakat secara akurat.

 

Kepala Bidang Data Statistik Diskominfotik Kabupaten Bengkalis, Azmar, menyampaikan bahwa Diskominfotik memiliki peran dalam mendukung tata kelola data daerah melalui penyelenggaraan Satu Data Indonesia, koordinasi data statistik sektoral, standardisasi data, serta pemanfaatan teknologi informasi sesuai dengan tugas dan kewenangannya.

Ia menjelaskan bahwa keberhasilan Program Desa Cantik memerlukan pengelolaan data yang terstruktur, mulai dari proses pengumpulan, pemeriksaan, pemutakhiran, hingga pemanfaatan dan penyebarluasan data sesuai ketentuan yang berlaku.

 

“Melalui Program Desa Cantik, kita berharap pemerintah desa semakin memahami pentingnya data yang berkualitas. Data yang dikelola dengan baik akan menjadi dasar dalam menyusun perencanaan pembangunan yang tepat sasaran sekaligus mendukung terwujudnya Satu Data Kabupaten Bengkalis,” ujarnya.

Azmar juga menegaskan bahwa koordinasi antara Diskominfotik dan BPS sangat diperlukan untuk memastikan data yang dihasilkan pemerintah desa dapat dikelola secara konsisten dan dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan daerah.#DISKOMINFOTIK

 

]]>