CFN Wonosari Tengah Bermasa Dorong Ekonomi Kreatif dan Seni Budaya Tradisional





  • Siaran Pers
  • Nomor: 400.14.4.3/172/KOM.IKP
  • Jumat, 29 Mei 2026 
  • CFN “Wonosari Tengah Bermasa” Dorong Peningkatan Ekonomi Kreatif dan Pelestarian Seni Budaya Tradisional

BENGKALIS — Pemerintah Desa Wonosari bersama Perkumpulan Wartawan Media Online Indonesia (PWMOI) Kabupaten Bengkalis menggelar kegiatan Car Free Night (CFN) bertajuk “Wonosari Tengah Bermasa” dengan tema Peningkatan Ekonomi Kreatif dan Seni Budaya Tradisional, yang dipusatkan disepanjang jalan Desa Wonosari Tengah, Kecamatan Bengkalis Jumat malam, 29 Mei 2026.

Kegiatan yang direncanakan berlangsung  selama dua malam tersebut dihadiri masyarakat dari berbagai kalangan dan diisi dengan pertunjukan seni budaya tradisional seperti Reog dan kuda lumping, sekaligus menjadi wadah pemberdayaan pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) masyarakat setempat.

Kepala Desa Wonosari, Suswanto, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. 

Suswanto berharap CFN “Wonosari Tengah Bermasa” dapat menjadi momentum kebangkitan ekonomi masyarakat desa sekaligus sarana pelestarian budaya lokal.

“Kegiatan ini bukan hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi wadah untuk meningkatkan ekonomi kreatif masyarakat melalui pemberdayaan UMKM dan pelestarian seni budaya tradisional,” ujarnya.

Suswanto juga menyampaikan bahwa kegiatan tersebut dirangkaikan sebagai bentuk rasa syukur atas selesainya pembangunan Gedung Koperasi Merah Putih Desa Wonosari yang diharapkan mampu menjadi pusat penguatan ekonomi masyarakat desa.

Sementara itu, Bupati Bengkalis yang diwakili Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Johansyah Syafri, mengapresiasi kolaborasi antara Pemerintah Desa Wonosari dan PWMOI Kabupaten Bengkalis dalam menghadirkan kegiatan yang bernilai ekonomi, sosial, dan budaya tersebut.

Menurutnya, di tengah perkembangan zaman dan arus globalisasi, pelestarian budaya tradisional harus terus dijaga sebagai identitas masyarakat.

“Seni budaya tradisional bukan hanya tontonan, tetapi juga mengandung nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, sopan santun, dan kearifan lokal yang harus diwariskan kepada generasi muda,” ungkapnya.

Johan juga menilai keberadaan wartawan dan media online memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan daerah melalui penyebarluasan informasi yang positif dan edukatif kepada masyarakat.

Terlihat antusiasme masyarakat untuk menghadiri pertunjukan seni budaya seraya berbelanja produk UMKM yang memadati jalan Wonosarj Tengah tersebut. #DISKOMINFOTIK


Tulis Komentar

Copyright © 2020 PPID Kabupaten Bengkalis - Design By TIM IT PPID