Mahasiswa Politeknik Negeri Bengkalis Ikuti Kelas Pemilu, KPU Dorong Terwujudnya Demokrasi Inklusif





  • Siaran Pers
  • Nomor: 400.14.4.3/486/KOM.IKP
  • Kamis, 29 Oktober 2026
  • Mahasiswa Politeknik Negeri Bengkalis Ikuti Kelas Pemilu, KPU Dorong Terwujudnya Demokrasi Inklusif

 

BENGKALIS – Mahasiswa Politeknik Negeri Bengkalis mengikuti kegiatan Kelas Pemilu dan Demokrasi Seri Kelima yang ditaja Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bengkalis, Kamis 29 Oktober 2026.

Kegiatan ini mengangkat tema “Pemilu Inklusif Menjamin Kesetaraan Gender, Akses untuk Kaum Marginal dan Disabilitas.”

Kegiatan tersebut menjadi ruang edukasi dan diskusi bagi mahasiswa untuk meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya penyelenggaraan pemilihan umum (pemilu) yang inklusif, setara, dan memberikan kesempatan kepada seluruh lapisan masyarakat untuk berpartisipasi dalam proses demokrasi.

Hadir sebagai pemateri, Anggota KPU Kabupaten Bengkalis, Sri Jumarni, dengan moderator Riki Harianto, yang merupakan staf pelaksana KPU Kabupaten Bengkalis.

Dalam pemaparannya, Sri Jumarni menekankan pentingnya mewujudkan pemilu yang inklusif dengan menjunjung tinggi prinsip kesetaraan serta memberikan ruang bagi setiap warga negara untuk menggunakan hak pilihnya tanpa diskriminasi.

Menurutnya, demokrasi yang berkualitas adalah demokrasi yang mampu merangkul seluruh elemen masyarakat, termasuk perempuan, kelompok marginal, dan penyandang disabilitas. Oleh karena itu, akses terhadap informasi, fasilitas, serta proses pemilu perlu diperhatikan agar setiap warga negara memiliki kesempatan yang sama untuk berpartisipasi.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh edukasi dan literasi mengenai pelaksanaan pemilu yang inklusif, mulai dari pentingnya kesetaraan hak hingga upaya memastikan seluruh masyarakat dapat menggunakan hak pilihnya secara bebas dan setara.

Selain menambah wawasan, kegiatan ini juga diharapkan dapat menumbuhkan minat mahasiswa untuk mempelajari kepemiluan secara lebih mendalam melalui pendekatan akademik, sekaligus membangun kesadaran kritis terhadap tantangan dalam mewujudkan demokrasi yang inklusif.

Salah seorang mahasiswa Program Studi Bisnis Digital, Cahaya Azhara Manik, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memberikan manfaat dan wawasan baru bagi mahasiswa dalam memahami pentingnya pemilu inklusif.

Menurut Cahaya, materi yang disampaikan membuka ruang pemikiran kritis mengenai bagaimana prinsip pemilu inklusif dapat diterapkan secara nyata, sehingga hak pilih seluruh masyarakat dapat tersalurkan tanpa adanya diskriminasi.

Sementara itu, dosen pendamping, Defitri Akbar, berharap kegiatan Kelas Pemilu dan Demokrasi dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan. Dengan demikian, pemahaman mahasiswa mengenai sistem dan proses kepemiluan dapat semakin meningkat.

Ia juga berharap materi yang diperoleh melalui kegiatan tersebut dapat dielaborasikan dengan pembelajaran di dalam kelas, sehingga mahasiswa tidak hanya memahami konsep demokrasi secara teoritis, tetapi juga mampu mengkaji penerapannya dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

Melalui kegiatan Kelas Pemilu dan Demokrasi ini, sinergi antara KPU Kabupaten Bengkalis dan kalangan perguruan tinggi diharapkan dapat terus diperkuat dalam meningkatkan literasi kepemiluan, menumbuhkan kesadaran demokrasi, serta mendorong terwujudnya pemilu yang inklusif, adil, dan memberikan kesempatan setara bagi seluruh warga negara.#DISKOMINFOTIK


Tulis Komentar

Copyright © 2020 PPID Kabupaten Bengkalis - Design By TIM IT PPID