Website Resmi PPID Kabupaten Bengkalis Riau
Website Resmi PPID Kabupaten Bengkalis Riau
JAKARTA — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh generasi muda Kabupaten
Bengkalis di tingkat nasional. Tiga santriwati Pondok Pesantren Agribisnis
Muhammadiyah Nawawi Djamil Duri, Kabupaten Bengkalis, berhasil meraih Juara 2
Lomba Santrivision 2026 Tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh Kementerian
Agama Republik Indonesia di Masjid Istiqlal Jakarta, Jumat 30 Oktober 2026.
Prestasi tersebut diraih oleh tiga santriwati,
yakni Fadhila Syafani Rambe (Kelas XI MA), Lisa Nurul Efendi (Kelas XII MA),
dan Nurul Afifah (Kelas XII MA). Ketiganya berhasil membawa nama Kabupaten
Bengkalis dan Provinsi Riau bersaing di tingkat nasional melalui karya inovatif
berjudul:
“Police Piper: Mewujudkan Pesantren
Zero-Abuse: Standardisasi Tata Ruang dan Pembentukan Satgas Saka Pesantren
Berbasis Asas Victim-Centered Approach Terintegrasi PMA Nomor 73 Tahun
2022.”
Karya tersebut mengangkat gagasan inovatif mengenai
upaya menciptakan lingkungan pesantren yang aman, nyaman, ramah, dan bebas dari
segala bentuk kekerasan. Gagasan yang ditawarkan tidak hanya menekankan aspek
pencegahan, tetapi juga menghadirkan pendekatan yang berorientasi pada
perlindungan dan kepentingan korban (victim-centered approach).
Melalui karya tersebut, para santriwati
mengembangkan konsep standardisasi tata ruang pesantren yang mendukung
terciptanya lingkungan pendidikan yang aman, sekaligus menggagas pembentukan
Satgas Saka Pesantren sebagai bagian dari sistem pencegahan dan penanganan
kekerasan di lingkungan pesantren.
Keberhasilan luar biasa ini mendapat apresiasi
tinggi dari Pemerintah Kabupaten Bengkalis. Wakil Bupati Bengkalis, Dr. Bagus
Santoso, menyatakan rasa bangga yang mendalam atas pencapaian berskala nasional
yang ditorehkan oleh santriwati asal Duri tersebut.
"Atas nama Pemerintah Kabupaten Bengkalis,
kami mengucapkan selamat dan memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya
kepada Fadhila, Lisa, dan Nurul. Inovasi 'Police Piper' yang mereka gagas
adalah bukti nyata bahwa santri Bengkalis tidak hanya cerdas dalam ilmu agama,
tetapi juga peka, kritis, dan solutif terhadap isu-isu krusial seperti
perlindungan anak di lingkungan pendidikan," ujar Bagus Santoso.
Lebih lanjut, Bagus Santoso berharap agar konsep
pesantren zero-abuse yang digagas oleh ketiga santriwati ini dapat
diimplementasikan secara nyata. Menurutnya, gagasan tata ruang aman dan satgas
berbasis perlindungan korban ini sejalan dengan komitmen Pemkab Bengkalis dalam
mewujudkan daerah yang ramah anak dan bebas kekerasan.
Keberhasilan ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi
Pondok Pesantren Agribisnis Muhammadiyah Nawawi Djamil Duri, sekaligus menjadi
kebanggaan bagi Kabupaten Bengkalis dan Provinsi Riau, karena putri-putri
daerah mampu menunjukkan kreativitas, kepedulian, dan inovasi dalam menjawab
persoalan yang menjadi perhatian nasional.
Prestasi tersebut juga menunjukkan bahwa pesantren
tidak hanya menjadi pusat pendidikan keagamaan, tetapi mampu menjadi ruang
tumbuh bagi generasi muda yang kreatif, inovatif, kritis, dan memiliki
kepedulian terhadap persoalan sosial serta perlindungan anak dan santri.
Pencapaian Juara 2 tingkat nasional dalam
Santrivision 2026 diharapkan dapat menjadi motivasi bagi para santri di
Kabupaten Bengkalis untuk terus mengembangkan potensi, menghasilkan karya
inovatif, serta berprestasi di berbagai bidang pada tingkat daerah, nasional,
hingga internasional.
Mudir Ma'had Pondok Pesantren Agribisnis Modern
Muhammadiyah Nawawi Djamil Duri Muhammad Silmi Kaffah,S.Pd menyampaikan
apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak, termasuk dukungan dari
Pemerintah Kabupaten Bengkalis, sehingga prestasi ini dapat diraih dan membawa
nama Kabupaten Bengkalis dan Provinsi Riau ke kancah nasional. #DISKOMINFOTIK
Sabtu, 31 Oktober 2026 - 15:01:43 WIB
Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:15:59 WIB
Selasa, 07 Februari 2023
Kamis, 19 Januari 2023
Rabu, 18 Januari 2023
Dibaca : 106 Kali
Dibaca : 298 Kali
Dibaca : 132 Kali
Copyright © 2020 PPID Kabupaten Bengkalis - Design By TIM IT PPID