Website Resmi PPID Kabupaten Bengkalis Riau
Website Resmi PPID Kabupaten Bengkalis Riau
·
Siaran Pers
·
Nomor: 400.14.4.3/494/KOM.IKP
· Senin, 2 November 2026
Wamen Nezar Patria: Startup Aceh Harus Ubah Posisi Selat Malaka Jadi Peluang Pasar Global
Jakarta- Posisi strategis Aceh di Selat Malaka membuka peluang bagi startup lokal untuk
menembus pasar Asia Tenggara.
Wakil
Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria mengajak generasi muda memanfaatkan
teknologi digital untuk mengembangkan bisnis berbasis potensi daerah yang mampu
menjangkau pasar Malaysia, Singapura, hingga Thailand.
“Aceh
punya potensi yang besar bukan hanya di tingkat nasional. Karena posisi kita
ada di Selat Malaka, kita punya peluang yang cukup besar untuk bisa berbisnis
lintas negara,” ujarnya dalam acara Aceh Startup Day 2026 di Banda Aceh, Senin
(2/11/2026).
Menurut
Wamen Nezar, letak geografis Aceh yang berhadapan langsung dengan jalur
perdagangan internasional merupakan keunggulan yang perlu dimanfaatkan untuk
memperluas pasar produk dan layanan digital.
Kedekatan
dengan negara-negara Asia Tenggara memberikan peluang bagi startup Aceh untuk mengembangkan aplikasi dan
model bisnis yang dapat digunakan masyarakat lintas negara.
“Rekan-rekan
generasi muda Aceh, kita gunakan kesempatan ini agar kita outward looking. Kita melihat keluar, kita coba
buat aplikasi-aplikasi yang berbasis di Aceh tapi juga dipakai oleh
negara-negara tetangga,” tegasnya.
Wamen
Nezar menjelaskan peluang tersebut dapat dikembangkan dengan mengoptimalkan
potensi ekonomi daerah, terutama sektor pertanian, perikanan, dan usaha mikro,
kecil, dan menengah (UMKM).
Ketiga
sektor tersebut memiliki ruang besar untuk meningkatkan produktivitas dan
memperluas jangkauan pasar melalui inovasi teknologi digital. Ia mencontohkan
potensi perikanan di sepanjang pesisir utara dan timur Aceh yang berbatasan
dengan Selat Malaka.
Menurutnya,
startup dapat menghadirkan solusi teknologi untuk meningkatkan efisiensi
produksi, memperbaiki rantai pasok, serta memperluas akses pemasaran hasil
perikanan. Peluang serupa juga terbuka bagi komoditas unggulan Aceh seperti
kopi Gayo, cokelat, dan nilam.
Wamen
Nezar menilai teknologi digital dapat membantu pelaku usaha memperkuat
identitas produk, meningkatkan nilai tambah, dan menjangkau konsumen
internasional tanpa bergantung sepenuhnya pada pola pemasaran konvensional.
“Jadi
kita gunakan kesempatan ini bagaimana bisa memasarkan kopi Gayo itu bukan cuma
ada di Banda Aceh, kota seribu kedai kopi, tapi bagaimana dia bisa kita
pindahkan ke lanskap digital,” ungkapnya.
Wamen
Untuk mendukung pengembangan startup tersebut, Kementerian Komunikasi dan
Digital menyiapkan penguatan ekosistem inovasi melalui Garuda Spark Innovation
Hub.
Wamen
Nezar menyampaikan bahwa Banda Aceh diusulkan menjadi salah satu dari 10 kota
pengembangan Garuda Spark di Indonesia.
Program
tersebut diharapkan dapat mempertemukan komunitas startup lokal dengan jaringan
inovasi nasional, sekaligus membuka akses terhadap pendampingan bisnis,
pengembangan teknologi, dan sumber daya yang diperlukan untuk memperbesar skala
usaha.
Lebih
lanjut, Wamen Nezar mengingatkan bahwa besarnya populasi generasi muda Aceh
menjadi modal penting untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi digital.
Dengan
sekitar 51 persen penduduk berasal dari kelompok generasi Z dan milenial, Aceh
memiliki potensi sumber daya manusia yang besar untuk menciptakan inovasi
berbasis kebutuhan masyarakat.
Ia
menegaskan bahwa kreativitas dan keberanian mengambil langkah menjadi modal
penting agar potensi daerah dapat berkembang menjadi kekuatan ekonomi yang
mampu bersaing di pasar global.
“Yang paling penting adalah kita harus mulai, itu yang paling penting. Kita harus mulai dan biarkan dia bertumbuh dan berkembang,” pungkasnya.#DISKOMINFOTIK
Selasa, 03 November 2026 - 15:55:24 WIB
Selasa, 03 November 2026 - 15:46:48 WIB
Selasa, 07 Februari 2023
Kamis, 19 Januari 2023
Rabu, 18 Januari 2023
Dibaca : 435 Kali
Dibaca : 123 Kali
Dibaca : 311 Kali
Copyright © 2020 PPID Kabupaten Bengkalis - Design By TIM IT PPID